It’s My Berry
Oleh : Rifa Mahmudah
Hari mulai petang saat aku pulang dari tempatku bekerja, kupercepat langkahku agar segera sampai kerumah, aku sangat rindu putraku, Berry. Namun di perjalanan kulihat beberapa orang berkerumun, dan aku terkejut saat melihat sosok yang amat kukenal tergeletak di jalanan begitu saja.
“Oh my God, Berry!! Are you okay dear?” aku menghambur memeluk balitaku yang tetap tak bergeming itu, “Berry come on week up dear” sekejap kemudian Berry terbangun lalu berkata “Mommy! Look at that!” sambil menunjuk suatu tempat, aku terkesiap ketika tiba-tiba semua orang yang berkerumun disana tersedot masuk ke dalam rumah yang ada di sebuah buku di depan kami, itu buku cerita milik Berry, suasana buku menjadi gaduh dengan suara orang-orang menggedor pintu dan jendela hingga buku tersebut melonjak-lonjak kesana kemari. Tak lama kemudian sebuah truk dari arah bersamaan akan segera menghantam tubuhku dan Berry, aku tidak sempat menghindar lagi dan braaaakkkk! Terdengar suara benturan yang amat keras, namun hantaman itu justru membuat truk tersebut hancur berkeping-keping. Tetapi Berry terlihat tertawa riang di tempatnya.
Ia beranjak dari tempat duduknya dan merangkak menuju truk yang hancur barusan lalu terlihat asyik menyatukan kembali kepingan puzzle truk tersebut.



















