Aku tidak pernah bertanya kepada Tuhan, kenapa kamu dilahirkan di dunia ini. Yang pasti aku tau kamu ada karena aku juga ada.
Rela mencintai dirimu setiap harinya, sambil mengucap permohonan, cerita, dan harapan; semoga esok hari, kamu tetap di sini, semoga nanti, kita berdua akan bahagia bersama, demikian rangkaian kata yang aku lafalkan setiap saat.
Aku tidak pernah bosan, meski harus mengulang hal yang sama setiap harinya–jatuh cinta padamu.
Selamat ulang tahun, sayang; tempat segala keindahan duniaku berkumpul. Usia hanyalah masalah angka, aku tetap menginginkanmu, tetap mencintaimu seperti pertemuan itu.
Selamat ulang tahun, sayang. Jangan tiup lilinnya, biarkan ia padam sendirinya. Sama seperti aku yang membiarkanmu paham bahwa aku bersamamu, hingga aku tak mampu lagi.
Selamat ulang tahun, sayang. Aku tak akan menghadiahkanmu sebait puisi indah, karena aku tau kamu lebih indah dari itu. Tidak juga kuhadiahkan barang-barang mewah, karena aku tau kamu lebih berharga dari apapun itu.
Selamat ulang tahun, sayang. Terimalah sekeranjang doa, sekotak cinta, sebungkus rindu, dan sekantong bahagia yang sudah aku ramu untukmu. Dalam pesta kecil ini, aku ingin merayakannya bersamamu saja. Cukup kita saja.
Selamat ulang tahun, sayang. Selamat mendewasa. Izinkan aku membuat bahagiamu jauh lebih sederhana; karena aku menyayangimu.
This is for you, bungadesembers. Kudoakan lelaki kesayanganmu selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan yang tak berkesudahan, segala harapan dan doa juga terwujudkan. Have a year better!