Tertawa
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Chile

seen from Sweden
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States

seen from Kazakhstan
seen from Russia

seen from United States
seen from Yemen
seen from Malaysia
seen from Japan

seen from Singapore

seen from Malaysia
Tertawa

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Lihat postingan ini… "Ketika Kau Tertawa".
Berbagai macam obat, penyakit dan artikel kesehatan dibahas di blog obat sakit ini
Ketika Kau Tertawa
Sudah tau kecewa, masih bisa kau tertawa.
Sudah tau lelah, masih saja kau gak mau menyerah.
Apa yang yang membuatmu bisa sekuat itu?
Padahal perjuanganmu menaklukkan hatinya ngga kunjung berhasil, masih nihil.
Late post sih tapi pengen nulis aja. Di edisi anak meskipun masih belum bisa ngomong untuk menghibur kita saat sedih, tapi bisa menunjukkannya lewat hal lain.
Jadi suatu malam aku tinggal sendiri sama Shanum di rumah. Posisinya aku sedang nen-in Shanum trus abinya lupa entah ngajak makan atau minta buatin sesuatu. Aku bilang bentar lagi ya karna Shanum lagi nen kan ga mungkin tiba2 aku berhentiin. Trus ga lama pas mau Isya abinya ke kamar lagi dan ngomong kalau abis sholat jamaah akan pergi ke Padang Kaduduak (rumah ortunya) dengan nada ketus (aku nangkapnya gitu). Posisinya saat itu Shanum masih nen.
Udah jam 8an lebih tuh abi Shanum belum pulang juga. Gatau kenapa aku langsung emosional aja ternyata aku bener2 ditinggal berdua aja di rumah sama Shanum. Aku gabisa nahan nangis yang nangis sampai sesegukan sambil peluk Shanum yg saat itu beres nen tapi belum tidur. Sebenernya aku mau berusaha berhenti nangisnya tapi entah kenapa di dada tuh kayak udah numpuk semua hal yg memicu nangis tak tertahankan.
Aku "curhat" tuh ke bayi kecilku. Aku kira dia akan ikutan nangis ya karna kebingunan aminya kenapa. Eh tapi Shanum malah ketawa. Ketawa lucu yang otomatis bikin aku ketawa juga. Seakan2 bayi kecil itu sedang menghiburku dan berkata "ami jangan sedih, ayo ketawa sama Shanum". Abis ketawa aku malah makin nangis. Nangis haru karna MasyaAllah bayi yang kita kira belum bisa apa2 malah bisa dengan caranya sendiri untuk menghibur kita. I feel so blessed.
Aku nangis lagi kan tuh trus Shanumnya ketawa lagi makin gemes. Ya Allahhh berilah kesehatan kepada bayi kecilku supaya bisa selalu membersamaiku dan menemaniku dengan caranya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Maha baiknya Allah yang mempergilirkan sedih dan bahagia. Dan diantara keduanya tidak ada yang buruk, keduanya datang dari Sang Pemberi Terbaik. Seperti dalam [QS An-Najm : 43] :
"Dan bahwasanya Dia (Allah) yang menjadikan seseorang tertawa dan menangis"
Tertawa itu tidak selamanya dan menangis pun tidak selamanya. Seluruhnya ada masanya. Maka tugas kita adalah menemukan hikmah di antara keduanya. Karena dari hal yang menurut kita paling buruk sekalipun, ada sesuatu yg besar yg hendak Allah belajarkan untuk diri kita jika kita mau memahami.
Ruang Tawa
Begitu banyak sesak yang menghampiriku
Rasanya seperti tertimpa tumpukan barang
Aku mencoba keluar dan berjalan
Langkah demi langkah ku berjalan
Dan aku menemukan pintu dengan emoticon senyum
Melangkah masuk kedalamnya tapi apakah sungguh hal ini benar?
Aku membuat keputusan untuk memuaskan rasa penasaranku
Ketika masuk ke ruangan tersebut ku menemukan memori jutaan tawa seluruh manusia di dunia
Dada ini pun berdegup kencang
Alhasil kumpulan tawa tersebut menularkanku
Ku melihat langit-langit pada ruangan tersebut terdapat beberapa potongan tawa yang tulus
Hal ini meringankan rasa sesakku
Tawa ini mengikis sesak yg akhirnya menjadi debu
Ruangan ini memberikan kehangatan yang tulus
Seperti sentuhan sunrise matahari yang memelukku
Terima kasih telah mengabadikan jutaan tawa hangat di dunia
Menangis Bahagia atau Tertawa Putus Asa: Harmoni dalam Dualitas Emosional
Di tengah lautan emosi yang mengalir dalam kehidupan, manusia sering kali menemukan diri mereka terjebak di antara dua ekstrem: menangis bahagia atau tertawa putus asa. Dua ekspresi yang begitu berbeda, namun begitu erat terkait dengan dinamika hidup yang kompleks. Mari kita telusuri lebih dalam bagaimana dua perasaan ini berdampingan dalam setiap langkah perjalanan kita.
Menangis Bahagia:
Kadang-kadang, air mata mengalir karena kebahagiaan yang meluap. Itu momen ketika kita meraih impian, mencapai tujuan, atau bersama orang yang kita cintai. Air mata ini adalah ekspresi paling murni dari sukacita yang tak terbendung. Ketika kita menangis bahagia, kita menyadari bahwa kehidupan ini memiliki momen-momen berharga yang membuat semua tantangan dan perjuangan sebelumnya terasa berharga. Itu adalah pengingat bahwa kita hidup, bahwa kita merasakan, dan bahwa kita mampu mencapai kebahagiaan meskipun segala kesulitan.
Tertawa Putus Asa:
Namun, ada saat-saat di mana tawa yang kita dengar adalah bentuk tersembunyi dari keputusasaan yang mendalam. Kita tertawa agar tidak menangis, menghindari rasa sakit yang begitu dalam sehingga hanya bisa diungkapkan melalui gelak tawa yang pahit. Saat kita menghadapi kegagalan, kehilangan, atau patah hati, kadang-kadang satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan tersenyum dan menghadapinya dengan kepala tegak. Tertawa putus asa adalah cara untuk menghadapi realitas yang keras, meskipun hati kita hancur.
Makna Dibalik Perjalanan ini:
Kehidupan adalah perjalanan yang dipenuhi dengan kejutan, tantangan, dan emosi yang meluap. Dalam setiap langkah, kita dihadapkan dengan pilihan: apakah kita akan menangis bahagia atau tertawa putus asa? Namun, mungkin, makna sejati dari perjalanan ini bukanlah dalam pilihan itu sendiri, melainkan dalam bagaimana kita menyikapinya.
Kesimpulan terbesar yang bisa diambil dari perjalanan hidup ini adalah bahwa baik air mata bahagia maupun tawa pahit adalah bagian yang tak terpisahkan dari pengalaman manusia. Mereka adalah dua sisi dari koin yang sama yang membentuk keseimbangan kehidupan. Keduanya mengajarkan kita tentang keteguhan, kekuatan, dan ketahanan. Mereka mengajarkan kita bahwa dalam setiap kesedihan ada kegembiraan yang terpendam, dan dalam setiap kegembiraan ada kebijaksanaan yang tersembunyi.
Maka, saat kita menemukan diri kita terjebak di antara menangis bahagia dan tertawa putus asa, mari kita ingat bahwa kedua perasaan itu membentuk bagian integral dari perjalanan hidup kita. Dan pada akhirnya, mungkin makna sejati dari hidup adalah tentang bagaimana kita merangkul kedua sisi dari medalinya, menemukan kekuatan dalam kerapuhan, dan menemukan cahaya dalam kegelapan. Karena, pada akhirnya, itulah yang membuat hidup kita berharga.