البراء
Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung.
(Al-Mujadilah : 22)
Orang mukmin yang benci terhadap orang kafir, Allah ﷻ anugerahi mereka dengan ridhaNya, Allah ﷻ ridha pada mereka dan mereka ridha pada balasanNya. Merekalah hizbullah, para penolong agama Allah. Sedang orang kafir adalah hizbusy syaithan, jamaahnya dan penolongnya syaithan.
Permasalahan ini tidak mengonsekuensikan pemutusan hubungan dengan orang kafir. Pergaulilah mereka dalam perkara duniawi dengan ma'ruf, dengan baik.
1. Walau benci, kita tetap wajib ajak mereka kepada Allah ﷻ dengan lembut. Jangan kita tinggalkan.
2. Tidak dilarang mengambil siasat, berbuat baik untuk kemaslahatan, karena belum mampu untuk berperang. Tapi tidak dilakukan secara terus-menerus (berkelanjutan).
3. Tidak mengapa membalas kebaikan mereka. (Al Mumtahanah : 8). Allah ﷻ cinta orang-orang adil.
4. Wajib berbakti pada orang tua yang kafir sebagai balasan atas kebaikan mereka. Namun tidak boleh taat dalam kekufuran. (Luqman : 14-15)
5. Diperbolehkan jual beli dengan mereka.
6. Tidak dilarang menikahi perempuan ahli kitab yang menjaga kesuciannya dan tidak dilarang makan sembelihan orang kafir.
7. Boleh menghadiri undangan mereka selama tidak berhubungan dengan agama mereka.
8. Berbuat baik pada tetangga walau ia kafir, karena itu hak tetangga.
9. Tidak boleh menzhalimi mereka. Allah ﷻ memerintahkan untuk berbuat adil (Al Maidah : 8).
Faidah kajian Syarah Al Ushul Ats Tsalatsah bersama Ustadz Galih Suarsa حفظه الله تعالى














