Sembilan
Aku pernah dibuang. Dibiarkan sendiri. Jika ditengok lagi, secara rasional tidak ada alasan yang cocok untuk membuangku. Tetapi benar, manusia memang selalu merasa segala tindakkannya benar walaupun yang dilakukan mereka kepadaku tidak masuk akal. Ada yang tahu? Ada. Namun dia hanya diam. Ikut membuangku. Membicarakan? Sudah berkali-kali. Namun mereka diam. Mereka memperlakukan aku seperti aku tak kasat mata. Aku seperti berbicara pada udara. Tak ada yang aku dapatkan. Semua sudah berlalu. Entah, mungkin sekitar enam tahun yang lalu. Mereka yang memperlakukanku demikian mungkin tidak mengingat. Mereka seratus persen tidak tahu apa yang terjadi pada batinku saat itu dan bagaimana hal itu membentuk aku menjadi manusia seperti apa. Tidak masalah. Aku melewatinya. Tiba-tiba saja malam ini aku bertanya-tanya, jika mereka tahu, seperti apa mereka akan memperlakukanku jika kita bertemu.











