Iya kan? Hingga kita lupa bahwa penilaian Allahlah yang seharusnya di usahakan dan di mampukan

seen from Poland
seen from Poland

seen from Poland
seen from Poland
seen from Poland

seen from United States
seen from United States

seen from Italy

seen from Netherlands
seen from Russia

seen from United States
seen from Tรผrkiye

seen from Malaysia
seen from Iraq

seen from Algeria
seen from China
seen from Japan
seen from United States

seen from Germany

seen from Russia
Iya kan? Hingga kita lupa bahwa penilaian Allahlah yang seharusnya di usahakan dan di mampukan

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch โข No registration required โข HD streaming
Ingatlah, kebaikan bukanlah soal pamrih,
Ia bukan transaksi yang harus dibalas setimpal.
Ketika kau berbuat baik, jangan hitung balasan,
Sebab kebaikan yang sejati tak butuh tanda terima.
Seperti matahari yang menyinari tanpa pilih,
Seperti angin yang menyentuh semua tanpa minta balas.
Kebaikan itu hadir dengan sendirinya,
Dan nilainya tak berkurang meski tak dilihat.
Jangan biarkan hatimu berat karena harapan,
Berbuat baiklah tanpa beban,
Karena di sanalah letak ketulusan yang abadi,
Kebaikan sejati akan menemukan jalannya sendiri,
Meski tak selalu lewat tangan yang kau tolong hari ini.
Saring Sebelum Sharing!
Ucapan=Pisau
Ucapan seperti pisau. Di tangan yang handal, pisau bisa menghasilkan hidangan yang lezat. Tapi di tangan yang salah, pisau justru bisa melukai diri sendiri. Sama halnya dengan ucapan kita, jika kita berbicara yang baik maka akan bermanfaat. Sebaliknya jika kita tidak bisa menjaga lisan, ada kemungkinan ucapan kita bisa melukai orang lain, atau bahkan diri sendiri dan bisa jadi menodai iman kita.
ู ููู ููุงูู ููุคูู ููู ุจูุงูููู ููุงูููููู ู ุงูุขุฎูุฑู ูููููููููู ุฎูููุฑุงู ุฃููู ููููุตูู ูุชู
Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata-kata baik atau diam. (H.R. Bukhari)
Pada akhirnya, setiap harinya kita perlu belajar menjaga lisan, agar tidak ada hati yang merasa tersakiti. Bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati?
Pikiran > Ucapan > Tindakan > Karakter > Kebiasaan > Arah Kehidupan
Pikiran itu seperti bibit, tiap kali anda memikirkan sesuatu, anda memberikan kehidupan pada pikiran itu
Pikiran mempengaruhi ucapan, ucapan menjadikan tindakan, tindakan membuat karakter, membentuk kebiasaan, dan menentukan arah kehidupan.
Jika anda mau apel, anda harus menanam bibit apel. Jika mau jeruk, anda tidak bisa menanam bibit jambu, kaktus, atau jamur. Anda akan memperoleh buah sesuai bibit yang anda tanam.
Dengan kata lain, jika anda berpikir buruk, anda tidak bisa berharap hidup anda akan baik. Jika anda berpikir kalah, anda tidak bisa berharap kemenangan. Jika anda berpikir kurang, tidak cukup, tidak mampu, tidak maju, anda tidak bisa berharap keberlimpahan. Jika pikiranmu buruk, hidupmu juga akan buruk.
Banyak orang tidak menyadari, mereka mengutuk hidup mereka melalui pikiran bahkan perkataan, tindakan, kebiasaan buruk. Saya tidak beruntung, saya tidak bisa membeli rumah itu, saya tidak mampu membayar hutang. Berhentilah mengutuk masa depanmu.
Kadang musuh tidak perlu mengalahkan kita, kita sendirilah yang mengalahkan diri kita sendiri.
Perhatikan apa yang kamu pikirkan, perhatikan apa yang kamu katakan, apa yang kamu lakukan, apa yang kamu jadikan kebiasaan. Apakah kamu sedang memberkahi kehidupan, atau mengutuknya.
Jadilah positif, sejak dalam pikiran. Ucapkanlah perkataan yang baik atau diam. Lakukan amal sholih dan kebaikan. Miliki karakter baik, manusia yang keberadaannya ditunggu orang. Biasakan kebiasaan baik.
Percayalah, bahkan pikiran anda, jika diulang terus, ia akan menjadi kenyataan. Apalagi jika anda ucapkan, lakukan, jadikan karakter, dan dibiasakan.
Tanamlah bibit baik. Berkahi hidup anda. Ramal kebaikan masa depan anda. Maka anda akan memetik hasil sesuai bibit yang anda tanam. Yaitu kesuksesan, keberlimpahan dan kebaikan-kebaikan di setiap detik hidup anda.
Ingat ini! mulai detik ini, anda akan terbiasa berpikir baik, berkata baik, bertindak baik, berkarakter baik, dan punya habit produktif. Tidak ada ruang untuk keburukan pada diri anda.
+++
Referensi :
1. Menyadur ajaran Nabi Muhammad
+ Pikiran baik = Husnudzoon
+ Ucapan baik = Katakan yang baik atau diam (Hadits)
+ Tindakan baik = Amal Sholeh
+ Kepribadian baik = Ihsan
+ Kebiasaan baik = Istiqomah.
2. Hadits Qudsi : Aku sesuai prasangka hambaKu (bahwa Pikiran akan menjadi kenyataan)
3. Penelitian Ilmiah, Jurnal, dan Artikel terkait
4. Buku the Secret dan The power of Positive Thinking
5. Pengalaman penulis dan Testimoni jutaan orang
Akhirnya kamu dipercaya untuk menginjak usia ini.
Perayaan kelahiranmu harusnya tidak dirayakan setahun sekali. Manusia seberharga kamu layak untuk dirayakan setiap hari.
Terima kasih sudah berani bermimpi, berani menjadi diri sendiri dan sering mengorbankan diri.
Tidak masalah jika menurutmu kamu tertinggal.
Tapi setidaknya kamu sudah berani membuat jalanmu sendiri.
Bukankah waktu selalu punya tempat untuk kita isi?
Dan detik selalu tahu, di detak keberapa dia menghentikan waktu.
Selama belum sampai pada saat itu, kamu masih punya kesempatan melanjutkan perjalananmu.
Selagi kamu bisa berjalan, berjalanlah.
Meski lamban, percaya saja sama kakimu sendiri, dia pasti akan mengantarmu sampai ke tujuan.
Semangat ya!
Selamat membenahi diri menjadi lebih baik.
Iโm so proud of you. Iโm happy for your growth and progress.
Semoga segala mimpimu segera terwujud.
Mungkin ga sekarang, tapi nanti.
You almost there..
Sekali pun aku tidak ada di dekatmu, kamu harus tau, aku selalu ada bersama banyak โaamiinโ yang kau terima hari ini.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch โข No registration required โข HD streaming
Di saat orang-orang menangis terharu menyampaikan ucapan selamat hari ibu, aku juga menangis, menangis iri melihat orang-orang itu.
Terimakasih
Terimakasih sudah mau menerima kekuranganku. Terimakasih sudah sabar menghadapiku, kecerobohanku, ketidakbecusanku, ketidakpekaanku. Terimakasih sudah mau mencintaiku, meski banyak sekali hal-hal yang masih harus kuperbaiki.
Aku tau, kamu sesekali kesal padaku, tapi hatimu mudah sekali memaafkan. Terimakasih.. kamu selalu berusaha mengerti keadaanku.
Terimakasih sudah menghargai masakanku meski aku tak tau rasanya seperti apa buatmu. Terimakasih untuk selalu mengingatkanku supaya berhati-hati ketika memasak. Terimakasih untuk tidak membentakku ketika beberapa barang tak sengaja kurusakkan. Terimakasih sudah membelikanku mesin cuci, supaya tanganku tidak lecet lagi. Terimakasih untuk selalu ada dan menghibur, ketika aku sakit.
Aku sungguh beruntung memilikimu. Kamu yang selalu rendah hati, tulus dan baik hati. Membuat hatiku yang keras iniโyang bebal, tidak suka diatur dan dibatasi, akhirnya luluh di hadapanmu.
Aku tidak mencari seseorang yang kaya raya juga terpandang di hadapan manusia. Aku mencari seseorang yang bertanggung jawab dan bersungguh-sungguh.
Atau kalau kamu sering merasa minder hanya karena aku lebih berilmu (agama) darimu, bagaimana bisa? Allah memandang dan membedakan derajat manusia saja, berdasarkan takwanya. Lantas, siapa yang tau takwa seseorang di hatinya kalau bukan Allah?
Semua manusia pada awalnya sama. Ya, sama-sama tidak tau dan tidak berilmu. Itulah mengapa wajib bagi kita untuk terus menuntut ilmu. Tidak akan berhenti sampai ajal kita tiba.
Ada yang lebih mulia dari seseorang yang berilmu, yaitu seseorang yang baik akhlaknya, terutama pada keluarga. Akan lebih baik lagi apabila dihiasi dengan ilmu juga. Tentu aku mencari orang sepertimu, yang selalu ingin berbenah dan punya semangat belajar yang tinggi.
Kalau kamu bertanya lagi mengapa aku memilihmu, maaf aku selalu tertawa dan tak bisa menjawabnya. Sedari dulu, aku selalu berdoa pada Ia supaya ditunjukkan mana yang baik dan tidak baik untuk dunia dan agamaku. Hingga akhirnya, takdir itu membawaku padamu.
Saat ini, saat aku mulai sedikit demi sedikit mengenalmu, sampai aku perlahan mengerti, mengapa aku memilihmu. Iya. Aku membutuhkanmu, begitu pula kamu yang juga membutuhkanku.
Terimakasih.. untuk tidak lelah mengajakku pada kebaikan
Terimakasih.. sudah mau banyak belajar untuk dirimu sendiri, juga agamamu
Terimakasih.. sudah berkenan saling mengingatkan
Terimakasih.. sudah memberi ruang tumbuh untukku
Aku belum tau, ujian seperti apakah yang bertandang di depan nanti? Kini, aku hanya berdoa, semoga Allah selalu menguatkan langkah ini
Jangan lupa ucapkan terimakasih, kepada orang-orang yang kamu cintai saat ini
Buntok, 3 September 2021 | Pena Imaji
ucapan
mungkin memang tidak ada batasan yang jelas antar manusia. tidak ada yang benar-benar paham mengapa sesuatu menjadi penting bagi manusia satu namun sepele bagi manusia lainnya.
kemudian saat ada peristiwa, manusia punya pertimbangan untuk menyampaikan rasa atas apa yang terjadi. malangnya, ada manusia yang tidak sepakat dengan hal yang dianggap jamak. lalu merasa enggan untuk menjadi bagian dari peristiwa.
dan, ya mungkin, tidak bisa memaksa manusia untuk berbagi rasa. bahkan dalam hal yang sesederhana ucapan. dan mungkin juga, tidak mengucap bukan berarti tidak merasakan.
rumit memang.