BATIK HARMONI greeting card, RBC Kek Batik Raya Collection (2026)
seen from France
seen from United Kingdom
seen from China
seen from Kenya
seen from China
seen from Kazakhstan
seen from Singapore

seen from China
seen from Thailand
seen from France

seen from Philippines

seen from France
seen from Brazil
seen from United States
seen from Thailand
seen from China
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Thailand
BATIK HARMONI greeting card, RBC Kek Batik Raya Collection (2026)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
🙂🌺🌼💮💗
Tiffanie, Perempuan Bunga Kertas
Tiffanie, Perempuan Bunga Kertas
Klikhijau.com – Jika ada yang layak digelari perempuan bunga kertas, pasti Tiffanie Turner akan masuk kategori. Sebab di tangan ibu dua anak itu, kertas disulap jadi bunga yang benar-benar mirip dengan bunga asli.
Jika kamu melihatnya pertama kali kerajinan tangan Tiffanie, kamu pasti akan tertipu. Ia membuat bunga dari kertas krep, kemudian menjahit bersama-sama sehingga menyerupai lipatan…
View On WordPress
Bunga Kertas, Sebuah Dedikasi Untuk Sahabat Dari Layung Temaram
Layung Temaram, setelah menggelar agenda screening klip video terbaru pada 19 Januari 2019, maka sekaligus juga mereka perkenalkan klip video tersebut kepada publik keesokan harinya 20 Januari via youtube. Single terbaru dari Layung Temaram ini bertajuk "Bunga Kertas", dimana single ini adalah sebuah dedikasi mereka untuk sahabat tercintanya, Virielda Renanda Widya Prakasita, yang telah meninggal pada 25 Mei 2018 lalu. Rasa terdalam yang mereka rasakan tertuang dalam single ini benar-benar punya sayatan tersendiri sebagaimana kita ditinggal oleh sahabat atau kerabat kita.
Bunga Kertas, adalah lembaran baru yang segar bagi Layung Temaram, karena dari lahirnya single ini adalah single perdana dengan line up terbarunya pada vokal dan bass. Pemilihan konsep untuk klip video "Bunga Kertas" punya sajian emosional yang epic, bisa kita lihat bagaimana kedua cast utama penggambaran hubungan erat antara sosok ayah dengan anaknya juga sangat bisa kita rasakan kedekatannya. Terlepas dari hal itu semua, semoga Layung Temaram sendiri segera merilis sebuah debut album penuh ataupun mini album, karena terbilang sayang jikala nantinya hanya kembali melepas sebuah single. Sangat dinantikan kawan, sukses!
Link video : https://youtu.be/PlBNpTdSBf0
Ditulis oleh Fadly Zakaria.M
Keistimewaan Kembang kertas (Bougainvillea), salah satu koleksi Sentulfresh
Keistimewaan Kembang kertas (Bougainvillea), salah satu koleksi Sentulfresh
Keistimewaan Kembang Kertas Kembang kertas adalah salah satu kembang yang sering dijumpai, baik di pusat perkotaan atau dijalan-jalan. Kembang satu ini mempunyaI beraneka ragam warna, mulai dari merah jambu, merah menyala, merah pucat, ungu, kuning, putih, dan berbagai campuran warna lainnya.
Tanaman yang umumnya dikenal dengan nama Bougenvil ini, termasuk salah satu tanaman hias yang populer…
View On WordPress

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Cerita: Bunga Kertas
" Bunga ini memang tidak wangi, tapi ia tak akan pernah layu. Seperti perasaan indah ini..."
Aray mengambil buku bersampul coklat di antara tumpukan komik Conan nya. Ia mulai membuka lembar demi lembarnya. Sesekali tersenyum membaca kata demi kata yang tertulis oleh tinta biru itu. Tulisan-tulisan itu tidak begitu rapi, jika harus dibandingkan dengan tulisan adiknya yang berusia 7 tahun maka dengan sangat miris Aray harus setuju bahwa tulisan adiknya jauh lebih indah dan enak dipandang mata. Tetapi meskipun demikian Aray tetap bisa membaca dan memahami tulisan itu karena ia sudah terbiasa.
Buku itu adalah buku catatan milik Kei, sahabat Aray. Mereka sudah saling mengenal semenjak duduk dibangku SMP. Kei, cewek dengan suara keras yang selalu dikuncir kuda sangat populer di sekolah mereka. Ia sangat senang tampil di setiap acara-acara di sekolah. Anaknya aktif dan enerjik. Jauh dari kata kalem. Tapi untuk orang yang pertama melihatnya sudah pasti men-judge kalau perempuan ini sangat lembut terlihat dari paras mukanya. Seperti kesan pertama Aray mengenalnya. Kei terlihat sebagai sosok gadis lucu dan imut waktu pertama kali Aray melihatnya saat masa orientasi. Namun setelah berjalan beberapa minggu kehebohan dan keanehan tingkah Kei menyebar di seluruh pelosok sekolah. Kesan gadis lucu nan anggun pada diri Kei luntur seketika di mata para murid laki-laki. Begitu juga dengan Aray. Namun entah kenapa smesta malah membuat mereka menjadi sahabat. Masuk SMA yang sama kemudian diterima di Perguruan Tinggi yang sama pula. Maka dengan segala skenario dari Sang Pencipta waktu menjadikan mereka sebagai sahabat yang saling melengkapi dan entahlah untuk waktu selanjutnya.
Aray terus membaca buku catatan Kei yang tak sengaja tertinggal di kedai kopi tempat ia biasa nongkrong dengan teman-teman sekelasnya. Aray terkejut saat mendapati buku bersampul coklat itu tergeletak diantara tumpukan piring kotor di atas meja di kedai itu. Bukankah Kei tidak suka mengunjungi kedai kopi ini karena alasan banyak cowok-cowok yang merokok di sini? lalu kenapa buku catatan yang Kei bilang sangat berharga bahkan dari handphone nya itu bisa tertinggal di sini? Aray malas untuk menganalisa, maka ia bawa saja buku itu. Awalnya Aray tak ingin menggubris buku catatan itu, tetapi insting penasarannya mengharuskannya untuk mengetahui apa yang ada di dalamnya. Mencari tahu apa saja yang ditulis oleh sahabatnya setiap hari dan hal yang membuat Aray semakin penasaran adalah tak sedetikpun Kei pernah mengizinkan Aray untuk membaca buku catatannya. Bahkan Kei melarang keras Aray untuk sekedar memegangnya. Semakin dilarang justru malah semakin membuat Aray penasaran maka saat ada kesempatan seperti ini tentu saja Aray segera memanfaatkannya.
Buku itu tidak lebih berisi tentang kejadian sehari-hari yang dialami Kei. Bisa dibilang semacam buku diary. Cerita tentang ia dan Aray untuk pertama kalinya pergi ke luar kota dengan tabungan seadanya, backpacker-an, naik gunung, terbang layang, misi menyelamatkan teman mereka yang cintanya bertepuk sebelah tangan dan hampir bunuh diri gara-gara itu, dan banyak kejadian-kejadian tak terlupakan lainnya. Aray sedikit kaget membaca kata demi kata yang ditulis Kei. Catatan itu tidak sekedar kata-kata biasa. Kei begitu apik menyusun kata hingga membuat cerita itu begitu hidup dan mengantarkan Aray ke masa-masa tersebut. Kei si cuek itu puitis juga.
Aray tetap melanjutkan membaca tulisan cakar ayam Kei. Hingga berada pada lembar ini:
Hari ini aku dan dia duduk di pelataran taman kampus. Menikmati semilir angin yang rasanya lama tak menyapa wajah lelah kami. Seperti biasa, kami mengoceh satu sama lain tentang hari ini. Aku selalu suka dengan ocehan-ocehannya, meskipun terkadang terdengar seperti keluhan membosankan. Tapi bagiku mendengarkan itu semua sama sekali tak membosankan. Bagaimana bisa aku merasa bosan jika ia selalu memperlihatkan ekspresi kesal yang menggemaskan seperti itu? Ya, ia begitu tampak lucu dengan tampang kesalnya. Hari ini ia mengeluh tentang bunga. Ia merasa tidak adil dengan wanita (umumnya) yang menganggap pria romantis itu adalah yang mau memberi bunga. Ia heran, mengapa hanya wanita yang boleh menuntut untuk diberi bunga. Jika memang wanita menganggap bunga adalah hal yang romantis, lantas mengapa mereka tidak pernah memeberi setangkai bunga pada pria nya?
Aku hanya bisa tertawa, bagaimana mungkin seorang pria menuntut diberi bunga? dia memang aneh. Tapi, kuputuskan untuk memenuhi tuntutannya itu. Ku robek secarik kertas dari buku ini. Dengan seksama dan mahir ku mencoba untuk melakukan beberapa lipatan dan...jadilah setangkai bunga kertas. Tersenyum ku memberi bunga kertas itu ke arahnya. Ia tercengang. Wajahnya tak kalah menggemaskan saat kaget sepserti itu.
"Nih, aku kasih bunga" ucapku menimpali muka herannya. Ia hanya tersenyum dan memukul pelan kepalaku. Itu pertanda kalau ia berterima kasih kepadaku. Aku suka dengan caranya berterima kasih seperti itu. Mungkin aku memang menyukai segala hal tentangnya.
Bunga kertas itu, meskipun tidak wangi, tapi ia tak akan pernah layu, seperti perasaan indah ini padanya...
Aray tersentak membaca kalimat itu. Bibirnya bergetar. Pandangannya tertuju pada setangkai bunga kertas putih yang tegak di dalam tempat pensil diantara pulpen dan spidol di atas meja itu. Bunga yang ia terima dari Kei kemarin sore saat mereka sedang menikmati terik sore di taman kampus. Mengeluh tentang para wanita yang menganggap bunga adalah hal yang romantis. Kemudian Aray memutar memorinya, Kei yang sudah kurang lebih tujuh tahun bersamanya. Kei yang selalu membuatnya tertawa, marah, kesal, dan nyaman menjadi dirinya sendiri. Kei yang selalu ia perolok dan jadi korban jitakannya. Kei yang supel, jarang menangis dan sudah dianggap sebagai saudara oleh Aray. Tiba-tiba jantung Aray berdegup kencang. Diraihnya bunga kertas dan buku catatan cokelat itu. Ia harus menemui Kei. Segera.
Belum sempat Aray melangkahkan kaki keluar rumahnya, tiba-tiba sosok yang ingin segera ia temui itu sekarang berada tepat di depannya. Tersenyum sumringah seperti biasa. Degup jantung Aray semakin tak beraturan. Tanpa dipersilahkan masuk gadis itu langsung menyerobot ke dalam rumah. Seolah rumah sendiri.
"Hei, broo, tampang lu kenapa pucet kayak abis ngeliat setan gitu?" Kei langsung duduk di sofa tamu. Merebahkan tubuh lelahnya. Aray hanya berdiri mematung. "Eh, itu kan buku gue? kenapa ada di elo?" buru-buru Kei merampas buku catatan cokelat yang dipegang Aray. Kaget dan terdengar nada sebal. "Lo nggak baca dalemnya kan?" khawatir Kei bertanya kepada Aray yang masih mematung. "Gue udah baca semuanya" jawab Aray singkat. "What????" Kei kaget untuk ke dua kalinya. "Oh My God!!! kenapa lo baca? kan udah gue bilang lo nggak boleh ngebaca buku gue, bahkan nyentuh pun jangan" Kei kesal. "Kenapa? karena perasaan lo ke gue tertuang di buku itu?ha?" Aray memulai mengutarakan hal yang menjadi tujuannya bertemu Kei saat itu. "Hah? maksud lo?" Kei heran.
Aray menarik buku coklat itu dari tangan Kei. Membuka lembaran di mana ia merasa terkejut dengan amat sangat. Matanya tertuju pada bagian akhir kalimat yang ia baca tadi. Tetapi tunggu, kalimat itu belum berakhir.
Rian S, kapan kah kau sadar akan perasaan indah ini? esok kah? lusa kah? atau kau tak akan pernah menyadarinya? biarlah angin sejuk yang akan membisikkanmu...
Aray terpaku. Seluruh syarafnya seolah-olah tiba-tiba berhenti bekerja. Degup jantungnya lebih hebat dari beberapa menit yang lalu. Jadi perasaan itu bukan untuk dirinya? sosok dalam cerita itu bukanlah ia. Rian, ia sadar Kei sering membicarakan laki-laki itu. Selintas teringat bahwa Kei kemarin sore setelah pertemuan mereka di taman kampus ia memilih untuk tetap tinggal di sana, menunggu seseorang. Apakah itu Rian? dan bagaimana dengan bunga kertas itu? apakah Kei juga memberinya untuk Rian? dan tentang argumen itu, mengapa Rian bisa sepaham dengannya? Mengenai cara berterima kasih, bukankah Aray melakukannya dengan mencubit hidung kecil Kei bukan dengan memukul pelan kepala bulatnya? Aah, mengapa Aray terlalu cepat mengambil kesimpulan.
Kei, terbengong-bengong dengan ekspresi Aray. Rasa kesalnya berubah menjadi rasa penasaran yang amat sangat. Aray hanya tersenyum miris kepada dirinya sendiri. Bunga kertas yang ada di genggamannya terjatuh, tersapu angin ke luar pintu rumah, melewati taman, dan terbang entah ke mana. Untuk pertama kalinya Aray jatuh cinta dan patah hati sekaligus pada waktu yang sama.
Bunga Kertas by La Branĉaro on Flickr.
Do It Yourself - DIY
I wanna make things like this again in significant amount so I can share you like everyone sharing to another :)
wish me have so many time to it!!