Enjoying my drive after work

TVSTRANGERTHINGS
Show & Tell

Love Begins
Xuebing Du
EXPECTATIONS
I'd rather be in outer space 🛸
he wasn't even looking at me and he found me
Cosmic Funnies

@theartofmadeline

izzy's playlists!
𓃗
Noah Kahan
The Stonewall Inn
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

roma★
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
official daine visual archive
will byers stan first human second

ellievsbear

seen from United States
seen from China

seen from Australia
seen from Morocco

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from Vietnam

seen from United States

seen from Bangladesh
seen from Bangladesh

seen from United States

seen from United States
seen from United States
@secangkirnukilan
Enjoying my drive after work

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Dulu aku mencari damai kerana aku terlalu letih untuk terus berperang. Aku menyangka damai itu adalah destinasi, rupanya aku silap.
Damai bukan sesuatu yang boleh dikejar…ia datang perlahan-lahan, setiap kali aku memilih untuk percaya kepada Allah walaupun aku tidak nampak keseluruhan jalan.
Hari ini aku masih tidak tahu apa yang menantiku esok. Masih ada doa yang belum dimakbulkan, masih ada impian yang belum menjadi kenyataan.
Masih ada hari-hari yang membuat aku menangis selepas sujud. Tetapi anehnya... hati ini tidak lagi bergelora seperti dahulu.
Bukan kerana hidup ni sudah sempurna…tetapi kerana aku sudah berhenti memegang dunia terlalu kuat.
Aku melepaskannya ke dalam genggaman Allah dan sejak hari itu... damai datang sendiri. Bukan kerana semua persoalan telah terjawab.
Tetapi kerana aku akhirnya percaya...jika Allah membawaku kepada sesuatu, Dia juga akan membawaku melaluinya.
Aku dan Takdir yang Belum Difahami
Ya Tuhan, aku sudah terlalu penat. Kadang-kadang aku ingin saja berhenti melawan dan membiarkan diriku mengikut arus yang telah Engkau tentukan. Tetapi terlalu banyak tanggungjawab yang terpikul di bahuku, hingga aku takut untuk benar-benar melepaskan semuanya.
Aku cuma ingin merasa selamat… merasa tenang… supaya aku yakin untuk menyerahkan segala yang menyesakkan dada ini kepada-Mu. Pimpinlah aku untuk mengikut arus takdir yang Engkau tentukan, dan bawalah aku ke tempat yang lebih baik daripada apa yang mampu aku bayangkan sendiri.
senja ♥️
“Sufficient for us is Allah, and [He is] the best Disposer of affairs.” Quran (3,173) آل عمران - الآية 173 https://ift.tt/r3175cf

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Baik-baiklah Pada Tubuhmu
Baik-baiklah pada tubuh yang kaupinjam untuk mengendarai kehidupan ini.
Tubuh ini bukan sekadar wadah daging dan darah. Ia adalah teman setia yang membantumu melukis kisahmu di kanvas kehidupan yang luas ini. Melukislah bersamanya dengan hormat. Sentuhlah dunia ini tanpa menyakiti, bergeraklah dengan kehati-hatian yang menyejukkan.
Setiap emosi negatif yang kita “coba simpan” di dalamnya sebenarnya merusaknya perlahan. Mengapa cemari dia dengan dendam, kemarahan, atau iri hati, padahal setiap selnya siap untuk merasakan, menyentuh, dan memberi kehidupan?
Baik-baiklah pada tubuh. Jadikan ia wadah kesadaran, sarana moral, dan rumah bagi kebaikan yang bisa kau sebarkan.
Tak Denganku, Tak Apa
Aku marah, aku sedih, aku takut. Aku terus bertanya kenapa aku sakit. Selama ini, aku berpikir keras, tapi tetap saja tak kutemukan damainya.
Namun, ada yang berbeda hari ini. Seperti disentil oleh sesuatu yang lebih besar dari logika. Angin yang menembus jendela lukaku yang terbuka tak lagi terasa nyeri.
Di sudut kamar yang lampunya selalu remang, tempatku biasa menyimpan mimpi-mimpi patah—aku, yang namanya sudah lama hilang dari mulut-mulut yang menyebutku dengan cinta, duduk dengan membuka telapak tangan. Ada sesuatu yang tak kasat mata di sana, sesuatu yang selama ini kugenggam erat. Itu adalah cintaku. Adalah rindu yang kubungkus dengan doa, air mata yang tak jadi jatuh, kata-kata yang tak pernah sampai.
Entah sudah berapa lama kugenggam. Waktu di duniaku sudah lama tak dihitung dari matahari terbit atau rembulan naik. Waktuku ditandai dengan senyum lelaki itu: senyum pertama saat kami berjumpa, saat ia bicara tentang dunia, namun sudah jarang kulihat sejak perempuan lain datang dengan harum tubuh yang tak kupunya.
"Tuhan," bisikku pelan, "aku titipkan ini, ya?"
Sesuatu yang tak kasat mata yang selama ini kugenggam erat itu kuangkat perlahan. Tanganku gemetar.
Angin berhenti sejenak. Waktu seperti berhenti juga. Air mataku jatuh. Tapi, aneh. Ada hangat yang tak bisa kuberi nama. Kurasakan sepotong kelegaan perlahan merayap masuk ke pori-pori. Seolah aku baru pertama kali merasa ringan. Seolah aku baru pertama kali percaya, lelaki itu akan baik-baik saja jika kutitipkan dalam penjagaan yang lebih setia dari seluruh penjagaan dunia.
"Tuhan, malam ini, aku cuma mau menyerahkan yang tersisa di hatiku. Aku titip cintaku. Aku titip dia. Aku titip semua yang tak pernah sampai padanya. Buatlah dia tersenyum. Lebih sering. Dengan dan karena siapapun. Tak apa meski tak satupun lagi tentangku menjadi alasannya tersenyum."
Cintaku mungkin tak benar-benar hilang. Tapi cinta yang tak digenggam, akan lebih tahu ke mana ia harus pulang.
Ada sabar yang tak lahir dari kekuatan, tapi lahir dari keterpaksaan. Kita sabar sebab kita tak tahu lagi ke mana mahu lari. Kita sabar sebab kita dah tak punya sesiapa untuk bersandar. Kita sabar sebab kalau kita lepaskan sekarang, mungkin kita sendiri yang karam.
Seperti Musa di hadapan Laut Merah, ada masa dalam hidup ini, kita berdiri di satu titik yang tak pernah kita bayangkan — di depan kita lautan dalam yang mustahil diseberangi, di belakang kita ketakutan yang sentiasa menghantui saban waktu.
Tak ada jalan keluar. Tak ada pelan B. Cuma ada satu-satunya pilihan: bertahan di situ, walau jiwa dah retak seribu.
Ada sabar yang tak lahir dari kekuatan, tapi lahir dari keterpaksaan. Kita sabar sebab kita tak tahu lagi ke mana mahu lari. Kita sabar sebab kita dah tak punya sesiapa untuk bersandar. Kita sabar sebab kalau kita lepaskan sekarang, mungkin kita sendiri yang karam.
Seperti Musa di hadapan Laut Merah, ada masa dalam hidup ini, kita berdiri di satu titik yang tak pernah kita bayangkan — di depan kita lautan dalam yang mustahil diseberangi, di belakang kita ketakutan yang sentiasa menghantui saban waktu.
Tak ada jalan keluar. Tak ada pelan B. Cuma ada satu-satunya pilihan: bertahan di situ, walau jiwa dah retak seribu.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
dan pada akhirnya ,
disetiap pengahkiran hari, kita berharap supaya kita mempunyai kekuatan untuk menjalani hari esok.
semoga pilihan kamu dan juga aku akan menjadi jalan hidup yang terbaik untuk kita.
Pada akhirnya, kita hanyut sendiri dalam lautan sunyi, memeluk bayang-bayang yang pernah kita namakan cinta. Di hadapan dunia, kita tersenyum manis—sedang hati menyimpan luka, ditutup rapi dengan topeng bahagia yang tercipta dari serpihan rindu

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
bnda yang paling sakit? bila kita ada pasangan tapi tidak boleh berbicara bersama. sakit tau memendam rasa ..
"In the End"
And in the end, the silence stays,
No hand to hold,
no voice that prays.
The crowd has gone,
the lights grow dim,
You're left to face the ache within.
You walk alone through shattered days,
Each step a whisper, lost in haze.
The wounds you hide, they softly bleed,
A quiet hurt no soul can read.
The world moves on, as if you’re fine,
But grief still lingers in your spine.
And though you smile,
your eyes betray—
A heart that breaks in quiet grey.
So on you go, no map, no sound,
Just ghostly echoes all around.
For in the end, it’s always true—
The deepest battles live in you.
-najwaaannour.tumblr