Move Place?
Beberapa kali saya pindah tempat, selama SD saya merasa everything is gonna be alright dan saya masih sama seperti anak anak umur 9 tahun lainnya, memiliki impian untuk melanjutkan study di tempat yang saya inginkan, tapi takdir berkata lain, tepat pada saat saya ulang tahun yang ke 12 saya sedang menjalani Ujian Nasional untuk memasuki SMP yang saya inginkan, tetapi bersamaan dengan itu pun saya mendapatkan kabar bahwa orang tua saya dipindah kerjakan menuju provinsi yang berbeda yaitu provinsi Sumatera Selatan. awal saya tahu bahwa adanya kabar itu saya sempat kaget dan tidak atau apa yang akan saya lakukan selanjutnya
saya akan kehilangan teman teman saya yang ada di tempat sebelum saya pindah, teman kecil saya, teman SD saya, dan semuanya, ah tidak, bukan kehilangan, lebih tepatnya saya akan meninggalkan mereka dengan cukup lama nya. disitu saya hanya bisa menerima dan hanya bisa fokus pada Ujian Nasional saya. setelah saya selesai menjalani Ujian Nasional dengan sukses, dan telah melakukan perpisahan sekolah, dan juga orang tua saya telah mengurus surat surat pindah dan saya pun langsung pindah menuju Palembang. saya berfikir bahwa okey semua akan sama ga ada yang berbeda dari sebelumnya, tapi dugaan saya salah disana sangat berbeda dengan kota asal saya, disana saya belajar banyak, dan menyadarkan saya bahwa Indonesia punya bermacam macam bahasa,budaya, yang berbeda dan saya merasakan nya disana.
dari mulai bahasa yang dipakai nya sehari hari sangatlah berbeda dengan kota asal saya, awalnya saya sangat tidak tahu apa maksud dari orang itu tapi setelah saya masuk sekolah dan saya sudah mendapatkan teman, saya sedikit demi sedikit bertanya kepada teman saya apa maksud dari kata tersebut, sehingga tak terasa sudah 2 tahun berlalu saya menetap disana, dan saya pun sudah dapat memahami Bahasa Palembang, tapi tetap saja saya tidak bisa mengucapkan nya, karena menurut teman saya jika saya memakai bahasa Palembang logat saya akan berbeda, jadi saya memutuskan untuk selalu memakai bahasa Indonesia, walaupun sedikit demi sedikit saya coba.Â
disana saya belajar banyak tentang pergaulan,persahabatan, tradisi, dan masih banyak lagi. contoh nya untuk tradisi, saya sering di ajak oleh orang tua saya untuk mendatangi sebuah pernikahan orang lain, disana saya melihat bahwa tradisi pernikahan mereka berbeda dengan di daerah saya, awalnya sempat kaget tetapi lama kelamaan saya terbiasa oleh itu. untuk pergaulan saya tidak bisa menjelaskan lebih, tetapi disana cukup sama seperti di daerah saya. saya pun tak menyangka akan bertemu dengan beberapa teman saya yang memang menerima saya dengan keadaan saya yang berbeda dengan mereka, saya sangat bersyukur telah berteman dengan mereka.
saya pun punya salah satu teman saya yang cukup dekat dengan saya, saya sudah menganggap dia adalah adik saya, saya dan dia sering sekali mengobrol tentang masa depan seperti âaku pengen cepet cepet SMA pengen ngerasain gimana rasanyaâ padahal kita masih kelas 2 SMP yang lulus SMP saja belum, ada lagi seperti ini ântar kuliah bareng yah, nanti kita kuliah di Universitas Indonesia,kamu ambil jurusan psychology aku ambil bahasaâ ânanti kita 1 kos ya, biar nanti kamar aku selalu bersih ada kamu hahaâ selain itu pun kita sering membicarakan tentang film yang baru saja kita tonton contoh nya seperti âWAKANDA FOREVERâ sampai mengaku bahwa salah satu di antara kita adalah adik dari si pemeran utama nya itu. itu semua cukup membuat saya bahagia selama 2 tahun lama nya.Â
tetapi kebahagiaan itu berhenti, lagi dan lagi orang tua saya pindah kembali ke kota asal saya. saya tidak tau apa yang saya akan rasakan sedih? atau senang? tapi saya merasakan dua duanya itu. saya senang, saya akan bertemu dengan teman lama saya, tetapi di satu sisi saya merasa sedih saya akan pisah dengan teman saya yang ada di Palembang. cukup berat saya menghadapi itu, tapi saya hanya bisa diam dan menangis di dalam selimut di temani dengan hujan yang cukup lebat di sore hari. dan kembali ceria di siang hari. pada saat itu pun tepat saya berumur 14 tahun saya akan berangkat meninggalkan kota yang telah mengajari saya banyak budaya budaya baru. Terima kasih kalian yang sudah mau mengajari saya banyak tentang kota ini.








