Menanamkan Rasa Percaya Diri
Kalau kamu sering nonton akun instagram @kobe_yn, kamu pasti kenal sama chef junior nan menggemaskan yang satu ini. Benar, namanya Chef Kobe. Seorang anak laki-laki yang sering sekali memasak bersama ibunya.
Ya, meski tugasnya hanya sekedar menuangkan tepung, margarin, saus, atau bahan-bahan lainnya. Sambil sesekali mengaduknya, atau memipihkannya. Sementara proses memasak dan bakingnya akan dikerjakan oleh ibunya, tanpa terlihat di depan kamera.
Bagian favoritku tiap kali nonton video Chef Kobe adalah saat ia menumpahkan bahan makanan ke meja wkwk. Iya, harusnya ke wadah tapi kelewat. Jadilah akhirnya tepung, minyak, atau airnya meluber kemana-mana di meja masaknya 😅
Ah, atau saat Chef Kobe tiba-tiba nggak sabar buat nyomotin bahan masakannya sendiri yang masih setengah jadi alias belum dibaking. Sometimes, nyomotin keju atau rumput laut juga sih wkwk
Amazingnya, meski banyak 'kekacauan' yang ia lakukan, ibunya tetap memberinya kepercayaan untuk melakukan hal tersebut. Sambil sesekali mengatakan, "It's okay, dear," dengan diiringi oleh suara tertawa melihat tingkah laku menggemaskan anaknya. Aduhai, sabarnyaa 😂
Dosen psikologi pendidikanku pernah bilang, bahwa salah satu cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri seorang anak adalah dengan memberinya kepercayaan untuk melakukan sesuatu. Di antaranya adalah dengan mengizinkan anak untuk seolah-olah menjadi 'pelaku utama' dalam suatu kegiatan (ofkorz, dengan tetap didampingi orangtua). Memasak, misalnya. Tentu, hal ini bisa disesuaikan juga dengan minat anak agar tidak bersifat memaksa.
Dan saat ternyata anak tiba-tiba membuat kesalahan di dalamnya, maka sebagai orangtua harus punya stok sabar yang banyak. Jangan lelah untuk tetap memberinya kepercayaan. Karena biasanya, anak hanya belum tahu caranya. Pun, perkembangan motoriknya juga belum sesempurna manusia dewasa, kan. And it's totally fine.
Sesekali menegur boleh, tapi nanti saat hanya berdua saja atau tidak di muka umum. Itupun harus disampaikan dengan baik supaya anak tidak merasa disudutkan, apalagi sampai kehilangan rasa percaya diri.
Buatku, nonton instagram Chef Kobe jadi kayak nonton praktik parenting, haha. Supaya nantinya bisa punya stok sabar yang sebanyak itu juga saat harus melatih rasa percaya diri dalam diri peserta didik maupun anak sendiri hehe.
© Rizqi Khilda Amalia | untuk 1 Februari 2021















