Tidak perlu dipuji. Hanya cukup untuk tidak menyakiti.
Jagalah setiap tutur yang terucap agar orang lain tak tersakiti. Bergurau ada batasannya.
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from France

seen from United States

seen from France
seen from United States
Tidak perlu dipuji. Hanya cukup untuk tidak menyakiti.
Jagalah setiap tutur yang terucap agar orang lain tak tersakiti. Bergurau ada batasannya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
KETIKA KAUM MUKMININ BERGURAU
(الْ مِزَاحُ) al-Mizah yakni canda tawa dengan orang lain sebagai bentuk kelembutan dan keakraban tanpa menyakiti hingga sampai batas menghina, mengejek, dan merendahkan orang lain (al-Ghamth/Ghamthun-Nas).
Literatur Dakwah Qashr al-‘Ilm – Keutamaan Ilmu & Amal (18 Rabiul Akhir 1437 H | 27.2.’16) Dibolehkan bagi seorang Mukmin untuk tertawa dan bersenda guaru dengan sahabat-sahabatnya, sebab Rasulullah Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam bersenda gurau dengan shahabat-shahabat beliau, sebagaimana disebutkan, Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam bersabda,
يَا ذَا الأُذُنَيْنِ
“Wahai yang memiliki dua telinga.” ~Hadits Shahih (Al-Albani): Riwayat Abu Dawud dalam Kitab al-Adab (no. 5002), at-Tirmidzi (no. 1929), & Ahmad dalam Musnadnya, ini adalah canda Rasulullah kepada Anas Radhiy-Allaahu-‘Anhu
Rasulullah Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam terkadang bergurau dengan keluarga, para Shahabat Radhiy-Allaahu-‘Anhum dan selainnya, namun tidak berkata di dalamnya selain kebenaran, melakukan ta’ridh (kalimat bermakna ganda, di mana pendengar memahami makna yang lain dari apa yang dimaksud oleh pembicara) namun tidak berucap di dalamnya selain kebenaran.
Imam Ibn Qayyim al-Jawziya juga menerangkan di dalam Pasal Sebab-Sebab Tawa dalam kitabnya, Zaad-ul-Ma’ad fii Hadyi Khairil ‘Ibad, bahwa beliau Shalallaahu ‘Alayhi Wa Sallam adalah ciptaan Allah ‘Azza Wa Jalla (Mahamulia dan Mahaagung) yang paling fasih, paling indah bahasanya, sangat cepat menuntaskan pembicaraan (tidak bertele-tele), dan manis tutur katanya, hingga ucapannya dapat menyentuh relung hati, serta menawan ruh.
Jika beliau Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam tidak suka sesuatu, niscaya diketahui dari wajahnya. Beliau bukan seorang yang keji, bukan pelaku keji, dan bukan pula orang yang gaduh. Sebagian besar tertawa beliau Shallallaahu ‘Alayhi Wa Sallam adalah senyum, bahkan seluruhnya adalah senyum. Maksimal dari tertawanya adalah tampak gigi-gigi gerahamnya.
Sementara apabila pada diri seorang Muslim didapati sikap yang gemar tertawa/banyak tertawa (ad-Dhahak) niscaya yang demikian itu dapat menyebabkan matinya hati, yakni seseorang itu menjadi sulit untuk membedakan mana yang ma’ruf dan mana yang munkar. Yang demikian itu juga dapat menyebabkan hilangnya wibawa, menunjukkan dirinya lemah dalam pendidikan dan menandakan dirinya jauh dari kesungguhan.
لاَ تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ
“Janganlah engkau memperbanyak tawa, karena sesungguhnya banyak tawa akan mematikan hati.” ~Hadits Hasan: Riwayat at-Tirmidzi & Ahmad dalam Musnadnya dalam kitab al-Jami’ (no. 7435), Sunan Ibnu Majah, Kitab Az-Zuhd (no. 4193)
Yang dimaksud dengan mematikan hati adalah menjadikan hati lalai untuk mengingat Allah ‘Azza Wa Jalla (Mahamulia dan Mahaagung) dan lalai kepada kehidupan akhirat. Dan apabila hati manusia lalai dalam mengingat Allah, maka sesungguhnya kematian lebih dekat kepadanya daripada kehidupan, dan ia pun terlambat dalam menyadari akan keberadaan Pembunuh yang tidak pernah mati, yakni api neraka.
Sumber Kitab:
(1) Zaad-al-Ma’ad fii Hadyi Khairil ‘Ibad, Pasal Senda Gurau, Imam Ibn Qayyim al-Jawziyya.
Sumber Lainnya:
(1) Al-Mizah fi As-Sunnah, Dr. Muhammad Abdullah Walad Karim.
(2) Al-Ilmam fi Asbab Dha’f al-Iman, Husain Muhammad Syamir.
(3) Tatkala Rasulullah Tertawa, Literatur Dakwah Qashr al-‘Ilm.
Inilah Adab-adab Berguran dalam Islam
Inilah Adab-adab Berguran dalam Islam
Ilustrasi
Inforanko.com – Diriwayatkan dari Abu Umamah radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
“Aku akan menjamin rumah di tepi surga bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan meskipun benar. Aku juga menjamin rumah di tengah surga bagi seseorang yang meninggalkan kedustaan meskipun bershifat gurau, Dan aku juga menjamin rumah di syurga yang paling tinggi…
View On WordPress
buka puasa
mom: kiki! ayo buka udah adzan~
me: iya mah'
mom: ini candilnya ki~
me: iya mah, oya gelas kiki yang tadi siang mana mah?
mom: oh udah mamah cuci
me: 😑😅

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming