Perjalan Pulang Kampung Medan -Banda Aceh x Putra Pelangi
Hai, Assalammualaikum everyone!
Postingan kali ini, aku bakal cerita tentang perjalanan aku pulang kampung ke Banda Aceh. Banda Aceh itu Provinsi paling ujung sebelah Utara di Pulau Sumatera dan juga ibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Perjalanan kali ini, aku milih menggunakan jalur darat dengan armada bus Putra Pelangi. FYI, ini pertama kalinya aku naik bus Putra Pelangi jadi sekaligus jadi first impression juga buat aku gimana rasanya menjajal jalur lintas aceh menggunakan armada bus ini.
Dimulai dari waktu beli tiket, aku udah excited banget waktu dikasih tau sama mbak-mbaknya kalo bus yang bakal aku naikin nanti adalah bus yang paling bagus dari kualifikasinya mereka. Harga tiketnya dibandrol Rp 280.000 dengan kategori bus Super High Deck Double Glass, Panoramic View dan Non Stop.Waktu itu, alhamdulillah banget aku bisa dapet seat 1C yang artinya aku bakal duduk sejajaran dibalakang supir. Dari informasi mbak-mbak penjual tiketnya juga Bus yang bakal aku gunakan adalah armada terbaiknya mereka.
Di hari keberangkatan, aku udah nggak sabar pengen tau armada busnya kayak apa karena iming-iming mbak penjual tiket kalo bus yang bakal aku naikin adalah yang terbagus. Jam keberangkatan yang tertera di tiket adalah 20.30 WIB, tapi jam 19.00 aku udah sampe di terminal bus Putra Pelangi. Aku ngeliatin setiap bus yang baru diparkir sampe bus tersebut berangkat dan emang armadanya bagus-bagus. Jadi, makin nggak sabar dan penasaran banget ngeliat bus ku. Tapi ternyata, bus ku itu udah prkir dari tadi. Bus yang menurutku lebih jelek dari beberapa bus lainnya. Maka, kecewalah daku...
Tapi guys, ternyata setelah masuk ke dalam, fikiranku berubah. Kenapa? Karena aku suka sama type kursinya yang ga terlalu tebal bantalannya jadi nggak bakal buat leher sakit. Menurutku kursi yang tebel itu enak buat didudukin, tapi buat perjalanan jauh aku ngga terlalu suka. Trus, ada Port USB yang buat aku makin girang karena otomatis sepanjang perjalanan nggak ada cerita takut Hp bakalan Low. Selebihnya sama kayak armada bus lainnya, dapet selimut dan bantal. Minusnya, antara supir dan kursi penumpang cuma ada sekat dengan panjang sekitar setengah meter doang, berbeda dengan armada bus seperti Sempati Star, Kurnia AW Series yang udah ada pintu pembatas antara supir dan penumpangnya. Jadi, kalo pak supir atau pak kenet mau ngerokok asapnya nggak bakal ke hirup sama penumpang yang ada didepan. Atau, hanya bus yang aku naikin yang kayak gitu tapi type bus Putra Pelangi yang lain udah make pintu, sorry if i was wrong please correct me.
Ini foto penampakan sebelum aku berangkat dan didepan bus yang aku pake buat berangkat ke Banda Aceh.
Hal yang lebih mengejutkan dan buat aku makin jatuh cinta sama bus ini adalah, pak supirnya yang jago banget nyetirnya. Kelihatan banget berpengalamannya meskipun umurnya udah tua dengan rambut dan jenggot yang udah putih, tapi beliau pinter banget memanuver bus yang dia kendarai. Dan aku nggak tau sebenarnya di Putra Pelangi ada atau tidak tentang penggantian supir, tapi beliau - yang sayang ga aku tanya namanya ini - non stop nyetir dari Medan - Banda Aceh. Pemberhentian cuma untuk shalat Subuh kemudian lanjut lagi.
Dan total perjalanan dengan start dari Medan pukul 20.45 - 06.50 WIB di Banda Aceh adalah 9 jam 55 menit. Tanpa ada rasa ketakutan selama diperjalanan saat pak supir motong atau menyalip bus, truck dan kendaraan lainnya (saya tidak tidur sepanjang perjalanan karena itu saya dapat melaporkan hal ini). Luar biasa👏🏻👏🏻👏🏻
Terima kasih buat pak supir.
Terima kasih untuk Putra Pelangi.
Note: selama diperjalanan hanya ada satu kecelakaan yang terjadi antara mobil SUV dan pengendara sepeda motor di daerah Binjai.












