Orang-orang baik, sholih, sholihah, ketika kembali kepada-Nya selalu membuat iri orang-orang yang ditinggalkannya. Iri dengan caranya menjemput kematian dengan begitu baik, dengan cerita-cerita kebaikannya yang kebanyaka baru terungkap setelah ia tiada, dan karya-karyanya yang tetap hidup. Lalu bertanya kepada diri sendiri, kelak ketika waktunya tiba seperti apakah proses kematian yang terjadi pada diri? Pertanyaan ini setidaknya menyadarkan bahwa mencapai cita-cita meninggal khusnul khatimah itu tidak terjadi dalam sekejap, tapi ada proses panjang menujunya.















