Sebagai #penumpang #bismania biasa, Pertama mengenalnya akhir tahun #80-an sbg #bumel #biru dg nama PO #sumberkencono trayek #Suroboyo #Madiun #Solo PP. Bis lain biasanya masuk terminal Madiun ngetem setengah jam, sopir re ngopi lan leren. Bis ini, turun naik penumpang langsung gas pol rem pol lanjut meluncur ke tujuan. Penumpang lain mulai beralih pada nya karena cepet ga pake ngetem itu. Pesaing lamanya PO #Hasti. Tahun #90an , memperpanjang trayek sampai #Jogja. Walau sering diintimidasi bumel lokal Solo Jogja, tetep jalan terus. Hanya berani menaikkan penumpang di dalam terminal Solo, #Klaten dan Jogja. Klo ketahuan menaikkan di pinggir jalan, bisa pecah semua kacanya. Sbg penumpang, ada #sensasi tersendiri naik bis yg diintimidasi bis2 lain. PO Hasti dah ga keliatan lagi. Akhir #99an melihatnya sdh mengaspal sampai #Semarang dg nama #SumberRahayu warna tidak dominan biru saja, ada #merah nya. Klo musim hujan, #Ngawi banjir luapan #BengawanSolo trayek berubah jadi Madiun #Ponorogo #Wonogiri #Sukoharjo Solo Sekarang di #2020 dari Cak @MandorSR tertulis trayek sampai #Cirebon cuss #Kuningan Tahun depan mungkin bisa dilihat hingga #Jakarta #Merak. Tersambung tol Surabaya Solo Semarang #Cikampek membuka banyak peluang bis bumel #AKAP termasuk peluang penumpang yang merantau di Jabar untuk reuni dg bis fenomenal tsb Piyeee isih penak jaman Mbah Petrus . . . :) https://www.instagram.com/p/CB0CNmNhu7a/?igshid=5vqushbdkl06












