p e r i n t a h
Kudapati hari ini bersama bantal, sampai guling. Apapun yang harus aku lakukan saat ini, mesti tidur. Berbaring di atas lantai, dingin. Dengan begitu aku mesti berbaring diatas kasur.
Hari sedang selasa, esoknya rabu. Kuhabiskan malam hingga subuh di ruang tidur, sendiri. Bersama gelas juga aku isi dengan dua sendok teh gula putih. Terasa manis memang, karena gula tak tawar. Bukan urusan jual-beli, ini terlebih pada rasa, tawar.
Aku harus segera tidur, bermimpi demikian. Entah akan mimpi apa, itu bukan urusanku. Istirahat, tertidur dan bangun, itu urusanku. Urusanmu, menjaga hati, jika mau. Jika gak mau, harus mau. Ini perintah.
Ya, itu perintah. Tapi bukan kewajiban. Jika bagimu itu kewajiban, ya sudah, itu kewajiban. Itu hak-mu, bebas, berpendapat. Kewajibanku, hidup dengan bahagia. Yang mengganggu itu hak nya.









