A: Tuan, saya ingin bangun sekolah...
B: untuk apa?
A: untuk mereka yang tidak mampu bersekolah, untuk mereka yang terbatas biaya dan malu berguru.
B: mereka mana yang kamu maksud?
A: mereka, Tuan. Mereka yang Tuan remehkan di setiap kali Tuan menaiki mobil Mercedez. Mereka yang Tuan abaikan setiap kali meminta di balik gerbang rumah Tuan yang halamannya saja jauh sekali.
B: apa urusanmu dengan mereka?
A: banyak Tuan. Saya ingin berniaga dengan pemilik mereka
B: jelaskan arah bicaramu!
A: Tuan, sudikah Tuan membantu? Jika tidak, Tuan tidak berhak membentak saya. Pun jika iya, saya tak merasa sudi Tuan bentak.
A: begini saja Tuan, lepaskan saja saya. Izinkan saya hidup sebagaimana saya ingin hidup.
B: bagaimana jika aku tak mengizinkan?
A: saya akan tetap hidup dalam kehidupan Tuan dengan membawa misi saya. Lantas saya mohonkan pada Tuhan Tuan, semoga hati beku milik Tuan IA lelehkan.
B: Baik. Begitu saja. Terus di sini memahamkan hingga aku jenuh dan berputar menujumu. Sebab aku benci merasa kehilangan.












