Narasi dalam Mimpi (Episode 6)
Aku pernah merasakan kehilangan, pada ia yang telah begitu lama tertanam dalam kebun mimpi. Masa lalu yang begitu indah sehingga tak bisa lagi diingat dalam dunia nyata. Kehilanganmu menyisipkan banyak tanda tanya kepada langit: tentang pertemuan yang akhirnya hanya membawa air mata. Semakin musim berganti, semakin duniaku memudar menjadi mimpi. Aku telah hidup dalam kenangan yang begitu lama. Aku telah terlatih dalam mengolah dunia nyata menjadi mimpi indah yang melenakan.
Tiap jejak memberikan kesempatan bertemu denganmu. Tiap waktu selalu menuju pada titik dimana kau pernah menjadi nyata dalam genggamanku. Sosok yang selalu kucari di setiap perempatan jalan, di lampu merah, di bawah bayang pohon di depan gedung tua. Warna merah dengan harum sabun menjadi panduan untuk menemukan kembali bayanganmu di tempat kau pernah berada. Aku selalu berjalan ke arah sana, menggandeng tanganmu yang tak terlihat. Merekam sekali lagi tiap-tiap rasa yang pernah tercipta dengan imaji yang sempurna. Sosokmu tak sekalipun luput dalam pandangan.
Kini raga kita telah sepenuhnya berubah. Tak ada lagi anak kecil yang berlari di bawah jendela, berteriak-teriak ketika ada layangan yang putus. Tak ada lagi yang akan duduk di bawah ayunan di rindang pohon di taman belakang sekolah. Tak ada lagi tawa keras yang mengalahkan lengkingan kereta api dan decit relnya. Tak ada lagi yang berlari di bawah taburan gugur daun dan tersenyum menghadapku. Sekali lagi kucari dan tetap tak ada.
Kau tumbuh bersamaku dalam tiap langkah yang kutapaki. Kau berjalan bersamaku di sepanjang jalanku menuju masa depan. Aku mengabur dan kau semakin nyata. Taman bermain semakin dingin dan ditelan gelap. Meskipun aku tau kau tak ada di tempat ini, aku selalu mencarimu. Jika ada keajaiban yang terjadi sekarang, maka aku akan tunjukkan padamu: fajar baru yang kumulai sekarang dan kata cinta untukmu yang tak pernah terucap. Jika harapanku menjadi kenyataan, maka aku akan berada di sisimu dan membawa peluk yang lebih erat.
Sekali lagi.
Satu kesempatan lagi.
(One More Time, One more Chance)