It's not about you
Whatever you say
It's not about you
It's all about him
Keni
Alisa U Zemlji Chuda
taylor price
will byers stan first human second
Cosimo Galluzzi

Discoholic 🪩
DEAR READER
we're not kids anymore.
RMH
wallacepolsom
TVSTRANGERTHINGS
Peter Solarz
Claire Keane

JVL
dirt enthusiast
tumblr dot com
Not today Justin
$LAYYYTER

祝日 / Permanent Vacation
seen from Germany

seen from United States
seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from Germany
seen from Malaysia

seen from Sweden

seen from Malaysia

seen from Spain
seen from United States
seen from Serbia
seen from United States
seen from Brazil

seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Finland

seen from Malaysia

seen from Türkiye

seen from Malaysia
@rizkyabdilah
It's not about you
Whatever you say
It's not about you
It's all about him

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ikhlas, Pamrih dan Kecewa
Menjadi sebuah hal yang wajar (dan layak) ketika kita mengharapkan suatu kembalian dari apa yang telah kita lakukan, atau paling tidak kita mendapat perlakuan yang (hampir) sama dengan hal yang kita lakukan ke orang lain.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari, misal kita membantu seseorang dalam kesulitannya kita pun berharap suatu saat jika kita menghadapi kesulitan yang sama kita dibantu oleh orang tersebut. Hal yang paling simpel misalnya kita berprasangka baik ke orang, kitapun ingin orang lain berprasangka baik ke kita.
Entah Dimana
Tiba-tiba aku merasa Telah begitu lama mengenalmu Bukan hanya akrab Tetapi dekat Pada suatu masa Jauh sebelum aku mati Bahkan lama setelah aku lahir Dan pada jarak antara kelahiran dan kematianku Aku merasa pernah bersatu denganmu Entah dimana
- biji.salax
Poetry that represent my feeling right now
Cerita Kehidupan #19 bag 1
Terlalu banyak hal yang ingin dibicarakan.
Sekumpulan pikiran tertinggal yang menuntut untuk diungkapkan.
Perlahan kehilangan makna seiring berjalannya waktu.
Hingga akhirnya tak berarti apapun.
Things I like about coffee
Things I like about coffee
coffee is hot
coffee makes me exited
coffee is good enought to have every day
coffee smells good
coffee makes you nervous some times
coffee gives you warm and fuzzies
even when coffee is too strong or too weak, it's still good
Things I like about you
pretty much the same as coffee
Source: Blackboard Bang Naping untuk yang jauh disana, May, 29 2014.
ps: segala typo dan salah grammar asli dari yang bikin, tidak boleh dirubah, toh yang penting ngerti maksudnya :))

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Beautiful Code
Sering entah karena kita sedang diburu deadline atau karena dasarnya kita tidak peduli, dan merasa yang penting pekerjaan selesai cepat, tidak mau tahu apa sudah bagus atau belum hasil pekerjaan kita.
Sering juga kita tidak berpikir jauh ke depan, apakah kode script yang kita tulis itu jika dibaca oleh orang lain, dia akan dengan mudah mengerti tanpa perlu bertanya terlebih dahulu, atau malahan kita tidak memikirkan jika suatu saat kita buka kembali kode yang kita tulis dulu malah membuat kita bingung "ini kode maksudnya apa ya?"
Beginilah Harusnya Seorang Founder Startup Menghandle Customernya
Salah satu enaknya bekerja di startup itu kita punya kesempatan lebih untuk bertemu dengan orang-orang yang bisa dibilang sebagai rockstar di bidang startup. Rockstar disini aku maksudkan sebagai orang-orang yang bisa dibilang sebagai "key player" di bisnis startup, berbeda jika misal kita bekerja di perusahaan yang sudah mapan, biasanya kita hanya bertemu dengan rekan satu kerja (untuk yang ini sebetulnya tergantung dari posisinya juga).
Andi [1]
Sore itu di daerah Pantai Losari lenggang-lenggang saja, hanya nampak muda-mudi yang sedang bengcengkrama dengan pasangannya menunggu matahari tenggelam. Hanya Adit yang nampak sibuk memotret keadaan sekitar, mungkin karena bukan musim liburan pengunjung Pantai Losari kali ini mayoritas hanyalah masyarakat lokal sekitar, karena sudah terbiasa dengan Pantai Losari, jadi tak ada perlunya mereka mengambil-ngambil foto.
Solo Traveling Jawa Tengah: Semarang yang Lesu [3]
Keliling pasar Johar jam tujuh pagi gara-gara handuk ketinggalan. Kecerebohan lama yang sering terulang.
Sejak malam hari sebelum berangkat semua barang sudah di packing, tujuannya untuk jaga-jaga kalau besok pulang kerja telat, jadi nggak perlu packing lagi langsung cangklong tas.
Karena paginya handuk dibuat mandi, jadinya dijemur dulu biar kering. Tapi waktu sorenya pulang kerja lihat tas yang sudah siap, langsung aja dibawa. Sampai penginapan, bongkar-bongkar tas baru inget handuk belum kebawa, huh.
Pagi itu pasar sepi, belum banyak yang buka. Pikirku pasti ada libur, tapi libur apa? Yang libur kan cuma Jakarta, libur pilkada. Lelah keliling-keliling pasar yang sepi dan tak kuat menahan perut yang keroncongan, mampirlah aku di warung soto.
Sesendok dua sendok, terjadilah basa-basi dengan penjual soto. "Hari ini libur ya mas? Kok toko-toko pada tutup?", tak lama mas penjual soto menjawab, "bukanya siang mas, jam 10-11an, enggak kayak dulu lagi" jawabnya dengan senyum.
Hah? Jam 10? Serius? Bahkan pedagang sayuran pun nggak ada, jauh banget kalo dibandingin sama Jakarta atau Malang. Jam 5 pagi pasar sudah penuh dengan penjual sayur dll. Di kedua kota tersebut jam 10 sudah hampir bersih dari pedagang sayuran, digantikan pedagang lain. Apalagi Jakarta, di daerah pasar minggu, nggak pernah mati pasarnya, 24 jam selalu ada aja yang jualan.
Di tengah makan, datang ibu setengah baya. Setelah memesan soto, ia tanya ke penjual, "bakso sebelah nggak jualan mas?". "Enggak bu, (setengah berbisik) sepi..)", jawab masnya. "Oh tanggal tuwo mungkin ya?" balas ibunya. Hmmm, benar juga sih, tanggal 20 bisa dikategorikan 'tanggal tua'.
Setelah percakapan itu aku jadi sedikit mengerti kenapa orang sering bilang ekonomi di Semarang lesu. Bahkan banyak yang bilang Semarang itu 'cuma' jadi kota transit (hanya lewat).
Tentang Buah Pikiran yang Tertinggal
Minggu, 21 Oktober 2012, hari ini aku meng-update status di beberapa socmed yang mana aku mendaftar disitu. "Tentang pikiran yg tertinggal, pergolakan dlm hati ketika ragu utk berbuat, rasanya semua org pasti pernah merasakannya...".
Mungkin seperti itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan hati yang sedang aku rasakan. Ragu-ragu, lalu karena terlalu lama memutuskan akhirnya lepaslah kesempatan itu.
Sedikit rancu dan membingungkan memang kalau dijelaskan melalui tulisan, lebih enak kalau diberi gambaran kejadian riil-nya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Solo Traveling Jawa Tengah: Kabar Baik dari KAI [2]
Malam itu kira-kira jam 10an, stasiun Senen masih ramai calon penumpang, maklum kereta ekonomi tujuan jarak jauh mayoritas berangkat malam. Jam 10 lebih 10 menit kereta berangkat, suara peluit dari kepala stasiun menandakan kereta diperbolehkan untuk berangkat.
Pelan-pelan kereta Tawang Jaya meninggalkan pasar Senen, melintasi kota Jakarta untuk menuju Semarang. Kira-kira 5 menit, di jendela bagian kanan terlihat plang "Stasiun Jatinegara", kereta tidak berhenti, tetap jalan meski pelan.
Setelah melewati daerah Jatinegara kereta menuju Bekasi, dari dalam kereta bisa kulihat pinggiran Jalan Raya Bekasi, yang kebetulan masih agak macet itu. "Oh, jadi ini toh pemandangan penumpang KRL Jakarta-Bekasi itu" bisikku dalam hati.
Solo Traveling ke Jawa Tengah [1]
Tanggal 20 sampai 23 September kemarin aku melakukan solo traveling ke Jawa Tengah. Perjalanan ini bisa dikatakan perjalanan yang mendadak, tidak pernah ada rencana sebelumnya kalau ingin ke Jawa Tengah. Tanggalnya sendiri bertepatan dengan pilkada di Jakarta, yang mana mayoritas karyawan diliburkan.
Awal cerita cerita dimulai pada hari Senin tanggal 17 September. Malam sebelumnya sudah terpikir kalau besok pasti akan dikirim email pengumuman libur pilkada. Pilkada Jakarta yang mengharuskan digelar dua putaran memberi keuntungan tersendiri, dapat tambahan jatah libur :).
Hari Pertama, Semarang
Subuh jam 4-5an, kereta sampai Pekalongan, lumayan banyak yang turun. Alhamdullilah, dapat tempat duduk.
Sempat susah tidur karena lampu dalam kereta yang begitu terang, tapi karena tempat yang sekarang lebih baik dari sebelumnya (kereta restorasi, jongkok di pintu sambungan kereta, depan toilet) akhirnya tidur juga.
06:41, Stasiun Semarang Poncol. Gelagapan, baru bangun tidur, keluar kereta langsung disambut suasana sepi kota Semarang. Ambil foto lalu jalan ke toilet umum, banyak yang antri.
Bingung ga punya rencana mau kemana plus otak belum penuh, duduk-duduk sebentar di depan peron. Buka ipin, search "penginapan murah Semarang", dapat info ada di Jalan Imam Bonjol, dekat simpang lima Semarang, buka Google Maps, jalan kaki sepertinya ga jauh-jauh amat. Oke berangkat!
Enaknya kalau angkutan kereta itu langsung di tengah kota, tidak seperti terminal bus atau bandara yang biasanya diletakkan jauh di luar kota.
Seperti biasa, keluar stasiun banyak yang nawar-nawarin jasanya. Tukang ojek, taksi, becak dll. Jurus ampuh keluar, "enggak pak, mau jalan kaki aja". Dengan tas carrier menempeld di punggung memang pantas kalau mau jalan kaki.
Setengah jalan, ada tukang ojek yang sedari stasiun tadi gigih mengikuti. "Ayo mas, buat jajan anak-anak, mau kemana?", Akhirnya keceplosan juga, "ke simpang lima pak, cari penginapan" (sengaja nggak nyebut hotel). Tukang ojeknya langsung menyebut hotel purnama, tapi langsung kupotong, "yang murah-murah aja pak, yang penting bersih".
Setelah diskusi sebentar tukang ojeknya menyanggupi bakal mengantar sampai ketemu, lumayan mahal juga, 20rb.
Sampai hotel purnama yang tempatnya nggak begitu jauh dari Stasiun Tawang (ini hotel sebetulnya merupakan rumah dari pak menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro) ternyata kamar yang dimaksud pak ojeknya nggak ada. Paling murah ratenya 160rb. Jauh panggang dari api.
Nggak begitu lama, pak ojek nawari losmen depan pasar Johar, oke berangkat! Jalan sebentar sampai juga di depan pasar Johar, sepi tidak banyak aktifitas. Kebetulan tempatnya di depan Masjid Agung Semarang.
Masuk losmen (yang kukira awalnya merupakan rumah biasa) dan tanya rate per malamnya. Agak kaget waktu tahu ratenya "cuma" 40rb semalem, fyuh. Cek-cek kamar sebentar, langsung ambil. Well, untuk harga 40rb I can't expect too much.
Capek karena tadi kurang tidur, pagi ini mau tidur dulu sampai siang, nanti sore baru keliling Semarang.
Foto Jalan Pemuda Semarang di pagi hari.
We All Have Friend Like This
Scene 1 Me: Hey, jalan yuk? Him: Kemana? Kapan? Naik apa? Pulang kapan? Habis berapa? Him: Nginap dimana? Kalau ada ini gimana? Scene 2 Me: Hey, jalan yuk? Him: Yuk Him: Eh, tapi nanti disana ngapain? bla bla bla Waktu hari H. Him: Eh, sorry ya, mendadak ada ...., jadi aku nggak bisa ikut, maaf ya.... Scene 3 Me: Hey, jalan yuk? Him: Sama siapa aja? Me: Sama A, B dan C, gimana? Him: Wah D nggak ikut ya? Me: Enggak, dia nggak bisa karena .... Him: Wah, sayang sekali, kalau dia ikut .... bla bla bla Kita semua pasti punya teman seperti ini, yang banyak nanya, yang ngebatalin pas menit-menit terakhir dan "yang"-"yang" lain yang pastinya sangat tidak kita harapkan. Memang menyatukan banyak otak tidaklah mudah (karena itu aku lebih suka solo backpacking), btw kesimpulan dari post ini adalah: Kalau orang atau teman yang kamu ajak banyak bertanya, mulai hal umum seperti transportasi sampai hal sepele macam "banyak nyamuk nggak?" kemungkinan besar dia ragu, dan ragu kemungkinan besar nggak ikut.
It Just So Amazing
Waktu itu hari Jumat dan aku diajak untuk menginap esok harinya, sabtu. Dengan sebelumnya nyempatin dulu main game online di sekitaran blimbing. Tak bisa tidur aku dibuat oleh hal ini, merencanakan perjalanan untuk esok hari, memikirkan apa yang akan terjadi, sambutan orang tuanya, dll.
Tak berhenti sampai tengah malam hingga akhirnya Ibuku yang setengah terbangun menepuk dan menyuruhku untuk segera tidur. Ya, sampai SMP aku masih tidur bersebelahan dengan Ibuku, keluargaku tak mempunyai cukup uang untuk memberi kamar bagi setiap anggotanya.
It just so amazing, itulah yang aku rasakan sekarang, memikirkan bagaimana esok aku berangkat ke Semarang naik kereta, keliling dalam kota, mencari penginapan, mencari angkutan ke Wonosobo untuk menuju Dieng dan keliling kota Banyumas untuk wisata kuliner. Oh betapa indahnya merajut rencana, hingga tak bisa tidur aku dibuatnya. Kalau aku ingat-ingat lagi, ini persis seperti waktu itu, 8 tahun lalu. Bedanya 8 tahun lalu di Malang, sekarang di Jakarta.
Kurasa hal ini akan terus terulang tiap saat aku akan melakukan perjalanan, tak lama, Oktober ini aku akan ke Sulawesi (meski rencana 2 bulan harus dipotong jadi 10 hari) lalu Januari aku akan ke .... Well aku tidak bisa bercerita tentang semua tentang semua hal yang kurencanakan disini. Tunggu saja tanggal mainnya, akan kukelilingi Indonesia ini :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Horor dan Sci-Fi: The Cabin in The Woods
Film The Cabin in The Woods ini merupakan campuran antara film Horor dan Sci-Fi (Science Fiction). Film besutan Drew Goddard ini mempuyai rating 7-8 di IMDb, dan mendapat review yang cukup bagus dari kritikus film karena keberaniannya mengangkat film horor yang 'lain dari yang lain'.
Dilihat dari daftar pemain memang film ini diisi oleh aktor/aktris yang kurang terkenal, seperti yang aku baca disini, pemain film memang diambil dari pemeran cameo di film horor lain. Tapi jangan salah, pemain film disini tidak menentukan isi dari film itu sendiri.
Morning Glory: Work Hard, Play Hard
Morning Glory, film yang dibintangi Rachel McAdams (Becky Fuller) ini bercerita tentang seorang eksekutif produser yang bekerja pada acara TV (DayBreak) yang mempunyai rating buruk, karyawan yang tidak bersemangat dan serangkaian masalah-masalah lain.