318 hari berlalu, apakah aku bahagia?
Ah, tapi rasanya tujuan pernikahan memang bukan sekadar untuk bahagia. Kok bisa?
Nyatanya, dalam pernikahan akan selalu ada kecewa. Dari kecewa level 1 sampai level 100. Haha.
Kenapa kecewa? Karena kita terlanjur menggantungkan harapan pada pasangan. Terlanjur percaya bahwa dia bisa memenuhi hal² yang kita inginkan. Terlanjur menuntut perhatian, pengertian, atau hal-hal lain yang mungkin memang belum ada dalam diri pasangan.
Kuncinya bertahan? Yap. Komunikasi. Tapi bahkan setelah dikomunikasikan, tak jarang kecewa yang sama masih berulang. Dan mungkin, memang begitu prosesnya.
Jadi, apakah 318 hari ini berisi kecewa? Gak juga dong! Ada banyak bahagia di setiap harinya. Ada senyum, tawa, dan segala suka yang mungkin justru sering luput terhitung.
Jadi, 318 hari ini bukan tentang seberapa bahagia atau kecewa. Tapi tentang seberapa banyak belajar.
Belajar memahami bahwa pasangan bukan manusia yang akan selalu memenuhi semua harapan kita.
Belajar mengomunikasikan apa yang kita butuhkan, tanpa menuntut ia menjadi seseorang yang bukan dirinya.
Dan yang paling penting, belajar mengelola harapan.
Karena mungkin, pernikahan bukan tentang menemukan seseorang yang membuat kita bahagia setiap hari. Tapi tentang menemukan seseorang yang bersamanya kita mau terus belajar, bahkan di hari-hari ketika kita kecewa. 🤍
Tersadar bahwa sudah 10 bulan 15 hari bersama. Serasa baru kemarin:")













