Roti yang Gosong by Ayah Paruh Waktu
Roti yang gosong tak akan melukai siapa siapa. Tapi kata kata bisa. Saat kecil, pernah suatu malam Ayah pulang setelah seharian bekerja lalu ibu menyajikan makan malam. Di meja, ada sepiring roti yang terlihat gosong. Aku menunggu reaksi Ayah. Tapi ia tetap mengobrol santai seperti tidak ada yang terjadi. Ibu tampak berkaca kaca sambil meminta maaf. Ayah tersenyum dan berkata, bahwa ia memang sesekali suka makan roti gosong. Ia lalu memakannya dengan lahap. Malam itu sebelum tidur, aku bertanya pada ayah. Apakah ia benar benar menyukai roti gosong? Ayah berkata, Ibumu sudah menjalani hari yang berat. Roti gosong tidak menyakiti siapapun. Tapi kata kata kasar bisa menlukai hari nya. Hidup yang akan kamu jalani penuh dengan ketidaksempurnaan. Ayah bukan lelaki yang sempurna. Belajarlah berdamai dengan segala ketidaksempurnaan itu, supaya kamu masih bisa melihat kebahagiaan yang ada di baliknya. Dikisahkan oleh mantan presiden India, Dr Abdul Kalam, saat ia mengenang pelajaran berharga di masa kecilnya.

















