“tidak ada yang lebih pahit dari berharapnya manusia kepada selain Allah” (Aa gym)
Manusia memang merupakan makhluk sosial sudah qodratnya membutuhkan antar sesama. Menurut sosiolog, manusia adalah “homo homini sosius” atau dengan istilah lain, “zoon politicon”. Artinya, sebagai manusia kita tidak mungkin untuk hidup sendirian. Untuk dapat menjalani hidup, kita membutuhkan manusia lainnya. Karena manusia sejatinya saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya.
Namun demikian, hal ini bukan berarti kita bergantung kepada manusia atau orang lain dalam menjalani hidup. Tempat bergantung kita satu-satunya tetap Allah. Dengan ikatan janji suci, syahadat tauhid, kita berarti meengakui bahwa hanya Allah lah tempat bergantung, karena Dia ah Tuhan Yang Maha Kuasa. Atau mungkin lebih tepatnya ketergantungan kita pada sesama hamba harus memiliki batas dan mengingatkan diri bahwa sehebat, sebisa, dan sekuat apapun hamba tersebut tetap tidak bisa terjadi jika tanpa IzinNya.
Hm, kalau di renungkan kembali ada berapa kekecewaan yang pernah hadir akibat bergnatung kepada manusia?? Saya sendiri akan menjawab sangat banyak. Tapi perlahan menyadari bahwa sejatinya manusia tidak memiliki daya kekuatan apapun kecuali atas izin Allah. Artinya otoritas tertinggi atas daya kekuatan tetap pada Allah. Lalu bagaimana bisa kita bergantung kepada orang lain, padahal orang itu itu juga tidak dapat bergantung kepada dirinya sendiri?
Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan, “Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap kepada manusia.”
Maka sangat tidak pantas bagi seorang makhluk untuk meminta perlindungan selain kepada Sang Khalik. Sebagaimana Allah berfirman :
“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui” (QS. Al-Ankabut : 41).
Jika kita mengharap kepada manusia, kalau dia pergi maka akan ada rasa kecewa. Akan tetapi kalau kita hanya berharap pada Allah, Rabb tidak akan pernah pergi dari hambaNya yang mau berharap kepadaNya.
Yogyakarta, Januari 24 th 2021















