Can This Love Be Translated? ์ด ์ฌ๋ ํต์ญ ๋๋์?
Akhirnya ada drama yang bisa dikulik dengan teori bahasa. Awalnya aku nggak begitu tertarik menonton, karna kupikir akan seperti drama romcom biasanya, tapi yang satu ini ternyata romcom (romance dan miskom).
Banyak sudut pandang baru dari drama ini, mulai dari karakter orang kaya yang bukan CEO, trauma masa lalu dengan balutan peran, pun tentang hubungan yang ternyata tidak hanya bermasalah dengan komunikasi. Dari banyaknya kisah fiksi, sering sekali menggambarkan permasalahan dari sebuah hubungan adalah komunikasi, memang benar adanya, tapi drama ini justru mengulik lebih dalam tentang pemahaman bahasa saat berkomunikasi.
Drama ini bercerita tentang kisah romansa pelik penerjemah profesional dan seorang aktris. Sepanjang menonton, aku mencoba menerapkan analisa teori-teori bahasa khususnya penerjemahan yang selama ini kupelajari. Menurutku pasangan dua profesi ini sangat membantu dalam memahami maksud dari alur cerita dan pemahaman akan bahasa cinta.
Karakter utama perempuan di drama ini akan cukup banyak relate dengan perempuan di dunia nyata. Apalagi dengan perempuan yang selalu merasa takut dicintai, sudah memikirkan kemungkinan buruk saat berhubungan, dan perasaan dicintai balik adalah sebuah keburukan. Namun uniknya drama ini menyisipkan trauma masa lalu dengan balutan alter ego dari karakter utama perempuan.
Pun dari karakter utama laki-laki, drama ini cukup relate bagi siapapun yang lebih suka menghindari konfllik, hidup tertata dan, tidak ingin melibatkan diri dengan permasalahan orang lain, dan cenderung menutupi masalah sendiri. Apalagi sebagai penerjemah, karakter utama laki-laki ini sangat bersikap netral
Perkembangan karakter dan perjalanan pemulihan untuk hubungan cinta yang lebih baik dari karakter utama laki-laki dan perempuan sangat baik. Hanya saja buatku pribadi drama ini tidak mudah untuk dipahami secara alur, aku baru menemukan premis setelah hampir setengah episode dari keseluruhan.
Seperti yang aku bilang di awal, masalah pemahaman bahasa banyak menghasilkan kesalahpahaman dalam hubungan, dan drama ini sederhananya ingin menggambarkan konflik tersebut.
Secara visual drama ini cantik sekali, ibarat kalo di Indonesia mirip dengan film Sore: Istri dari Masa Depan. Kalo semisalnya kamu nggak bisa enjoy dengan alurnya aku pastikan akan tetap bisa enjoy dari visualnya yang mahal dan apik.