#BookReview: Manusia itu seperti rumah dengan ruangan yang luas dan jendela yang sempit. Dan mungkin sesungguhnya itu sesuatu yang baik, karena dengan begitu kita tidak akan berhenti saling memberikan kejutan satu sama lain. (hal. 311) Semua masalah yang dihadapi Simon bermula saat ia lupa log out akun e-mail-nya di komputer umum di sekolah. Martin yang menggunakan komputer setelah Simon menskrinsyut e-mail tersebut dan menggunakannya untuk 'memeras' Simon. Martin yang seorang badut kelas --konyol dan tidak populer--ingin dijodohkan dengan Abby --gadis sempurna-- dengan bantuan Simon. Kalau Simon menolak, Martin akan membocorkan rahasia ke satu sekolah, bahwa sebenarnya Simon adalah seorang... gay. . Uh-oh! Terpaksa Simon membantu Martin mendekati Abby. Lalu ia juga masih menghadapi keluarganya: apa ia akan mengaku kalau dirinya gay? Apa ia juga akan mengatakan terus terang keadaan dirinya pada sahabatnya? Berkata terus terang, "Aku gay lho" takkan pernah bisa mudah. Simon vs The Homo Sapiens Agenda karya Becky Albertalli adalah novel yang bagus. Konfliknya mengangkat tentang pencarian jati diri remaja, konflik dengan keluarga; orang tua dan saudara, permasalahan dengan sahabat dan teman satu sekolah, dan juga cinta. Simon jatuh cinta pada Blue--sebuah nama samaran dari kawan satu sekolahnya yang ia tak tahu siapa. Dan, Blue tentu saja... cowok. Simon kerap berbalas e-mail dengan Blue, yang kemudian membuatnya diperas Martin karena mengetahui orientasi seksual Simon. . Novel worth to read. Setidaknya Sobat KlipingSastra jadi mengerti, bahwa tak elok menilai seseorang hanya dari permukaannya tanpa tahu permasalahan dan pergulatan batin yang dihadapinya setiap hari, sepanjang waktu. . "Simon Vs The Homo Sapiens Agenda" Penulis: Becky Alvertalli Jumlah halaman: 323 Cetakan pertama: Desember 2016 Penerbit: Spring Rating: āāāā 4/5 untuk ide dan keseluruhan cerita, tapi jadi āāā 3,5/5 karena ada terjemahan yang letter-leg tanpa turut menerjemahkan konteks. #SimonVsTheHomoSapiensAgenda #bookstagram #review #books #novel #bookswarm (at Jl. Gejayan, Jogja)