i know i have flaws and weakness, but to embrace it with the people i love, it's becomes a gift.

#extradirty
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
I'd rather be in outer space 🛸

JVL
Game of Thrones Daily

Kaledo Art
Three Goblin Art

titsay

JBB: An Artblog!
Jules of Nature

ellievsbear
Today's Document

if i look back, i am lost

shark vs the universe
Misplaced Lens Cap

tannertan36

Kiana Khansmith
styofa doing anything
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Germany
seen from Philippines

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Türkiye

seen from United States

seen from T1
seen from United States

seen from United States
seen from Indonesia

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
@rohmanhida
i know i have flaws and weakness, but to embrace it with the people i love, it's becomes a gift.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pengalaman Downgrade MacBook ke macOS Mojave
Mac yang saat ini aku pakai sudah berumur berapa ya? Aku membelinya di tahun 2018, berarti sekarang sudah berumur 7 tahun sejak pertama kali aku membelinya dan mulai menggunakannya. Sudah lama sekali sejak aku memakai Mac ini.
Beberapa tahun terakhir, Mac ini terasa semakin lambat, dan aku sudah mulai tidak betah memakainya. Padahal, saat pertama kali membelinya, performanya terasa sangat cepat. Aku tidak percaya bahwa sekarang MacBook ini sudah selambat ini.
Salah satu hal yang membuatku menyesal membeli Mac ini adalah pada tahun 2020 (hanya 2 tahun setelah pembelian), Apple merilis M1 Mac—chip buatan Apple sendiri yang jauh lebih kencang dibandingkan dengan chip Intel di Mac ini.
Tentu saja, secara performa, chip M1 jauh lebih unggul, padahal jarak perilisannya hanya 2 tahun dari Mac yang aku beli. Sejak saat itu, aku mulai merasa kurang nyaman menggunakan produk Apple.
MacBook Ini Terasa Sangat Lambat untuk Proyek
Pada tahun 2022, aku mulai menangani proyek bersama teman dan mengerjakannya di MacBook ini. Namun, ternyata performanya terasa sangat lambat untuk proyek-proyek tersebut, dan itu membuatku kesal.
Awalnya, aku berpikir bahwa sebenarnya MacBook ini punya performa yang baik, hanya saja macOS terbaru memiliki terlalu banyak software yang berjalan secara simultan, sehingga membuatnya terasa lambat.
Atau… mungkin Apple sengaja menurunkan performa Mac lama untuk mendorong konsumennya agar upgrade ke MacBook model terbaru?
Tapi aku tidak bisa.
Selain karena tidak ada budget, aku juga merasa upgrade hanya akan menjadi buang-buang uang untuk sesuatu yang tidak benar-benar terpakai fungsinya.
Solusi: Downgrade ke macOS Mojave
Akhirnya, aku punya ide untuk downgrade OS. Aku masih yakin sekali bahwa ketika pertama kali menggunakan MacBook ini, performanya sangat mulus dan baterainya hemat saat menjalankan macOS Mojave.
Aku masih ingat, Mojave adalah versi macOS pertama yang memperkenalkan Dark Mode.
Jadi, aku memutuskan untuk downgrade ke macOS Mojave.
Proses downgrade hanya memakan waktu 1 jam—mengejutkan, karena jauh lebih cepat dibandingkan dengan install ulang Windows.
Bahkan dengan kecepatan internet di tempatku yang hanya sekitar 20 Mbps, prosesnya tetap berjalan dengan cepat.
Akhirnya, setelah aku mulai menggunakan Mac ini dengan macOS Mojave, performanya benar-benar terasa ngebut!
Ini sangat mengejutkan, mengingat aku tidak pernah membongkar MacBook ini untuk membersihkan debu atau melakukan perawatan lainnya.
Mungkin di dalamnya sudah banyak debu setelah 7 tahun pemakaian, tapi nyatanya, debu itu tidak menghambat performa MacBook ini di macOS Mojave.
Semuanya terasa cepat dan snappy.
Aku sangat senang! 🎉
Menyesuaikan Software Setelah Downgrade
Tentu saja, setelah downgrade, aku harus menyesuaikan software yang kompatibel dengan macOS Mojave.
Untungnya, sebagian besar software yang aku butuhkan masih tersedia dalam versi yang mendukung Mojave, jadi aku bisa langsung menginstalnya tanpa kendala.
Kesimpulan & Pemikiran tentang Apple
Jujur saja, aku tidak menyangka bahwa downgrade OS bisa memberikan performa yang jauh lebih cepat.
Mungkin memang benar bahwa Apple menambahkan banyak software latar belakang di macOS terbaru, yang membuat Mac lama terasa lambat.
Atau kalau mau suuzon, bisa jadi Apple memang sengaja menurunkan performa MacBook lama agar konsumen tergoda untuk membeli MacBook baru. 😏
UNIX Ecosystem di Setup-ku
Anyway, it's been fun to have a UNIX ecosystem across my desk setup.
💻 PC rakitanku: EndeavourOS (berbasis Arch Linux)
💻 MacBook: Daily driver dengan macOS Mojave
Bye-bye Windows! :P
Serius, satu tips dari aku:
Mulailah menggunakan "tiling window manager", ini salah satu alasan kenapa aku prefer UNIX system, dan tools ini benar-benar bisa meningkatkan produktivitas
Dua amplop, 25 Maret 2025
R.
Believing & Writing
Damn, that's calming. After writing my last journal entry—which now is my blog post—I feel really calm and feel really good. Maybe believing Him is and always will be a good idea. And this method of writing also the best method for me. Instead of sharing story to friends and family, writing this is so much better because I have less chance to ghibah and have the same result. Shout out for my friend Bahira who tell me to do this in the first place. I'm forever grateful for you. maybe forever in debt.
R.
Believe
I've just got a devastating news an hour ago
haer doesnt want to hire me, Krisna told me that they've got someone who's gonna fill the position instead of me. After hearing the news, I went full suudzon with this news. Maybe Rival feels betrayed by me and feel a bit mad with my attitude the last time i work for him. Also for this position, a week ago he told me to go to Discord, but i didn't go because I'm so tired. So maybe he feels a bit disappointed and doesn't want me to be in the team. Or maybe he has another reason to not hire me. But then I realize, suudzon will never give the best for my mind, mentality, and emotion.
But whatever the case is, I feel I should be grateful for this. Because maybe Allah is trying to save me from working with him. Maybe Allah believes that if I work for him, my time to pray, learn and care for my mother—which is more important—will be decreased, and He doesn't want that. So He give me this destiny. Maybe I'm not working for him was the best destiny Allah can give. Maybe Allah is preparing the best for me and want me to wait more for the best thing that is yet to come.
Whatever the case is, I believe Him. He is The Most Caring of all. I believe He is saving me from bad, and He is saving the best for me later. Cause in the deep of my heart i know. He is Ar-Rahiim.
Believing in the destiny he endowed is after all part of Iman.
All the Love, R.
Back On Grid
Menyenangkan bisa menggunakan Catppuccin lagi

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Keputusan yang Tidak Segera Diambil
Mungkin benar apa yang dikatakan oleh orang yang muncul di YouTube shorts kemarin. "Ada yang lebih berat dibandingkan dengan besi dan baja. Yaitu keputusan yang tidak diambil". Keputusan yang tidak segera diambil akan membebani hidup. Terus menggerogoti pikiran dan hati. Begitu katanya.
Aku setuju. Paling tidak, biarkan keputusan-keputusan itu diambil dengan bimbingan dari Allah melalui istikhoroh. Kemudian Allah yang akan mengurus sisanya. Kita hanya perlu berdoa dan berpasrah pada yang Maha Kuasa. Yakin pada yang Maha Kuasa.
Beban ini harus segera dilepas. Apa yang perlu dilakukan harus segera dilakukan. Kemudian teruslah. Teruslah berbaik sangka kepada Allah. Karena Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita. Meskipun akal kita mengatakan itu pahit, hati kita harus tetap yakin. Ini adalah takdir paling manis yang dianugerahkan Allah kepada kita.
Latte pahit, 2 Jan 2024 R.
Ternyata berserah itu menenangkan, sadar bahwa kita tak akan sanggup menggenggam apapun kecuali dengan izin dan pertolongan-Nya
Menyapa Mentari
Mengorganisir tools produktivitas
Kata kerja mengorganisir adalah sesuatu yang penting. Karena dengan mengorganisir, segala hal yang ada di sekitar kita menjadi terstruktur, rapi, dan mudah untuk dilakukan pencarian. Selain itu, sesuatu yang rapi juga nyaman dipandang.
Bayangkan jika rak buku di Gramedia tidak dikategorikan per topik, dan semua orang boleh menaruh buku sesukanya. Tentu kita tidak akan nyaman untuk mencari dan membeli buku. Begitu juga hidup kita. Kalau kita tidak mengorganisir hidup kita, kita akan sulit fokus dan agenda kita akan berantakan.
Aku termasuk orang yang suka mengorganisir sesuatu, tapi tidak terlalu mengatur dan control freak. Ketika menghadapi masalah, aku lebih suka setting boundaries dan membiarkan otak secara kreatif mencari solusi terbaiknya. Aku tidak mau menuntun dan mendikte, karena hal itu akan mengurangi kerja otak kanan. Untuk itu aku sangat menghargai proses berfikir kreatif dalam menyelesaikan sesuatu dan tidak terlalu mengatur1.
Konsep itulah yang aku terapkan ketika aku mencoba mencari solusi untuk tools produktivitas. Setelah melakukan banyak melakukan percobaan pada berbagai tools dan aplikasi yang tersedia, akhirnya aku menemukan metode dan tools yang tepat bagiku dan nyaman untuk digunakan sehari-hari. Selain itu yang paling penting adalah aku bisa dengan mudah rely pada tools-tools tersebut.
Disini aku akan coba sharing, dari hasil uji cobaku selama ini. Aplikasi-aplikasi apa aja yang pas dan worth it buat dijadiin tools produktivitas.
Catatan
Dalam kesehariannya, aku membedakan antara catatan pribadi dan pekerjaan. Karena akan sangat awkward kalau kita tidak sengaja membuka catatan pribadi di kantor2, atau ada yang membacanya tanpa sepengetahuan kita. Oleh karena itu aku sangat merekomendasikan membedakan 2 catatan tersebut. Kalau kalian lebih suka menggunakan tools analog seperti buku, gunakan buku yang berbeda. Kalau kalian menggunakan aplikasi sepertiku, saranku gunakan aplikasi yang berbeda pula.
Untuk pekerjaan aku menggunakan aplikasi bernama Typora. Ada beberapa alasan kenapa aku memilih Typora:
Minimalis, tampilan aplikasi ini less distraction, dan ga ribet.
Live preview, menurutku ini penting kalau untuk pekerjaan. Misal kalau mau buat diagram/tabel/rumus/koding itu gampang banget dan bisa langsung di app ini tanpa ganti app lain.
Markdown, Markdown itu semacam penulisan format yang populer digunakan saat ini. Seperti kita nulis di WhatsApp pakai * untuk bold, itu Markdown.
Jadi itulah alasanku pakai Typora ini, minusnya cuman satu, aplikasi ini berbayar sekitar 15$. Sebagai alternatif, kalau kalian kesulitan ngeluarin uang, bisa pakai aplikasi Obsidian. Ini aplikasi bagus banget, aku juga pakai Obsidian untuk catatan pribadi.
Sebelum pakai obsidian, aku udah nyoba pakai Ulysses, Bear, Notion, Evernote, Google Keep, One Note, dan Apple Notes. Beberapa app itu berbayar dan aku sudah pernah berlangganan. Tapi kebanyakan aplikasi-aplikasi itu berbasis cloud, sehingga catatan kita disimpen di cloud mereka. Kalau kita berlangganan, mereka bisa sinkronkan catatan antara hp dan laptop kita.
Masalahnya adalah layanan cloud itu bisa aja ditutup, dibeli atau bahkan ngubah kebijakan privasi kapanpun. Jadi aku lebih prefer catatanku ini disimpen di lokal dalem laptopku aja. Ga kemana-mana. Sehingga aku bisa manage catatanku semauku, dan tetep tersedia meskipun aku lagi ga konek ke internet. Disitulah Obsidian menjawab kebutuhanku.
Selain itu, keunggulan Obsidian yang lain adalah:
Multiple vault, jadi kamu bisa bikin vault untuk pekerjaan sendiri, pribadi sendiri
Digital Garden, obsidian mendukung kamu untuk membuat personal wiki atau Personal Knowledge Management3. Jadi kamu bisa membuat semacam wikipedia sendiri.
Smart Notes, obsidian juga mendukung kamu untuk bisa menulis smart notes4. Ini menurutku fitur yang paling ultimate. Karena smart notes ga cuman bikin catetan, tapi juga mendorong kita untuk produktif membuat tulisan.
Sebenernya ada banyak banget yang ditawarkan oleh aplikasi ini. Tergantung kamu, mau pakainya seperti apa. Kalau kita pakainya sebagai notepad, ya jadinya notepad aja. Tapi kalau kita mau bener-bener maksimalin fitur yang ada, bisa berguna banget. Lagipula, aplikasi ini free alias ga berbayar. Jadi, manfaatkan sebaik-baiknya. Oh iya, fitur live-preview yang di Typora juga ada di Obsidian.
Agenda
Untuk agenda aku ga ada aplikasi khusus. Tapi setiap kali aku ada rencana meeting atau ada janji, aku selalu masukin di kalender. Karena biasanya di kalender akan selalu mengingatkan 10 menit sebelumnya kalau kita ada janji.
Terkadang aku juga planning "besok mau ngapain aja?" di kalender. Sehingga aku bisa punya gambaran, mau ngerjain apa di jam sekian. Disini aku bisa mengatur, misalkan aku biasanya sangat konsentrasi di pagi hari, dan sore hari kurang bisa konsentrasi. Maka aku bisa menaruh pekerjaan yang butuh konsentrasi besar di pagi hari, sedangkan untuk siang dan sore aku bisa jadwalkan untuk meeting dan review.
Jurnal
Untuk mengatur mood dan curhat aku juga menulis jurnal. Ada banyak sekali pilihan aplikasi untuk menulis jurnal di luar sana. Bahkan ada yang menyediakan AI untuk memperbaiki mood kita. Diantaranya adalah Day One, Memento, Journey, Daylio, dsb.
Tapi bagiku fitur-fitur itu justru mendistraksi apa fungsi jurnal sebenarnya, yaitu curhat. Aku ga perlu ngisi moodboard atau motret foto untuk nulis jurnal. curhat ya.. curhat aja. Ingat, kitalah yang mengatur tools, bukan tools yang mengatur kita. Jadi untuk curhat aku lebih memilih untuk pakai jrnl.sh. Kalau kamu prefer pakai buku juga bisa banget. Apapun yang nyaman untuk kamu curhat.
Kenapa aku pakai jrnl, karena jrnl ini ada fitur enkripsi. Jadi aku bisa nulis apapun sepuas hati tanpa takut dibaca orang.
To-Do List
Terakhir, untuk to-do list aku biasanya pakai TickTick. Alasanku pakai TickTick adalah karena dia bisa digunakan di semua platform. Sebenernya kamu bisa pakai Google Task, Reminder atau aplikasi gratis lainnya. Yang terpenting adalah:
Harus gampang buat dimasukin task
Ada fitur buat ngebedain, mana "belanja", "pekerjaan", dan "personal"
Ada fitur template, untuk kegiatan yang banyak persiapan dan rutin. misal "list barang bawaan ketika bepergian", atau "checklist persiapan webinar", dsb
Ada fitur untuk masukin task rutin, misalkan "membayar tagihan listrik dan air"
Yang juga penting untuk diketahui adalah task berbeda dengan event. Event adalah suatu kegiatan yang terjadi pada waktu yang spesifik. Sedangkan task adalah suatu pekerjaan yang bisa dilakukan sekarang atau kapanpun asalkan sebelum deadline. Jangan sampai tertukar. Kamu bisa menaruh task di to-do list dan event di kalender.
Jadi, apapun aplikasi atau tools yang kamu gunakan, pastikan itu reliable, dan kamu bisa dengan mudah mempercayai tools tersebut. Sehingga kamu tidak perlu mengingat-ingat apapun, karena catatan, kalender, to-do list, dan jurnalmu sudah membantu kamu mengingat semuanya. Semakin kita terorganisir, semakin mudah hidup kita.
Saya yakin, hari ini sudah banyak orang yang memakai handphone, dan tidak sedikit diantaranya sudah memakai smartphone. Sangat disayangkan kalau kita tidak memanfaatkan smartphone yang kita punyai untuk meningkatkan produktivitas kita. Jangan sampai smartphone yang kita punya hanya untuk pamer atau untuk main-main saja.
Tumblr abu-abu, 19 Mei 2022
R.
Jujur aku juga masih belajar untuk hal ini, karena terkadang aku masih mendikte secara tidak sadar. ↩︎
Apalagi pas tengah-tengah share screen, yang keliatan catatan pribadi kita ↩︎
Maggie Appleton, A Brief History & Ethos of the Digital Garden ↩︎
Sönke Ahrens, How to Take Smart Notes ↩︎
Perintah untuk membedakan diri dengan kaum Yahudi
Pada saat setelah Rasulullah memasuki tahun baru Hijriyah, Rasulullah sedang berada di Mina. Kemudian beliau bertemu dengan seorang Yahudi. Kemudian beliau bertanya kepada Yahudi tersebut,
“Apa yang engkau lakukan disini?” Rasulullah bertanya
“Aku sedang berpuasa. Aku menghormati nabiku Nabi Musa AS yang diselamatkan oleh Allaah SWT dari kejaran Fir’aun pada tanggal 10 Muharrom. Maka aku berpuasa di hari tersebut”
Kemudian Rasulullah pun berlalu.
Setelah beliau bertemu dengan Sahabat-Sahabatnya, Rasulullah memerintahkan agar mereka membedakan diri dengan orang Yahudi.
Beliau juga memerintahkan agar para sahabat berpuasa tanggal 10 dan 9 Muharrom. Agar berbeda dengan para penganut agama Yahudi yang berpuasa di tanggal 10 saja.
Lalu, bagaimana dengan perempuan yang haid di tanggal 9 Muharrom baru suci pada tanggal 9 Muharrom ba’da Maghrib? Jawabannya, maka puasalah tanggal 10 dan 11 Muharrom. Agar tetap berbeda dengan orang-orang Yahudi.
Begitu pula dengan keseharian kita. Jagalah agar kebiasaan kita, perilaku kita, gaya hidup kita tidak menyerupai orang Yahudi. Karena hal itu dilarang Rasulullah SAW.
Nyamuk ganas, 25 Agustus 2020 R.
Berharap amal diterima
Hari itu adalah hari Senin, 30 Dzulhijjah 1440 H. Ketika aku berangkat mengaji, aku mendapati Shofi mengeluarkan kaleng besar biskuit dari salah satu kamar santri. Dia membawanya ke tempat kami mengaji dan memberikannya kepada Cak Ripin. Salah satu murid senior Kyai Husein. Cak Ripin duduk di pojok sebelah kanan, di bangku paling depan. Dia mengeluarkan uang dari kantongnya dan memasukkannya ke dalam kaleng sedekah tersebut. Aku mengerti. Ini adalah uang untuk acara penutupan dan pembukaan dari tahun hijriyah. Aku sudah mempersiapkannya. Aku mengeluarkan isi dari kantong sebelah kanan dari baju koko milikku. Kemudian, tanpa banyak bicara, aku masukkan uang yang ada di kantongku ke dalam kotak biskuit tersebut.
Kotak biskuit itu pun akhirnya aku geser ke sebelah agar diisi oleh teman ngaji ku yang lain. Setelah itu Kyai Husein datang dan mulai mengajar ngaji. Sebelum memulai mengaji, beliau berdo’a terlebih dahulu. Setelah berdo’a, kami di situ mendengarkan setiap hal yang beliau ajarkan dengan seksama.
Selepas mengaji, kami berdo’a kembali dan berpamitan pulang kepada Kyai Husein dengan mencium tangan beliau yang mulia. Akhirnya kami pun pulang. Termasuk aku. Sesampainya aku di kos-kosan aku kaget. Tadi sewaktu aku pergi ke Pondok, aku membawa 2 lembar uang. 1 lembar 50ribuan dan 1 lembar 100ribuan. Dan ternyata yang aku masukkan di kaleng biskuit tadi adalah yang 100ribuan. Mati.
Tapi tak lama kemudian aku justru tersenyum. Bersyukur. Mungkin ini adalah cara Allah SWT mengajariku bagaimana cara bersedekah yang benar. Tak berhenti sampai disitu, karena saking inginnya agar sedekahku diterima, besok di acara tahun baru, aku ingin makan sedikit saja. Agar amal sedekahku bukan aku yang memakan, tapi diterima dan dimakan oleh orang-orang yang hadir disitu.
Sejak kejadian itu, setiap aku bersedekah untuk acara umum, dan acara tersebut saya hadiri. Saya cenderung untuk tidak banyak mengkonsumsi hidangan yang disediakan. Secukupnya saja. Hanya sekedar untuk menghilangkan rasa lapar saja.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tempat Curhat
Aku termasuk orang yang beranggapan menulis adalah sebuah terapi. Beberapa tahun yang lalu seorang teman menyarankan kepadaku sebuah konsep terapi dengan cara menulis dan membaca 1. Aku merasa metode ini bekerja dengan baik untukku, dan aku masih menggunakannya sampai sekarang.
Aku jujur selalu merasa sendirian, tapi dengan menulis, aku merasa aku punya teman untuk menuangkan perasaanku. Dan ini membuat tidurku lebih nyenyak, mengurangi overthingking-ku, dan mencegahku tenggelam dalam pikiran-pikiranku sendiri.
Dari beberapa penuturan ku di atas, tentu mudah untuk mengetahui apakah aku introvert atau ekstrovert. Yup, betul. Aku adalah introvert.
Aku yakin setiap orang bisa berubah. Hasil test MBTI sewaktu aku masih di semester 2, berbeda dengan sewaktu aku di semester 6. Di Semester 2 hasil test ku adalah ISTJ, sedangkan di semester 6 hasil test ku adalah INTJ. Aku berubah dari yang awalnya bertumpu pada fakta, menjadi bertumpu pada intuisi.
Sejak 2 tahun terakhir, aku sudah tidak pernah test MBTI lagi. Tapi setelah menonton serial video MBTI Lab2, aku jadi tertarik untuk melakukan tes MBTI lagi. Biasanya aku test di 16personalities, kali ini aku ingin mencoba di web yang berbeda. Hasilnya cukup mengagetkan. Setelah 2 tahun, ternyata kepribadianku masih tetap sama, INTJ.
Aku kira aku sudah berubah. Setelah banyak belajar dalam berkomunikasi dan leadership, aku masih tetap introvert. Dan kali ini introvertku masih tetap 97%, sisanya ekstrovert. Mungkin ini sebabnya aku masih tetap kelelahan setiap kali bertemu orang banyak.
Dari sinilah aku menyadari, mungkin intovert sudah menjadi bagian dari diriku, bagian dari kepribadianku. Bisa jadi tidak mungkin untuk diubah, tapi sangat mungkin untuk disyukuri.
Dari sini juga aku menyadari, bahwa aku memang tidak punya banyak tempat untuk curhat. Hanya 3 tapi semuanya reliable, di atas sajadah, di telinga ibu, dan di depan teks editor.
Sleeve laptop abu-abu, 16 Mei 2022
R.
Konsep yang dikenal sebagai bibliotheraphy, biasanya dikombinasikan dengan writing theraphy ↩︎
Serial video yang mendiskusikan tipe kepribadian MBTI yang dipopulerkan oleh BTS ↩︎
hellofriend.
Sudah 500 hari sejak terakhir kali aku menulis di blog ini. jujur, aku sudah menulis banyak selama 500 hari terakhir, tapi aku tidak percaya diri dengan tulisanku. Aku juga tidak punya banyak waktu untuk meditasi sebelum menulis. Aku kesulitan untuk menjadi benar-benar peka dalam menghidupkan "sense" yang biasa aku gunakan untuk menulis. semoga sense itu tidak benar-benar mati.
Kali ini tidak ada yang berbeda dengan 500 hari lalu. Yang berbeda hanya, aku sangat tidak tahu kepada siapa aku harus menceritakan ceritaku. "Am I stuck?". Aku rasa ini tidak sesederhana itu. Ada banyak sekali rasa sakit yang menumpuk sehingga aku tidak bisa merasakan apapun. Aku melakukan banyak hal tanpa berfikir. Tenggelam dalam pikiran-pikiran ku sendiri. Teman imajiner yang baru aku kenal kemarin. Atau isak tangis saat aku bangun tidur di tengah malam hingga pagi. Semua hal seolah sama sekali berbeda. Aku merasakan semua telah berubah.
Tapi aku tetap sama, aku tidak berubah sejak 10 tahun yang lalu. Atau kemarin. Jika aku merasa sangat turun hari ini, aku berharap tidak ada yang merasakan hal sama denganku. Ini sangat menyiksa. Rasa sakit di kepalaku sama sekali tidak berhenti. Bahkan ketika aku melakukan kegiatan yang menghasilkan banyak dopamine, atau mengkonsumsi ibuprofen untuk melenyapkannya. Rasa sakit itu selalu kembali.
Tidak, tidak ada kejadian buruk yang menimpaku akhir-akhir ini. Aku hanya sedang bersedih. Kesedihan dan kekhawatiran yang sangat mendalam hingga aku hanya tidur 2 jam setiap harinya. Aku membutuhkannya. Aku harus tetap tidur untuk bisa tetap fokus dalam bekerja. Aku sudah membereskan kamar tidurku dan pergi tidur di jam 9. Tapi jauh di dalam hati aku tahu, aku tidak akan bisa tidur. Aku hanya akan memikirkan itu dan itu lagi.
Besoknya seseorang bertanya kepadaku kenapa aku mencuci seprai bantalku hampir tiap 2 hari sekali. Aku tahu itu karena aku berkeringat dan menangis semalaman. Tapi aku tidak mengatakan apapun. Aku hanya tersenyum kecut, kemudian pergi.
Apakah aku jahat karena tidak menuliskan disini apa yang membuatku sampai seperti ini?. Mungkin iya, mungkin juga tidak. Aku minta maaf jika membuat penasaran. Ada hal-hal yang memang tidak bisa aku ceritakan. Aku hanya ingin berbagi rasa sakit. Meski hanya gejalanya saja.
es batu yang meleleh, 23 Septemper 2021
R.
Yang kita hormati
Hampir setiap dari kita pasti punya seseorang yang kita kagumi, seseorang yang kita banggakan. Seseorang yang selalu kita ikuti ceritanya. Mulai dari ceritanya yang membuat kita ikut senang, ikut sedih, prihatin, dan juga cerita-cerita sehari-harinya yang lain. Kita juga mengikuti tingkah lakunya sehari-hari. Perilaku baiknya, juga buruknya, perasaannya, juga setiap jalan pikirannya.
Hampir setiap dari kita pasti punya seseorang yang kita hormati, seseorang yang kita patuhi perkataan dan perintahnya. Seseorang yang sangat kita junjung tinggi. Seseorang yang punya martabat dan kharisma di mata kita. Seseorang itu sangat berperan dalam dalam hidup kita. Memberikan kita banyak pelajaran.
Seseorang itu adalah role model. Seseorang yang kita tahu dia sangat piawai dan sangat berbakat dalam hal yang dia tekuni. Seseorang yang kita anggap punya kedudukan dan pengaruh tertentu dalam hidup kita.
Namun sayangnya tidak semua dari kita aware terhadap siapa yang kita jadikan role model. We mindlessly obedient to them without knowing exactly why. Seorang karyawan akan sangat menghormati manager dan direktur perusahaan tempat dia bekerja. Mereka akan membukakan pintu untuk mereka, mempersilakan mereka masuk ruangan terlebih dahulu, dan lain sebagainya. Seorang junior juga menghormati seniornya dengan cara yang hampir mirip. Junior akan dengan sukarela menyelesaikan pekerjaan senior mereka. Menjadi editor mereka dengan melakukan second check, cross check, analisis, dan sebagainya.
Pertanyaannya adalah, kenapa kita mau melakukan semua itu?
"Kita harus menghormati mereka karena mereka senior kita", "Mereka itu atasan kita, bos kita", "Mereka itu lebih tua dari kita, harus kita hormati".
Kurang lebih alasan seperti itulah yang sering dikatakan. Jujur saja, aku kurang puas dengan jawaban seperti itu. Iya kalau bos/senior kita adalah orang yang baik, kalau mereka itu bukan orang yang baik, kenapa harus kita bantu?. Kenapa kita harus sampai seperti itu kepada bos/senior kita?. Kenapa kita sampai menjadi (kalau bahasa kasarnya) "pembantu" di depan bos/senior kita.
"Itu namanya unggah-ungguh Man, tata krama"
Itu yang diajarkan orang tua kepada kita. Aku yakin itu benar. Tapi alasannya hanya karena orang itu lebih tua dari kita, sudah sepatutnya kita hormati. Well, lalu kenapa sesaat setelah kita membukakan pintu untuk bos/senior kita, siangnya kita pesan go-food dan menyuruh seorang bapak-bapak yang tidak begitu paham smartphone, namun karena tuntutan keluarga sengaja mengeluarkan uang pas-pasannya membelikan kita makanan dan mengantarkannya ke meja makan kita dengan bayaran yang tidak seberapa. Ironis.
Kalau sudah seperti ini aku yakin alasannya bukan karena tata krama.
Sampai suatu saat, ketika aku mengaji sekaligus membaca sendiri buku karangan Imam Al-Ghazali yang berjudul Bidayatul Hidayah. Di kitab tersebut diterangkan bahwa
Haram bagi kita untuk menghormati seseorang karena kedudukannya atau karena kekayaannya. Tapi hormatilah seseorang itu karena ilmunya (ilmu agama). Kalau seseorang menghormati orang lain itu karena kedudukan/martabatnya, maka hilanglah 1/3 dari imannya.
Ini adalah jawaban yang tegas dan jelas akan perlu dan tidaknya kita menghormati orang di sekitar kita. (Disclaimer: Namun sudah barang tentu kalau kita dihadapkan dengan orang perlu/tidaknya menghormati orang tua kita atau orang-orang yang berumur lebih tua dari kita. Jawabannya adalah "Iya perlu". Yang dibahas disini adalah orang-orang di luar keluarga kita.) Selain itu juga alasan mengapa kita menghormati seseorang. Pastikan alasannya adalah tepat dan sesuai dengan ajaran agama. Dan bukan alasan yang mindlessly menghormati mereka karena frankly mereka adalah orang yang menggaji kita tiap bulannya.
Pastikan kita punya role model yang tepat, dan hormati orang dengan alasan yang tepat. Pastikan juga orang tersebut sesuai dengan alasan kenapa kita menghormati mereka, mereka bukan penipu. Berdasarkan kitab Bidayatul Hidayah di atas, kita perlu menghormati seseorang itu karena ilmunya. Artinya yang perlu kita patuhi adalah Rasulullah SAW, para Ustadz, para Kyai, para Waliyullah, dan para Salafusholeh. Merekalah orang yang berilmu, dan merekalah yang patut kita hormati.
Well, Aku bukan mau membuat kalian menjadi pembangkang atau tidak nurut kepada orang-orang di sekitar kalian. Setidaknya aku ingin kalian menjadi lebih aware, lebih mindful terhadap siapa-siapa saja yang perlu kalian hormati dan kalian patuhi.
Dan yang lebih penting, jangan kalian lepaskan begitu saja 1/3 keimanan kalian. Ini juga peringatan besar untuk diriku sendiri
PSBB ternyata diperpanjang, 10 Mei 2020
R.
Kesalahpahaman
Di tulisan ini saya ingin sedikit membahas tentang kesalahpahaman dalam memaknai dan memahami salah satu hadits. Yang hanya sedikit saja kesalahpahamannya, namun sangat merubah pola pikir dan cara pandang kita terhadap sebuah hadits.
Hadits Rasuulullah yang mengatakan bahwa "Berbuatlah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya dan berbuatlah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati esok hari." menyerukan seolah-olah kita diminta untuk bekerja keras setiap hari. Seolah-olah kita diminta untuk selalu seimbang untuk meraih dunia dan juga akhirat. "Bekerja seolah-akan hidup selamanya" menyerukan kepada kita untuk selalu berusaha dengan keras meraih cita-cita yang kita miliki di dunia. "Beramal-lah untuk meraih akhirat seakan-akan mati esok hari" menyerukan kepada kita untuk beribadah dengan benar dan sungguh-sungguh setiap harinya karena kita akan menutup usia esok hari. Keduanya dilakukan dengan seimbang.
Hal seperti itulah yang diajarkan kepada kita
Padahal makna dari "Berbuatlah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya" itu tidak seperti itu. "Berbuatlah untuk duniamu seakan-akan engkau akan hidup selamanya" berarti kita tidak perlu untuk "ngoyoh" atau susah payah untuk mengejar dunia, karena kita akan hidup selamanya. Kita masih bisa meraih dunia besok-besok saja. Tapi "Beramal-lah untuk meraih akhirat seakan-akan mati esok hari", artinya raihlah akhirat-mu dengan sungguh-sungguh karena besok maut akan menjemput kita. Dunia itu bisa kapan saja, tapi akhirat lebih penting.
Maka inilah pentingnya untuk menuntut ilmu dengan sumber dan tata cara yang benar Belajar ilmu Al-Qur'an tidak bisa hanya dengan terjemahan, tapi perlu adanya guru/kyai yang lebih paham makna dari setiap hadits yang diajarkan Belajar ilmu Hadits/Sunnah tidak bisa hanya dengan membaca sendiri atau searching, tapi perlu adanya guru/kyai dan khatam Mustholahul Hadits

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Yang Sering Kita Temui
Yang sering kita temui, orang yang umurnya sudah paruh baya biasanya menjengkelkan, mudah tersinggung, dan mudah marah.
Mereka mudah sekali menghakimi atas apa-apa yang mereka lihat atau mereka dengar. Mereka mudah tersinggung apabila yang kita lakukan tidak sesuai dengan yang mereka harapkan, mudah menyindir kesalahan-kesalahan kita, mereka tak mau mendengarkan. Mereka tidak mau mengerti, dan selalu beranggapan bahwa merekalah yang paling benar.
Demikian juga kita.
Ketika kita lebih tua, kita akan menjadi pemarah, mudah tersinggung, dan tidak mau mengerti. Kita akan menjadi mudah sekali menyindir, mudah marah atas kekhilafan orang lain. Bisa jadi justru kitalah yang sebenarnya pikun.
Jadi bersabarlah, berbaik hatilah, mengertilah dan pahamilah. Karena setiap orang akan mengalami fase dimana mereka akan menjadi tua, menjadi orang yang perlu dipahami.
Karena kita dulu dimengerti dengan sangat sabar, maka sekarang giliran kita yang harus mengerti dengan sabar.
Karena kita tidak pernah tau seperti apa kita saat sudah tua nanti. Belum tentu kelak kita akan menjadi orang baik, sebaik kita hari ini. Belum tentu kelak kita akan sabar, sesabar kita hari ini.
Bukankah Tuhan selalu membersamai orang-orang yang sabar?
Ludo, 14 Juli 2019 R.
When life seems evil, you can always turn yourself to Allaah, yet He never fail anybody’s heart.