#7DaysOff
Sejak SMA saya sudah terbiasa untuk merantau dan hidup jauh dari keluarga. Dulu SMA di MAN Insan Cendekia Gorontalo dan saat ini sudah tahun ketiga kuliah di Universitas Brawijaya Malang.
Sebagai anak rantau, tentu momen pertemuan dengan keluarga merupakan hal yang jarang dan bernilai ‘mahal’. Paling dalam setahun cuma 1 atau 2 kali. Tapi kadang ngerasain waktu pertemuan yang terbatas itu masih belum bisa melepas rasa rindu. Ternyata salah satu kuncinya pada penggunaan medsos yang kata banyak orang “menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh.”
Akhirnya dalam liburan singkat 10 hari ini, saya milih #7DaysOff Handphone, termasuk WA, line, IG, dll. Akhirnya saya sadar banyak hal baru, dan mungkin di antara sekian banyak liburan sejak merantau, liburan paling singkat kali ini yang paling mengesankan dan mengajarkan banyak nilai.
Ternyata ketika saya off medsos, tidak ada orang-orang yg kehilangan ataupun urusan yang akhirnya terlalaikan.
Akhirnya saya bisa merasakan betapa selama ini ada keluarga yang benar-benar dekat tapi kita terlalu sibuk menjaga hubungan dengan teman yang pada akhirnya juga bakal berganti setiap episode dalam hidup kita. Sementara keluarga, sejauh apapun kita pergi, mereka akan selalu ada dan menerima kita apa adanya.
Akhirnya saya semakin dekat dengan adik. Akhirnya saya semakin paham betapa baik dan sayangnya orang tua terhadap anaknya. Dan betapa momen kebersamaan dan berkumpulnya itu sungguh sangat mahal.
Dalam diskusi dengan beberapa orang yang sudah sukses dan kaya. Ternyata salah satu hal yang mahal, seandainya bisa dibeli, yakni kesempatan bersua dengan keluarga.
Kita gak pernah tau menjadi apa kita ke depan. Atau mungkin takdir dan ketetapan Allah atas diri kita seperti apa. Tapi selagi ada kesempatan, mari maksimalkan kesempatan birrul walidain dan berbakti kepada orang tua.
Selagi ada kesempatan, bagi yg masih liburan dan bersama keluarga. Segera simpan handphonemu dan nikmati momen terbaikmu.











