Sunyi
Kesunyian merayap, menelan hati,
Di dalamnya, hanya ada kepedihan yang tak terhenti.
Setiap detik terasa begitu berat,
Seakan dunia berhenti, membisu, dan membekap.
Langit yang tadinya cerah, kini kelam,
Bintang pun enggan bersinar, terbungkus dalam awan.
Di antara malam yang sunyi, aku terperangkap,
Mencari cahaya, namun hanya ada bayang-bayang yang menggapai.
Hati yang kosong, terisi derita,
Menyelam dalam kesendirian yang mencekam.
Setiap helaan napas terasa pilu,
Seperti jarum waktu yang menusuk perlahan, tanpa ampun.
Kesedihan menjadi teman setia,
Mengisi ruang-ruang kosong dalam diri.
Di balik senyum yang terpaksa dipaksakan,
Ada luka yang tak pernah sembuh, terpendam dalam kesunyian yang abadi.















