Berharap
Sepertinya aku lupa bahwa kamu sudah ada yang memiliki. Dan merupakan hukum tak tertulis bahwa mengajakmu sekadar menikmati hobi merupakan kesalahan fatal.
Aku yang salah karena mengajakmu. Aku yang salah karena mengganggap jawabanmu itu berarti βiyaβ sehingga langsung bertindak tanpa tahu arti yang jelas.
Sekarang kamu duduk dalam kebingungan. Mencari celah dan alasan supaya tak menjadi pilu dalam malam. Meminta izin seakan Β ingin mengatakan bahwa separuh dirimu adalah milik dia. Padahal, belum terucap janji sehidup semati.
Dan kini aku hanya bisa menulis meluapkan rasa bersalah. Memang penyesalan selalu terlambat hinggap. Hingga kamu dan aku sendiri tersadar bahwa telah salah langkah.
Mungkin, aku yang terlalu berharap. Bahwa rembulan akan menembuskan cahayanya melewati awan gelap. Bahwa pasti akan ada pelangi setelah hujan. Selalu ada kebahagiaan setelah ketiadaan. Ini pengharapan. Dan seharusnya aku tak berharap.
Depok, 26/12/2018, 21:30












