Day 21 : Write About Love
Cinta.
Berbicara tentang cinta, banyak yang bilang:
1. Cinta itu buta
Hahaha gue pikir ada benarnya.
Saat jatuh cinta pada seseorang, kita sebenarnya sadar ga sadar, mengetahui bahwa orang yang kita cintai mungkin memiliki prinsip yang bertentangan dengan kita. Tapi karena cinta yang sedang bertumbuh atau bahkan sedang menggebu-gebunya (re: sedang sayang-sayangnya), itu semua seakan tidak terlihat dan bukan apa-apa. Hahaha
Gue pun gitu sih. Makin ke sini liat mantan pacar, kok dulu gue mau sama dia ya, kok betah yaa, kok bisa bucin ya. Wakakaka jahat ga?
Ga ah, masih jahatan mantan. LOL
Kalau nanya sama temen, “Bet, kok dulu gue bisa sama dia sih?” paling dijawabnya gini
“Baru sadaaaaar?!” hahaha
Ya sudahlah yaaa. Yuk sekarang, kalo lagi jatuh cinta. Jangan terlalu buta yuk. Yang normal-normal ajaa. Yang dulu-dulu cinta monyet, maafin yaa, cintaku masih buta ternyata. Wakaka sekarang kan udah lebih pinter, ga buta-buta banget. Lebih rasional.
Cinta ya cinta, tapi ga pake buta, bisa kan? (ngomong sama diri sendiri)
2. Jangan jatuh cinta sama orang lain, kalau kamu ga cinta sama diri sendiri
Ini juga ada benarnya. Sering ketemu ini di quotes.
Kalau kita ga cinta sama diri sendiri, gimana bisa cinta sama orang lain? teorinya gitu. Kalau masih ga menyayangi, mencintai dan membenci diri sendiri, nantinya akan mudah membenci orang lain, dan sulit menyayangi, mencintai, memaafkan orang lain.
Kalau diri lo sendiri udah penuh dengan cinta, lo baru bisa membagikan cinta yang udah tumpah-tumpah itu ke orang lain. Hahaha tumpah dong.
Mencintai diri sendiri disini bukan narsis yaaa. Lebih ke aware dan bisa jaga diri sendiri. Kalo lo sayang sama diri lo, lo pasti akan menjaga diri lo dengan baik dong. Dengan merawat diri lo sendiri, tidak melukai diri sendiri, ya sejenisnya lah.
3. Mencintai dan membenci memiliki ruang yang amat tipis
Kalau ini kata gue sih, bukan kata orang-orang. Menurut gue, kalau lo udah mulai bisa merasakan cinta sama seseorang. Benar, cinta lo akan tumbuh setiap harinya, apalagi kalau dipupuk ya kan (jangan pake pupuk kompos, jangan juga pake pupuk bayi. hehe popok). Akan bisa banget, berpotensi banget buat lo benci sama orang itu. Akan sangat bisa.
Hal yang menyakitkan adalah ketika mengetahui orang yang lo cintai membuat kesalahan kan? jangankan membuat kesalahan, dia berbuat sesuatu yang sebenernya ga salah aja, tapi kalau itu ga sesuai ekspektasi lo, lo akan merasa kecewa kan? ujungnya sakit hati, benci.
Sebaliknya, ketika lo terlalu membenci seseorang, akan ada pada titik lo secara ga sadar ingin tahu keseharian orang yang lo benci, update-an dari dia. Ini konteksnya ga selalu pacar ya, siapa pun sih. Lah kan haters adalah lovers yang tersembunyi. Banyak kan kejadian yang awalnya benci malah jadi ngefans, kagum, suka, sayang, cinta?
Dari situ, ternyata benci dan cinta kalau lewat dari batas kadar normalnya, bisa berubah loh. Gue pribadi juga selalu berusaha untuk ga kelewat batas. Ga benci-benci banget, ga cinta-cinta banget.
Pertanyaannya gini: Bisa ga ngatur hati buat ga cinta banget? Haha
Yuk bisa yuk











