Liam Rosenior Minta Waktu, Bandingkan Dirinya dengan Guardiola dan Klopp
Infoterviral.com – Pelatih Liam Rosenior minta waktu, lalu akhirnya angkat bicara setelah Chelsea kembali menelan hasil buruk. Kali ini, mereka kalah telak 0-3 dari Manchester City pada lanjutan liga, Senin (13/4/2026).
Hasil tersebut semakin memperburuk tren The Blues. Dalam enam pertandingan terakhir, Chelsea hanya meraih satu kemenangan. Bahkan, kemenangan itu pun diraih saat menghadapi tim kasta bawah, Port Vale, di ajang piala domestik.
Karena itu, tekanan terhadap Rosenior pun meningkat drastis. Namun demikian, ia menegaskan bahwa dirinya membutuhkan waktu untuk membangun tim yang kompetitif.
Liam Rosenior Minta Waktu Bandingkan Situasinya
Rosenior tidak ragu membandingkan situasinya dengan pelatih top seperti Pep Guardiola dan Jürgen Klopp. Menurutnya, kesuksesan tidak datang secara instan.
Ia menjelaskan bahwa bahkan pelatih berpengalaman sekalipun membutuhkan waktu untuk membentuk tim sesuai filosofi mereka. Oleh sebab itu, ia berharap publik bisa memberikan kesempatan yang sama.
“Saya percaya, dengan waktu yang cukup, Anda bisa menciptakan sesuatu yang istimewa,” ujar Rosenior.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa dirinya baru mulai bekerja pada Januari. Jadi, proses adaptasi masih berjalan hingga saat ini.
Akui Tanggung Jawab atas Performa Buruk
Meski meminta waktu, Rosenior tetap menunjukkan sikap tanggung jawab. Ia tidak mencari alasan atas hasil buruk yang didapat timnya.
Sebaliknya, ia secara terbuka mengakui bahwa performa tim, terutama di babak kedua, masih jauh dari harapan. Ia menyoroti kurangnya konsentrasi serta kepercayaan diri pemain saat menghadapi tekanan.
“Kami tidak cukup baik. Kami gagal mengontrol permainan dan terlalu mudah kehilangan momentum,” katanya.
Lebih lanjut, ia menilai masalah utama terletak pada mentalitas. Ketika tim mengalami kemunduran, para pemain belum mampu bangkit dengan cepat.
Baca Juga : Chivu Sindir Allegri dan Conte, Inter Tetap Kejar Target Tinggi
Chelsea Harus Segera Bangkit
Situasi ini jelas tidak ideal bagi Chelsea. Selain hasil buruk, posisi mereka juga semakin menjauh dari zona Liga Champions. Oleh karena itu, setiap pertandingan ke depan menjadi sangat krusial.
Rosenior pun menegaskan bahwa timnya harus segera berbenah. Ia ingin para pemain meningkatkan kebiasaan positif serta memperkuat karakter di lapangan.
Di sisi lain, jadwal berat sudah menanti. Chelsea akan menghadapi Manchester United dalam laga berikutnya. Pertandingan tersebut bisa menjadi titik balik atau justru memperdalam krisis.
Jika ingin menyelamatkan musim, Chelsea tidak punya banyak pilihan selain segera bangkit. Namun demikian, semua itu kembali pada seberapa cepat Rosenior mampu membawa perubahan nyata.