Kita tidak bisa membahagiakan semua orang. Tak usah memaksakan diri. Kita manusia biasa yang juga bisa capek dan masih banyak sambatnya. Diam-diam kita belajar menguatkan diri dari patah-patah hati, dari ekspetasi kita yang berlebih, dari omongan dunia tentang ketidakbecusan kita menghadapi satu persatu ingin manusia.
Menuntaskan rasa yang ganjil, yang ngilu, yang ambyar, yang tak bisa dipahami siapa-siapa. Menangis, sambat, menangis lagi, sambat lagi. Ketika hanya kita dan Maha Pengobat Lara sebagai peluk di malam-malam yang berair mata. Setelahnya kita akan baik-baik saja menghadapi mulut-mulut serakah dunia.
Kuatlah. Dunia memang akan selalu peluka untuk siapapun yang mengejar-ngejarnya.

















