3:54
Penuh.
Mungkin itu yang sedang terjadi di dalam isi kepala. Kadang berpikir, mungkin harusnya tidak usah dipikirkan, mungkin sebaiknya dibiarkan saja dan let it flow. Tetapi apa mungkin harusnya seperti itu? Sebagai perempuan dan anak pertama, kadang ada beberapa kondisi yang mengharuskan diri ini punya planning dan goal yang betulan pasti. Makanya, ketika belok sedikit pusingnya jadi tidak karuan. Sedangkan suami, tipe yang santai dan pemikirannya dinamis (untuk beberapa kondisi). Walaupun kenyataannya memang jodoh itu barangkali cerminan diri dan bukan tanpa izin Allah kenapa kami dipersatukan. Salah satunya mungkin memang untuk mengisi kekosongan itu. Ya kan?
Semenjak melahirkan dan menyusui tengah malam, kadang jadi tidak bisa tidur lagi sedangkan aktifitas esok hari tetap harus dilakukan. Enggak mungkin juga tidur terus-terusan kan? Berdoa semoga selalu dikuatkan dan dikelilingi orang baik yang mau bantu urusan rumah atau sekedar dititipkan Arata sebentar.
Pada akhirnya semua yang terjadi pasti atas izin Allah kan? Kenapa masih takut dan tidak percaya dengan Allah yang Maha Besar, Nad?
Seiring amanah yang bertambah, begitu pula kekhawatiran dan kegelisahan pun ikut bertambah. Tapi pada akhirnya alhamdulillah biidznillah tetap bisa terlewati loh. Kenapa harus takut? Bismillah ya, Nad.
Sabar. Insyaa Allah selalu ada jalan.
Dan jalan ataupun alur cerita yang ditetapkan Allah selalu paliiiiiiing indah. Selalu ada hikmah dan alasan kenapa jalur tersebut ditetapkan Allah buat diri sendiri.
君ならできるよ!














