Liputanviral - Sempat alami sejumlah kendala pendanaan, penyediaan hunian baru bagi korban bencana longsor di Dusun Gunungraja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangun, Kabupaten Banjarnegara akhirnya terealisasi. Sebanyak 13 hunian bagi 13 kepala keluarga (KK) telah didirikan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Banjarnegara melalui APBD.
Para korban yang sempat terkatung-katung, memilih mengungsi ke sanak saudara sejak peristiwa longsor di Dusun Gunungraja pada tahun 2014 lalu, kini bisa bernapas lega. Kepastian mendapat tempat tinggal layak dan aman dari ancaman pergerakan tanah membawa harapan baru menjalani hidup. Mereka sudah bisa mendiami bangunan rumah bertipe 36.
Kepala Seksi Pembangunan dan Perumahan DPKP Banjarnegara, Sunaryanto mengakui hunian tetap itu dibangun dengan anggaran terbatas melalui APBD mulai tahun 2017 lalu. Jumlah nominal anggaran tersebut, sekitar Rp 400 jutaan.
Karena itu, hunian tersebut memang masih butuh sedikit penyempurnaan. Yakni penyekatan antar ruang dan penghaluskan tembok. Pihaknya pun mendorong keterlibatan swadaya masyarakat.
"Pemerintah membangun sampai layak ditempati. Adapun untuk plester, atau lainnya yang masih kurang, bisa melalui swadaya," katanya, Jum'at (19/10)
Sumber pendanaan pembangunan rumah bagi korban longsor memang sempat mengalami kendala. Mulanya pembangunan hunian bagi keluarga korban longsor dikabarkan akan dibangun oleh badan usaha milik negara di sektor jasa perbankan. Namun, wacana itu tak kunjung terealisasi.
BPBD akhirnya mengambil langkah mengajukan kembali bantuan pembangunan rumah itu kepada Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui DPKP.
"Memang memerlukan proses. Pemerintah harus menyiapkan lahan baru untuk relokasi. Penyiapan lahan tidaklah sembarangan" kata Sunaryanto.
Sebelum dibangun, lahan telah dikaji oleh tim ahli Geologi untuk memastikan layak atau aman dari ancaman longsor. Pasalnya, kondisi tanah di wilayah itu sebagian rawan longsor. Pemerintah tentu tak ingin berisiko membangun infrastruktur di atas tanah labil yang mengancam keawetan bangunan di atasnya.
Pembangunan hunian tetap untuk korban longsor kini dinyatakan telah rampung. Pemkab kini fokus meneruskan pembangunan untuk infrastruktur pemukiman, yakni talut untuk memperkuat struktur tanah, drainase serta jalan akses perumahan. Pembangunan infrastruktur ini ditarget selesai pada November 2018.
Read the full article