Dirazia Polisi âCabe-cabeanâ Menangis Meraung-raung
Dirazia Polisi âCabe-cabeanâ Menangis Meraung-raung : Dirazia polisi âcabe-cabeanâ (sebutan remaja wanita yang suka nongkrong hingga larut malam , red) menangis ketakutan. Anak-anak remaja ini, terjaring dalam operasi keamanan yang digelar Polsek Kramajati, Jakarta Timur, di Jalan Raya Condet, Minggu (9/9) dinihari sekitar pukul 01:00.
Er, 15, menangis ketakutan saat puluhan petugas gabungan dari Polsek dan Koramil Kramatjati datang. Tangisannya semakin kencang saat anggota akan menelepon orangtuanya untuk menjemput. âJangan di telepon Pak, ampun Pak. Saya pasti langsung pulang ini, nggak usah pakai dijemput,â ujarnya sambil menangis.
Saat itu, Er diketahui tengah nongkrong bersama sembilan rekannya di pinggir jalan. Sambil ditemani rokok dan minuman ringan remaja kelas 2 SMP ini mengaku hanya ingin menghabiskan malam Minggu bersama rekannya. âSaya sama teman-teman cuma nongkrong saja Pak, nggak ngapa-ngapain,â katanya.
Kapolsek Kramatjati Kompol Nurdin Ar Rahman mengatakan, operasi yang digelar pihaknya untuk memberi keamanan bagi warga. Hal itu dilakukan karena setiap akhir pekan diketahui masih banyak anak-anak muda yang nongkrong di pinggir jalan. Bahkan tidak jarang terjadi tawuran atau begal motor.
âDengan nongkrongnya mereka, dikhawatirkan malah menimbulkan tindak kejahatan, sehingga lebih baik kita bubarkan,â ungkapnya.
Selain mengusir gerombolan remaja âcabe-cabeanâ, kata Nurdin, pihaknya juga mengamankan dua pemuda yang tengah mabuk di pinggir jalan. Keduanya langsung diamankan ke pospol Cililitan untuk dimintai keterangan.
Nurdin menyebut, pihaknya tak akan berhenti menggelar razia di wilayahnya. Operasi besar-besaran akan digelar disetiap akhir pekan untuk mencegah tindak kriminalitas. âDengan razia yang terus dilakukan, hal ini bisa mempersempit ruang gerak tindak kriminal sehingga warga akan semakin aman dan nyaman,â pungkasnya.












