anak-mu
Dulu kami bertiga dirumah. Sekarang sudah berdua. Rumah yang dibasahi hujan, cahaya yang redup, kabut juga. Layar itu hanya kedok, klasik.
Ku melihatnya, duduk terpaku menghadap layar tv. Tatapannya kosong, aku tahu pikirannya melayang jauh, jauh dari sini. Ku berfikir sejenak, berusaha mengendalikan suasana.
Ku buka galeriku, ku pamerkan foto pencitraan ku kepadanya. Foto yang kurakit, ku rekayasa senyata mungkin. Malang sia sia.. Dia hanya menoleh, melihat hanya singgah. Lalu pandangannya kembali ke layar tv.
Yasudahlah..











