"Ku beri satu permintaan!"
Baba terbengong. Bisa-bisanya ada makhluk asing yang muncul dari botol yang ditemukannya di tepi pantai. Menawarkan satu permintaan pula! Ini iklan?
Baba makin pusing. Maksud hati ingin seperti anak indie, menikmati senja sendiri di tepi pantai saat pandemi begini. Berharap bisa bertemu belahan hati, yang ada malah bertemu jin sakti.
"Kok cuma satu, sih, Om Jin? Biasanya di dongeng-dongeng ngasihnya tiga permintaan." Baba protes. Dasar kemaruk.
"Lho, masih mending aku mau. Apalagi buat kamu! Yang nongkrong di pantai cuma berharap dianggap edgy."
Idih. Dasar jin sok gaul. Kayak ngerti aja apaan itu edgy.
Eh, Baba tiba-tiba dapat ide.
"Oke, satu permintaan dari aku," Baba tau dia terkadang bisa jadi sangat pintar. "Aku ingin Om Jin mengabulkan 1000 permintaan aku selanjutnya!"
Benar-benar, Baba gak mau rugi.
Om Jin mendelik, "Sopankah begitu? Tidak seperti itu, ya, cara mainnya!"
"Kok gitu? Katanya satu permintaan..." Baba murung. Padahal dia sudah yakin permintaan itu jenius. Tidak ada yang punya cara berpikir seperti dia, termasuk si Aladin dari Negeri 1001 Malam.
"Satu. Cukup satu, Baba. Jangan serakah. Heran, deh, dengan manusia. Dikasih satu, nyari akal mulu buat dapat 1000." Om Jin mengomel sambil duduk di samping Baba. Capek juga ternyata. Maklum, Om Jin udah hidup ribuan tahun.
Baba mikir keras. Apa, ya, yang paling diinginkannya saat ini, yang benar-benar dibutuhkannya...
"Baiklah." Baba sudah memutuskan. Oh, dia tau permintaan ini tak kalah jenius. "Aku ingin pandemi ini segera berakhir, agar kehidupan bisa kembali berjalan normal!"
" Sontoloyo!" Om Jin langsung berdiri. Wajahnya kesal mampus. Jari telunjuknya mengarah pada Baba.
"Kamu gila, ya? Pandemi ini berakhir? Gimana caranya? Hah??"
Lha, Om Jin malah nanya Baba. Kalau Baba tau, dia gak bakal minta ama Om Jin nan Sakti ini.
"Bodo amat, ya, Baba! Mending aku balik lagi ke dalam botol dari pada mengabulkan permintaan kamu itu! Dasar gila!"
Om Jin masuk ke dalam botolnya tadi. Baba masih bengong, berusaha mencerna kenapa jin ini mengomeli dia.
"Dan jangan coba-coba panggil aku lagi!" Baba tersentak, Om Jin keluar dari botolnya. "Aku tak sudi!" dan masuk kembali ke dalamnya.
Botol yang sedari tadi tergeletak di samping Baba menggelinding ke dalam laut dan hanyut terbawa arus.
Gila. Baba masih gak ngerti. Kenapa tiba-tiba Jin ini muncul, menawarkan satu permintaan, tapi saat dia meminta malah diomeli? Salah Baba apa? Emang sulit banget, ya, menghentikan pandemi ini? Baba jadi makin murung. Dia, kan, ingin bisa berkumpul tanpa rasa takut lagi.
Ps: Tulisan sebelumnya sudah pernah ditulis di instagram pribadi aku.