Andai tak sempat kukatakan langsung padamu suatu waktu nanti.. cukuplah kusampaikan ini di sini.. Aku tak pernah tahu seberapa jauh kumengagumi kecerdasan seseorang, krn sebelumnya selalu kuterima siapapun tanpa peduli apapun. Sampai aku kenal kamu, kamu membuatku tergerak untuk selalu belajar lagi. Membuatku semangat berdiskusi tanpa henti.. merasakan kembali euphoria antusiasme yang menjadi candu harianku di masa sekolah dulu. Aku bersyukur jatuh cinta padamu lelaki pintar yg suka mengajari ku tentang apapun. Aku tak pernah sadar betapa nyamannya aku berjalan bersama sosok besar di sampingku. Sampai kamu datang berjalan mengiringiku tanpa pernah lepas menggenggam tanganku, bahkan ketika kita duduk bersisian. Kamu benar, lemak bulat-bulat di banyak bagian tubuhmu terasa empuk dan nyaman setiap kupeluk. Bahkan pipi bulatmu selalu menggoda untuk kudaratkan kecupku. Aku suka sapiku yg gendut. Dengan kamu aku alami cinta tanpa banyak berkorban, kamu lelaki pertama yg membuatku melihat, mendengar dan merasakan cinta. Lewat setiap lirikan, tatapan, kecupan, pelukan.. setiap sentuhanmu terasa mengalirkan cinta hanya untukku. Di hari kamu putuskan meninggalkan aku, mengatakan kamu tidak sanggup berjuang.. kecewa dan amarahku mengubah semuanya. Cinta sejati yg kusangka ada padamu kunilai sebagai barang palsu. Aku membenci dan mengutuk cinta itu. Tapi... kusadari, dalam keseharian ku masih kupakai barang palsu krn belum mampu kubeli barang yg asli. Kalau memang cintamu itu palsu, mungkin nilai yg kubayar untukmu belum sepadan untuk sebentuk cinta asli ug sejati yg selalu kudamba. Pantaskah aku untuk kecewa? Tak peduli arloji palsuku KW berapapun, parfumku bukan juga keluaran desainer ternama, tas travelku hanya replika dan batikku hanya cetakan... semua tidak pernah mengurangi bahagiaku ketika mampu membelinya. Bahagia yg kudapat dari usahaku sendiri.. masih seimbang kah kesedihan ku atas bahagia ug pernah memabukkan ku? Syukur.... adalah caraku menerima semua barang palsu itu.. tapi untukmu.. Terima kasih... atas bahagia yg sudah kau hadirkan Terima kasih sudah membiarkan ku mencicipi semuanya Andai bisa ku menggenggam tanganmu lagi, izinkan aku mengecup setiap jarimu.. meniupkan doaku untuk perlindungan, kesehatan, kebahagiaan, kesuksesan dan kesembuhan untuk hati yg teluka untukmu juga mereka yg kamu cintai Dan terakhir aka kukecup punggung tanganmu, seperti yg selalu kamu lakukan untukku dan kutiupkan doa semoga kamu temukan bahagia atas cinta sejatimu