Our Amazing Solar System

JBB: An Artblog!

⣠Chile in a Photography âŁ
Not today Justin

$LAYYYTER
Cosmic Funnies
art blog(derogatory)

#extradirty
Xuebing Du

shark vs the universe

JVL
styofa doing anything
Aqua Utopiaď˝ćľˇăŽĺşă§č¨ćśăç´Ąă
AnasAbdin

izzy's playlists!
h
almost home
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Andulka
seen from Germany
seen from Poland

seen from Spain

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States
seen from Philippines
seen from France

seen from United States

seen from United States
seen from Italy
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@sodiumbintang
Our Amazing Solar System

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Lagi musim pengumuman SNMPTN, kemudian si annstlm memposting keketatan jurusan kami yang berada di peringkat 4 program saintek UNS. Selanjutnya kami berbalas pesan hingga dia mengatakan
"Lumayan lah, meskipun sekarang gagal terus. Ingatlah dulu kita pernah berhasil melawan ribuan orang."
Haha benar kata dia, tidak ada salahnya menghargai keberhasilan sekecil apapun.
Setelah dipikir-pikir salah satu hal yang bikin kangen dan susah move on dari kehidupan sekolah (terlebih saat kuliah) adalah karena target, perjuangan dan kebahagiaan ketika target itu tercapai. Iya rasanya kangen banget ya punya target harus masuk peringkat 10 besar, masuk jurusan IPA, masuk kampus negeri, harus dapet A di mata kuliah tertentu hingga target harus dapat gelar sarjana sebelum ulang tahun ke 22. Haha ya meskipun harus jatuh, bangun, jatuh lagi dan bangkit, tapi semua terbayar lunas saat bisa memberi check list di setiap wish list yang udah dibuat.
Iya, dulu emang segitu ngototnya kalo punya target dan keinginan. Sekarang? Haha sudah tidak seberani dulu, selain beberapa kegagalan yang udah membuat hati kebas, semakin dewasa rasanya makin banyak pertimbangan. Nggak bisa sembarang ambil keputusan ini itu.
Namanya juga hidup, kalo semua target bisa tercapai sesuai planning kita, ya kapan lagi belajar ikhlasnya? Kapan lagi belajar bahwa manusia itu hanya pejuang, tapi Allah lah pencetak hasil akhirnya? Ya kan?
Adu Nyali
Sepertinya kamu sudah menyadari bahwa apa yang kamu kejar dahulu itu bisa jadi sangat berbahaya.
Hari ini kita menjumpai takdir yang sama. Hening, seperti dahulu, aku tidak memintamu untuk berbalik ataupun menungguku. Dahulu, kamu sendirilah yang memilih untuk menyambutku. Tetapi kali ini, kata hatimu memilih untuk meninggalkanku.
Aku kira aku akan berduka, mengetahui kamu telah meletakkan nyali yang pernah menyala. Ternyata tidak, aku tersenyum, menyatakan bahwa aku akan berbangga jika aku berada di posisinya.
Tunggu. Di posisinya? Apakah nyaliku yang justru belum padam?
Ann-03102019
Mbak: Bu, tombok dikit ya, 5ribu gitu.
Bu: Emang ga cukup?
Mas: Buat 5 orang lo ini.
-seketika aku menghitung jumlah orang disini, 5 termasuk aku. Ternyata 'dianggap' semenyenangkan itu.
Terimakasih.
Orang ke-
Fenomena orang ketiga tentu udah nggak asing lagi. Akhir-akhir ini banyak kita temui adanya orang kesekian dalam suatu hubungan baik yang disajikan di media masa maupun yang kita temui di lingkungan sekitar. Istilah âPelakorâ (Perebut Laki Orang), makin akrab di telinga, pun sebaliknya. Banyak pula laki-laki yang memperebutkan perempuan yang sama.
Lalu teringat percakapan wa saya dan teman kuliah yang lagi-lagi si Ann. âYas, seumuran kita gini udah nggak jamannya suka sama kakak kelas atau kakak tingkat. Bisa jadi kita suka sama suami orang.â Kurang lebih begitu. Yah setelah melewati seperempat abad dimana teman sebaya sudah banyak berkeluarga, dan tentu pesona laki-laki matang dan mapan memang menyilaukan (yang kebanyakan telah berkeluarga). Sehingga tak sedikit perempuan yang terjebak dalam situasi 'nge-fanâ dengan suami orang, yang jika diteruskan akan menimbulkan perselingkuhan. Tentu saja.
Dalam kasus perselingkuhan dimana orang ketiganya seorang perempuan atau 'pelakorâ, pada umumnya netijen akan berbondong-bondong menghakimi si orang ketiga ini. Menyalahkan sepihak tanpa memikirkan akar masalah.
Saya sependapat dengan penulis bernama Crowdstroia dalam novelnya yang berjudul âRekonstruksiâ, bahwa laki-laki bukanlah benda mati yang bisa berpindah kepemilikan. Jadi jika dia berselingkuh ya karena dia yang ingin pergi. Karena sekuat apapun perempuan lain menggoda, jika si laki-laki tak menyambut dengan baik ya tak akan ada perselingkuhan.
Jika sudah terjadi perselingkuhan, maka semua pihak harus introspeksi. Menilik kembali akar masalah mengapa bisa terjadi hal tersebut. Apakah komunikasi berjalan dengan baik, apakah sudah berinovasi untuk tetap mempertahankan keharmonisan dan keseruan suatu hubungan. Selingkuh juga tak melulu tentang kebutuhan biologis kok.
âInfidelity isnât about sex. Itâs about desireâ, begitu kata Esther Perel.
Semoga tak berimbangnya jumlah laki-laki dan perempuan di akhir jaman ini, tak membuat kaum hawa menurunkan harga dirinya, mengemis perhatian pada yang tak seharusnya. Jadilah yang terkuat atas rasamu juga hatimu. Be really mature woman ya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Frekuensi
Banyak yang bilang bahwa semakin kita dewasa maka circle trust kita akan makin kecil. Lingkup pertemanan akan semakin besar namun yang dirasa benar-benar teman akan makin sedikit. Kita juga makin tau mana yang real mana yang fake. Mana yang nyambung mana yang nggak. Mana yang satu frekuensi mana yang nggak.
Daaann akhir-akhir ini merasa makin nggak se-frekuensi sama temen-teman satu bagian di tempat kerja. Single diantara ibu-ibu muda. Itu rasanyaaa hmmm merasa makin nggak nyambung.
Iya sih, dulu jaman kuliah sering window shopping, apalagi waktu cari tempat magang, kayaknya hampir hafal, oh produk A keluaran pabrik ini, produk B dari pabrik itu. Oh kalo susu A kelebihannya ini, susu B itu, tapi ya sekarang saya nggak up date lagi. Saya cuma bisa diem tiap kali mereka ngobrolin susu ini harganya bla bla bla. Oh pake popok ini ga cocok dst. Mending mlipir buka hp scroll down tumblr atau baca wattpad cari novel bagus.
Satu hal lagi yang saya nggak nyambung, dan nggak nyaman juga. Mereka seringkali menceritakan kehidupan rumah tangga. Bukannya baper tapi saya makin merasa horror. Karena saya paham bahwa menikah bukan hanya tentang foto manis caption romantis. Apalagi setelah dengar cerita-cerita mereka makin banyak pemikiran dan pertanyaan di pikiran saya. âKok kayaknya kalo nikah makin ribet ya, duh kayaknya aku belum bisa deh kalau harus bertanggung jawab dalam pernikahan.â
Lantas ingat kata-kata Ann temen kuliah. âYas ditempat kerja kita nggak bisa milih mau teman yang bagaimana, beda sama waktu kuliah pasti ada temen yang sesuai dengan diri kita.â Ditempat kerja kita atau mungkin saya aja ya yang merasa makin sulit menemukan teman yang satu frekuensi. Bener banget, karena ditempat kerja kita dipaksa untuk beradaptasi, berteman dengan orang-orang dengan berbagai macam latar belakang pendidikan, usia, dsb.
Pada akhirnya saat butuh teman untuk curhat ya akan kembali ke orang yang itu lagi itu lagi meskipun terbentang jarak yang jauh. Menjadi dewasa memang rumit.
Garis-garis Cerita
Setiap orang punya rangkaian cerita masing-masing. Kita semua punya. Dan kita sendiri yang menentukan jalan dari tiap-tiap cerita yang ada.
Jalan cerita yang boleh jadi telah menjadikan kita sekuat sekarang, sesabar saat ini, dan lebih lapang dalam menopang beban-beban yang singgah. Itulah rangkaian yang kita punya, dan itu tidak pernah sekalipun jelek.
Bagaimanapun nanti ceritamu berjalan, biarkan ia merangkai dengan sendirinya, jalani dengan teguh tanpa harus gengsi terhadap dunia.
Satu yang mungkin menyebabkan hidup terasa tak adil adalah hanya kita yang terlalu egois dan terlalu banyak menuntut. Kita harus terima, bahwa akan selalu ada dua sisi dalam sebuah cerita. Boleh jadi yang terlihat selalu baik-baik saja adalah mereka yang hanya tidak ingin terlihat lemah.
Serumit apapun itu, tetaplah menyusun rangkaianmu sendiri, sebab tiap-tiap dari kita selalu memiliki pertempuran dalam hidupnya masing-masing.
Dan jika pada akhirnya kamu merasa bahwa ceritamu adalah yang paling menyusahkan di antara kisah lainnya, itu pun tak apa. Tetaplah jalani dengan berani, hiduplah dengan teguh tanpa harus mengumbar hal-hal tak penting.
Jika itu memang telah menjadi jalan terbaik yang diberikan Tuhan, masih kah perlu memilih jalan lain?
Boleh jadi rangkaian yang nanti terjadi akan jauh lebih baik dari yang pernah direncanakan. Sebab barangkali, Tuhan memang melihatmu lebih kuat di antara yang lainnya.
Depok, 2 Februari 2019 | Seto Wibowo
Nasehat
âYas, bentuk pertolongan Allah yang pertama itu dengan memberikan ketenangan batin.â~ Nur Fisca Putrisiwi
âBe really mature woman, Yas.â ~ Sahda Fathurrohmah
âJust be a good woman, Yas.â ~ Annasta Ilmi
Dari semua nasehat, motivasi atau apapun yang diberikan teman-teman pada saya, entah mengapa 3 kalimat dari 3 orang berbeda ini yang selalu saya ingat.
Kadang nasehat yang selalu diingat tak melulu dari orang yang lebih tua, bukan pula yang disampaikan dengan panjang lebar. Justru dengan kalimat sederhana yang mengena.
Terima kasih telah mendampingi, dan menjadi teman yang begitu baik.
5/30
Beberapa orang mengambil keputusan terlalu cepat, kemudian menyesalinya.
Beberapa orang mengambil keputusan telalu lama, kemudian menyesalinya juga.
Tidak ada yang salah.
Takdirmu memang mengambil keputusan terlalu cepat, dan takdirku adalah mengambil keputusan terlalu lama. Sekarang tinggal bagaimana kita menerima takdir masing-masing.
.
.
-27122018
Kepada yang Pernah Patah
Aku tau kau sudah lelah.
Merasa dunia tidak begitu adil oleh karena kau selalu menjadi pihak yang ditinggal pergi.
Kau menghabiskan puluhan purnama dan tiga kali revolusi bumi untuk bisa sembuh dari sakit hati. Mencoba merangkak keluar dari lubang yang mereka gali, namun belum sampai menyentuh cahaya, mereka sudah menendangmu kembali ke dasar sanaâââberkali-kali.
Kau mulai putus asa. Mulai dengan terpaksa menerima kenyataan bahwa hidupmu akan seperti ini saja untuk sekarang dan seterusnya. Menjadi satu tubuh yang selalu mengalah demi ego orang lain. Yang selalu menelan semuanya sendiri tanpa ada yang sudi mendengarkan tidak dengan risih. Yang menjadi telinga tanpa ada kesempatan berbicara. Yang diminta untuk selalu mengerti, tanpa boleh sekali saja dimengerti.
Kau mulai berpikir kau tidak akan pernah menemukannya. Seseorang yang benar-benar mencintaimu apa adanya. Kau mulai tertawa sinis pada cerita-cerita picisan. Mengutuk keromantisan. Menganggap sebuah tawa bahagia adalah hal nisbi yang tak mungkin kau dapatkan secara ikhlas. Mulai enggan bahagia karena kau tau, luka yang akan datang selanjutnya.
Kau enggan lagi percaya. Terlebih pada mereka-mereka yang datang. Di kepalamu sudah khatam bahwa kau ditakdirkan untuk tidak pernah menemukan seseorang yang akan menyayangimu sebesar kau menyayanginya.
Tapi..
Suatu hari..
Kau akan bertemu seseorang yang tidak pernah kau duga-duga sebelumnya. Seseorang yang ternyata selama ini untukmu selalu ada, ketika kau sibuk mencari-cari ke seluruh belahan dunia. Pada akhirnya kau menemukannya. Seseorang yang tanpa kau sangka ingin begitu kau jaga selamanya.
Seseorang yang membuatmu bertanya-tanya,
âKenapa aku baru menyadarinya sekarang?â
Seseorang yang memberikanmu kebahagiaan yang selama ini kau pikir hanya ada di dalam cerita. Seseorang itu akan membuatmu kembali percaya. Tak pernah lelah kakinya meyakinkanmu bahwa kau juga berhak untuk bahagia. Meruntuhkan segala tembok es yang kau bangun sekian lama.
Suatu hari kau akan menemukannnya.
Seseorang yang membuatmu bertanya, âapakah aku pantas dicintai dengan sebegininya?â, dan tanpa sempat kau membubuhkan tanda tanya, ia sudah langsung menjawab, âkau pantas.â dengan tegasnya.
Suatu hari kau akan menemukannya. Kau hanya butuh waktu sedikit lebih lama ketimbang biasanya.
Jangan menyerah, ya!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Operasi Bedah? Jeng jeng jeng jeeeng...
Bulan Maret tahun 2016 lalu, atas keisengan semata, aku ngajak mama buat rontgen gigi, karena emang udah curiga pre molar kanan bawah yang cuman nongol satu plus 4 wisdom teeth yang ga kunjung tumbuh juga. Setelah hasil rontgen keluar bener deh ternyata ke-4 wisdom teeth posisinya miring semua di dalem gusi (yang bagian bawah bener-bener udah horizontal ke arah dalam mulut, sedangkan yang atas miring ke arah luar mulut), ditambah 1 pre molar yang juga selonjoran di dalem gusi. Awalnya pas liat hasil rontgen ya kayak, yaudah deh kapan-kapan aja diambilnya, karena mikir biayanya yang nggak sedikit, penyembuhannya nanti juga butuh waktu yang ga cepet. Â Tapi lama kelamaan kepala jadi tambah sering pusing, gigi juga sering banget ngilu dan kebetulan ada kabar baik kalo operasi kayak gini bisa ditanggung sama Jaminan Kesehatan karena emang termasuk kelainan. Agustus 2017 akhirnya memutuskan untuk segera diambil aja, awalnya ngira yang diambil paling 2 wisdom teeth bagian bawah yang horizontal itu (3.8 & 4.8) + pre molar (4.4), karena kayaknya yang atas itu ga begitu urgent. Tapi begitu ngadep drg. Eva Sp.BM beliau langsung bilang âYa ini diambil 5.â Tetiba langsung ngeri. Beliau memutuskan untuk ngambil 3 gigi dibagian kanan dulu baru nantinya di operasi ke 2 ambil 2 gigi yang bagian kiri, jadi biar ada satu sisi yang bisa dipakai buat ngunyah gitu post surgery. Karena yang diambil lebih dari 1 dan posisi gigi yang susah, maka diharuskan buat opname dan nantinya pake bius total yang kemudian bikin mama panik wkwk (kalau kasusnya ringan, bisa pakai bius lokal, dikerjakan di ruang praktek dokternya dan langsung boleh pulang).
Multiple Odontectomy Part I (1.8 4.8 4.4): Hah? Gini Doang?
Operasi pertama dilakukan tanggal 03 Oktober 2017 (antrinya sampe 2 bulan cuy). Masuk RSUD Dr. Moewardi tanggal 02, karena emang aku-nya ga gimana-gimana yaudah kan nggak langsung diinfus, jadi bisa ngeloyor kemana-kemana sampe berkali-kali dicariin perawat dan aku-nya lagi ngluyur.lol. Kebetulan waktu itu sekamar ada mbak-mbak yang juga mau operasi ambil 3 gigi (mbaknya total 7 gigi malah yang harus diambil), terus jadi agak tenang gitu karena ngrasa ada temen. Tapi setenang-tenangnya ya tetep panik, apalagi pas jam 24:00 didatengi perawat ngasih baju operasi dan ngingetin buat puasa mulai jam 02:00. Disitu tetiba ngerasa panik banget serasa pengen kabur sumpah wkwk. Pagi jam 06:00an dipasangin infus dan katanya operasi mungkin jam 8 atau 9an. Setelah nunggu sambil udah kelaperan akhirnya hampir jam 10 baru dijemput pake kursi roda. Di kamar bedah sebelum dibius diajakin ngobrol terus sama dokter-dokter dan perawat yang kira-kira ada 7 orang-an (atau lebih ya?) dan gatau gimana ceritanya tetiba udah kebangun gitu aja 2.5 jam kemudian, yang dirasa pertama waktu sadar kepala pusingggg banget (bener-bener pusing paling pusing yang pernah dirasain), belum bisa melek sepenuhnya tapi tau waktu itu operasi udah selesai dan udah di bed lagi didorong perawat-perawat menuju kamar, pas didorong itu rasanya mual bangett dan mau muntah (emang sebelumnya udah dikasih tau kalau efek biusnya biasanya pusing, mual dan muntah), tapi waktu itu mikir kok ga elegan banget ya w kalo muntah ditengah-tengah perjalanan menuju kamar gini wkwk. Niatnya mau ditahan sampai kamar aja, Alhamdulillah begitu sampai kamar malah udah ga kerasa mual lagi, tapi masih pusingggg banget, dan banyak liur campur darah di mulut, pun ketika kepala digerakin dikit langsung kerasa darah ngrembes, untuk sementara jadi dracula gitu deh nelenin darah -,-. Setelah tidur beberapa menit pusingnya udah mulai berkurang, dan ajaibnya area yang dioperasi sama sekali ga kerasa sakit (ya kecuali kalo ketabok sih), langsung bisa ngomong, makan, minum walaupun masih terbatas. Bengkak paling parah pas H+2 operasi, selain itu semuanya terasa baik-baik saja walaupun pas mangap agak ngeri jahitannya banyak banget, paling nggak ada 10 simpul jait dibagian gusi bawah + yang atas entah berapa ga keliatan. Hal absurd terjadi ketika mama mau ambil uang di ATM tapi ATM nya pas banget ada gangguan waktu dipake mama, karena takut ada apa-apa lagi, akhirnya mama balik kamar, minta tolong aku buat ambilin uang di ATM bersama, ya bayangin aja, pasien dengan gelang kuning (pasien resiko jatuh/kesadaran menurun/memerlukan pengawasan khusus/biasanya dipakein ke pasien pasca operasi) ngeloyor sampe ATM mana bawa-bawa infus sendiri, darah udah ngalir deres di selang infus -,- gimana ga jadi pusat perhatian sampe dikejar-kejar bu satpam, dikira pasien frustrasi yang mau kabur kali ye?
Multiple Odontectomy Part II (2.8 3.8): Sakitnya dimana? Dimana-mana!
Ketika kontrol pasca OP 1, udah tanya-tanya ke drg. Eva kira-kira yang sisanya bisa bius lokal aja apa nggak, tapi menurut drg. Eva tetep bius total aja karena posisinya yang mayan dalem, yaudah aku langsung nge-tag tanggal karena tau antrinya bakal 2 bulan lagi, dan ternyata bener, tanggal 06 Desember 2017 baru bisa nglanjutin operasi ke 2, mikirnya ya gapapa sih, toh yang bekasnya OP 1 juga masih agak ngilu kalo dipencet-pencet (khususnya yang 4.4, kata drg. Eva sih waktu operasi mayan banyak tulang yang dipotong). Â Tapi tiba-tiba tanggal 24 Oktober dapet telpon dari RS kalo ada pasien yang cancel operasi, jadi kalo aku mau, bisa diajuin ke tanggal 01 November 2017. Langsung deh ngurus berkas, konsul dokter anestesi, pesen kamar bla bla bla.
Tanggal 31 Oktober mulai opname dan kayak yang pertama dulu, hari pertama diambil sampel darah buat cek lab, didatengi dokter anestesi (residen ding kayaknya) ditanya-tanyain kondisi, ttd surat persetujuan, difoto rongga mulut. Selain itu cuman makan-tiduran-makan-tiduran, mana udah diapalin perawat-perawatnya pula, karena kamarnya sama persis, cuman bed nya sebrangan sama bed yang dulu (sama-sama pojokan). Untuk operasi yang ke 2 ini emang awalnya udah ada perasaan ga enak sih, ditambah gatau kenapa semuanya kerasa lebih sakit baik pas diambil sample darah (mana darah ga keluar-keluar, jadi macem diogrok-ogrok gitu jarumnya -,-) kemudian kerasa kemeng banget habis diambil darah, lebih kemeng daripada pasca donor darah (kemeng apa deh Bahasa Indonesianya? -,-), selain itu pas infus udah kepasang juga kerasa sakit, buat gerak dikit aja ngilu banget T.T, mungkin karena tempat nusuknya jarum infus deketan sama OP 1 dulu kali ya, jadi belum sembuh sepenuhnya, ngaruh ga sih? -,-
Operasi yang ke 2 ini jadwalnya tambah molor, jam 11an baru masuk kamar bedah, dan kayak sebelumnya diajak ngobrol & becanda gitu, ngakak banget, kemudian terlelaplah ga inget apa-apa. Ketika bangun, kerasa kalau udah di luar kamar bedah, tapi masih di dalem instalasi bedah sentral (ga jelas ruangannya karena ga kuat melek), intinya nunggu sampai aku-nya udah bisa merespon omongan orang, yang dirasain pas bangun sama kayak dulu, pusing bangettt, buat melek langsung nggliyer, mana waktu itu malah ada bapak-bapak entah dokter atau perawat yang ngajakin becanda, dan aku-nya nanggepin pula, sempet banget kan w, padaal melek ga kuat, mangap juga kesakitan.
âWaa habis ini minum es.â
âBeliin es krim.â
âApa?â
âBeliin es krim seliter pak.â
âHahaha... kamu lucu.â Kemudian bapaknya masih juga ngelanjutin ngajak ngomong macem-macem -,-
Ketika bed udah didorong menuju kamar kerasa lagi itu perasaan mual dan pengen muntah, tapi lagi-lagi langsung ilang pas udah sampe kamar. Bedanyaaaaa... kali ini area sekitar gigi yang habis dibedah sakittt bangetttt T.T (emang sebelum-sebelumnya area kiri bawah sering banget ngilu, dan saat post surgery baru nyadar kalo selama ini yang bikin ngilu area kiri bawah tu ya wisdom tooth absurd horizontal itu). Adegan pertama begitu nyampe kamar? NANGIS! Udah kepala puyeng banget efek bius, area kiri bawah ngilu sakit bangettt plus kejiwaan emang lagi terganggu (et dah curhat), tiba-tiba nangis gitu aja, tidur bentar, bangun-bangun nangis lagi, pas divisit mas residen anestesi air mata masih dleweran gitu, pas disuapin pudding sama mama juga air mata ga kekontrol banget, sampe bingung sendiri ini w nangis terus kenapa -,- (bener-bener nangis dipojokan ini judulnya, tapi sumpe w nangisnya elegan kok, gak yang meraung-raung gitu ._.)
Yang awalnya mikir, operasi ke dua cuman diambil 2 gigi, harusnya sih juga ga sakit. Ternyata salah besarrr. Pipi bengak pun langsung maksimal post surgery, ga cuma bengkak, tapi keras dan merah (OP 1 cuman bengkak tapi ga merah dan ga keras). Sisi baiknya post surgery 2 rongga mulut bersih banget, ga ada liur ataupun darah, buat gerak-gerak juga ga ada rembesan darah sama sekali. Tapi selama di RS cuma bisa tiduran terus, ga kuat ngomong, ga kuat mangap (karena ada luka mayan gede di sudut bibir, jadi tambah sakit buat mangap), untungnya masih kuat ke kamar mandi sendirian malem-malem walaupun darah langsung dleweran di selang infus (gatau efek apa, tiap jam kebangun dan bolak-balik kamar mandi -,-). H+4 OP pun masih kerasa pusing sebelah, ngilu sampe telinga, nggliyer-nggliyer melayang gitu, tapi udah lumayan bisa mangap agak lebar, bengkak paling gede H+2, wajah udah macam spongebob yang kotak, tapi cuman separo -,-.
Intinya banyaknya gigi dan lebarnya area yang dibedah ternyata bukan pengaruh satu-satunya bakalan sakit apa nggak post surgery, kalau menurutku sih lebih ke kondisi kesehatan sebelum operasi dan hubungan gigi yang diambil dengan saraf-saraf gigi/organ lain yang bakal lebih mempengaruhi sakit apa nggaknya. Selain itu juga kerena jarak OP 1 dan OP 2 yang agak deketan, jadi kayak masih ada trauma di rahang dan rongga mulut.Â
*Special thanks to: mama (satu-satunya yang nemenin, nganterin, njagain selama opname, operasi, kontrol, maaf bikin panik ketika tiba-tiba nangis T.T), bapak & ibu dokter, mas-mas & mbak-mbak perawat yang ramah-ramah banget, tim operasi yang selalu sukses mencairkan suasana sebelum operasi, dan yang terpenting terimakasih kepada Jaminan Kesehatan Daerah  :D
OMG!!!!!!!
Zhang Yixingâs letter about his grandparents, translated by Soompi and his instagram post.
Image source: Pathcode of EXODUS
Karena kadang ada satu-dua hal yang tidak dapat kita mengerti/pahami, tapi dengan mudahnya memberi kritikan negatif. Pff
ë ěŹëíě§ ěě

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
My friend pointed out to me yet another reason to love 4th prince wang so âŚ. he is literally Zuko!  Â
They both have been given a scar by a family memberÂ
They both are searching for  acceptance approval from their families Â
Ini juga yang aku pikirkan âWang So kisah hidupnya sama banget sama Zuko, seorang pangeran yang wajahnya luka, ga diakui orang tuanya, terbuang, jadi keras hati, tapi pada akhirnya jadi raja yang super baik, kece, ganteng, cool, maskulin bla bla bla đđ"