Heibogor.com - Proses lelang megaproyek tahap 3 Stadion GOR Pakansari Kabupaten Bogor yang diumumkan pada Jumat (22/05/15) terus berpolemik dan mengundang sorotan berbagai pihak, khususnya masyarakat Kabupaten Bogor.
Seperti Muhamad Adyasa, warga Kecamatan Dermaga sebagai masyarakat Kabupaten Bogor dan pecinta Persikabo mengaku kecewa dengan adanya permasalahan tersebut, menurutnya hal itu akan menjadi kendala majunya persepakbolaan di Kabupaten Bogor.
“Ya bagaimana Stadion Persikabo yang sekarang sudah tidak layak, sekarang masyarakat sudah digembirakan dengan pembangunan stadion baru yang megah, katanya kemarin tahap kedua bermasalah sekarang lihat di berita-berita pembangunan tahap ke 3 katanya ada masalah lagi. Ini bisa menganggu persepakbolaan di Kabupaten Bogor," kata Muhamad kepada heibogor.com, Senin (25/05/15).
Ahmad berharap, pemerintah benar-benar membangun jangan memanfaatkan kepentingan masyarakat untuk kepentingan pribadinya. “Ya kami harap pemerintah benar-benar membangun untuk masyarakat dan untuk prestasi Kabupaten Bogor," harapnya.
Kejanggalan proses lelang mencuat lantaran info pemenang tender sudah diketahui sebelum dipublikasikan melalui web resmi Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ).
Sebelumnya, Direktur Center for Budget Analysis Uchok Sky Khadafi mengatakan hal itu patut disoroti karena dalam prosesnya diduga ada permainan.
“Ini sudah menjadi sorotan publik, aparat berwenang harus responsif, Pemerintah Kabupaten Bogor harus transparansi soal itu, lantaran menyangkut kepentingan umum," kata Uchok kepada heibogor.com.
Megaproyek yang digadang bakal menjadi Senayan kedua itu diduga sengaja dipercepat. Bukan karena untuk memenuhi tujuan pendirian fasilitas olahraga terbesar ketiga di Jawa Barat, namun proses yang sedang dibahas itu dipercepat lantaran diduga adanya intervensi dari sejumlah kalangan berkepentingan.
Mengenai hal itu, Kepala KLPBJ Kabupaten Bogor, Hendrik Suherman tampak tegang saat dikonfirmasi oleh sejumlah awak media, ironisnya sebagai pucuk pimpinan di KLPBJ, Hendrik sempat mengaku tidak mengetahui hal itu.
Namun, pernyataan dari Kepala KLPBJ tersebut kemudian kembali ditariknya dan mengatakan jika pengumuman pemenang tender akan dilakukan pekan depan.
Pengumuman pemenang tender dipublikasi melalui web resmi LPSE KLPBJ pada hari Jumat 22 Mei 2015 sekitar pukul 12.38 WIB. Namun, informasi tersebut sudah beredar sejak Kamis, 21 Mei 2015 sore.