Mau Sampai Dimana Kebencian itu Bermuara?
Janganlah hidupmu dipenuhi dengan kebencian; karena mata batinmu akan tertutup dari segala hal yang baik serta kamu jadi orang yang paling mengerikan.
Ada beberapa orang terlihat senang sekali menjadi juri untuk hidup seseorang; selalu tunggu orang itu berbuat salah, selalu merendahkannya, ada saja bahan untuk menjatuhkannya.
Awalnya terlihat biasa saja, namun semakin kesini justru jadi hal yang paling memuakkan. Bukankah kita sama-sama manusia? Lantas, apa yang kita cari dengan cara menjatuhkan? Dengan kamu menjatuhkan orang lain; tidak serta merta langsung membuatmu jadi orang kaya, tidak membuatmu terlihat jadi lebih baik, tidak membuatmu terlihat lebih bersinar.
Justru, kamu akan semakin terlihat lebih rendah dari orang yang kamu jatuhkan berkali-kali. Sayangnya, rasa sakit hati dan cerita masa lampau jadi alasan utamanya; lalu menormalisasikan hal tersebut menjadi sebuah dialog keseharian, menunggu orang tersebut berbuat salah, mentertawakan kesusahannya, seakan sakit hati kala itu terbayarkan dengan kesusahannya sekarang.
Dimana hati nuranimu? Bukankah katanya kamu adalah orang beriman? Bukankah katanya kamu adalah orang yang selalu mengerti ajaran Sang Pencipta? Lantas, mengapa hanya sebatas kata tanpa mempraktekkannya?
Rasa ego selalu memenangkan setiap pertandingan sayangnya kita semua adalah bagian dari tanah yang akan kembali ke tanah, maka tak perlu merasa paling sempurna jika hal mendasar yakni rendah hati saja belum bisa menjadi rutinitas hidupmu.



















