Tapi tidak sesuai harapan semua orang, raid gate tidak berakhir bahkan setelah malam datang. para esper masih tidak bisa masuk ke dalam gate untuk menghabisi boss nya meski sudah mencoba cara apapun dan akhirnya memilih menyegel pintu masuk gate untuk sementara dengan barrier pelindung agar para esper yang kelelahan bisa beristirahat sejenak.
Caine menonton dari rear saat Rion dan esper kelas tinggi lain berdiskusi langkah selanjutnya. karna gate dengan rank setinggi ini di pinggir kota tidak bisa dibiarkan begitu saja, dan keadaan gate yang spesial tidak bisa dimasuki merupakan masalah besar. selama pertempuran, sesuai janjinya, Rion kembali ke rear tiap kali tingkat corruption nya menyentuh 69% untuk guiding. dan Caine mengulang sesi guiding dengan ciuman beberapa kali di sudut gedung, mengingatnya saja membuat pipinya terasa panas.
âCaine, istirahat duluan aja. nanti gantian sama yang lain.â Key menghampiri, penampilan gadis itu sudah tidak serapi tadi pagi saat di center. tak jauh berbeda dengan Caine.
Caine mengangguk, sejujurnya merasa cukup lelah. meng-guide Rion disela membantu guiding esper lain membuat tenaganya habis total. apalagi meng-guide Rion butuh tenaga dan kekuatan ekstra.
âaku istirahat duluan ya, kalau ada apa-apa panggil aja.â
Caine mundur cukup jauh dari rear, mendekat ke pojokan dimana sebelumnya ia berciuâehem, meng-guide Rion. sudut tempat itu berada diantara dua gedung yang sudah hancur, tapi karna monster yang lolos sebelumnya disekitar sudah dibasmi, selama pintu gate masih disegel, seharusnya tidak akan ada monster lain yang akan muncul. Caine rasa lokasi itu tergolong cukup aman untuknya beristirahat.
Caine duduk di tanah, bersandar di tembok sambil memejamkan mata. Baru duduk, tubuhnya langsung menjerit lelah, rasanya seperti seluruh adrenalin yang ia rasakan sejak menginjakkan kaki di area berbahaya ini akhirnya menghilang dan rasa lelah dan sakit yang menumpuk menyerbu tubuhnya. Jika itu dirinya dua bulan lalu, Caine tidak akan pernah membayangkan kalau dirinya akan terlibat dengan center, menginjakkan kaki di gate, dan bahkan menjadi guide level tinggi. Hidupnya dua bulan belakangan sudah seperti roller coaster. Dan itu semua gara-gara Rion Kenzo.
Memang sumber masalah dalam hidupnya hanya Rion Kenzo saja.
Kelopak mata Caine sontak terbuka saat mendengar tangisan samar. Iris emasnya menajam, melihat sekitar dengan was was.
Tangisan? Ditempat ini? Siapa yang menangis? Bukan⊠hantu kan?
Maksudnya, monster dan gate aja bisa muncul di dunia ini, berarti hantu juga bisa saja muncul kan? Caine berusaha mendengarkan lebih jelas. Tapi suara tangisan itu benar-benar samar, sepertinya cukup jauh dari tempatnya duduk. Tapi itu jelas tangisan seseorang. Ia berdiri perlahan, berjalan pelan keluar dari tempatnya sambil melihat sekitar.
Suara tangisan itu semakin jelas. Caine berjalan mengikuti arah yang ia yakini sumber suara itu. Menelan ludah sendiri, mendadak takut. Bagaimana kalau itu benar hantu⊠tidak mungkin kan ada orang biasa yang tersisa diarea yang harusnya sudah dievakuasi semua ini?
Setiap langkah, suara tangisan itu semakin keras. Caine masuk ke dalam gedung minimarket yang bagian atasnya sudah hancur. Posisinya cukup jauh dari lini depan, tapi juga cukup jauh dari area barikade di belakang. Tapi suara tangisannya semakin jelas, dan entah kenapa, semakin mendengarnya, Caine merasa suaranya semakin familiar. Jantungnya berpacu, mendadak merasa takut.
Langkah Caine terhenti. Dia kenal suara ini. Ini suaraâŠ
âMORGAN?!â Ia berlari ke arah sumber suara. Di Bawah reruntuhan tembok yang bertumpuk, ada sebuah celah yang cukup lebar. Suara itu datang dari dalam celah itu.
Caine langsung berbaring tengkurap di depan celah itu, berusaha melongok ke dalam dengan panik. âMorgan?! Kamu disini?! Morgan!!â
âHng.. kakak? âŠKak Caine?!â Suara itu mengeras.
Jantung Caine rasanya hampir berhenti. Apalagi saat melihat kepala adiknya muncul dari dalam celah reruntuhan itu. Wajah adik bungsunya itu sembab dengan hidung memerah, pipinya basah dengan air mata.
âMorgan..! Astaga, kamu gapapa?! Bisa keluar dari sana?!â Panik Caine.
Morgan merangkak keluar dari celah itu, Caine membantu menariknya. Dan begitu ia berhasil keluar, Caine langsung memeluk adiknya itu erat-erat.
âKakak..!â Morgan menangis lagi. âAku takutt, hiks..!â
âYa tuhan..â Caine mengusap kepala sang adik dengan cemas. Ia langsung memeriksa keadaan adiknya itu. Untungnya, Morgan tidak tampak terluka parah. Hanya kotor dan sedikit tergores di sana-sini. âKamu kenapa bisa ada disini?! Sejak kapan?! Harris?! Harris juga ada disini?!â
Caine cemas bukan main. Ia pikir adik-adik nya berada dirumah, rumahnya berada di distrik yang sama dengan center dan tempat itu masih sangat aman sekarang, makanya Caine tidak khawatir sama sekali. Tapi ini tiba-tiba saja Morgan ada disini?!
Morgan terisak, tangannya terus mencengkram lengan sang kakak mencari rasa aman. âAkuâhiks.. aku pergi ke rumah temen gak jauh dari sini. Harris gak ikut, kak.. hiks.. Harris jaga toko bunga kakak.. aku cuma mau main, hiks.. tapi tiba-tiba banyak monster.. aku takutt!!ââ
Caine langsung memeluk adiknya itu lagi. Lega sekali mendengar Harris aman di rumah. Ia juga lega, Morgan selamat selama ini. Ya tuhan, ia takut sekali.
âOke-oke, yang penting kamu aman sekarang. Ya tuhan, kakak kaget banget takut kamu kenapa-napa..â ia mengusap punggung adiknya itu, berusaha menenangkan anak itu.
Ia harus segera membawa Morgan keluar dari sini. Meski sekarang masih aman, tempat ini masih zona berbahaya. Monster bisa keluar kapan saja selama gate masih belum tertutup. Caine melihat gelang di tangannya, gelang perlindungan dari Rion. Dengan smartwatch nya, Caine men-scan gelang itu. Selain perlindungan barrier, gelang itu juga punya fitur teleportasi. Tapi anehnya, titik teleportasi yang sudah ditetapkan adalah Rion Kenzo. Maksudnya gelang itu akan otomatis menteleportasikan dirinya kemanapun Rion Kenzo berada gitu?
Yah, Caine rasa berada disisi esper kelas SS termasuk tempat teraman.
Tanpa ragu, Caine melepas gelang itu dan memakaikannya di tangan sang adik. âKalau ada apa-apa, teriak activate ke gelang ini. Kamu bakal langsung pindah ke tempat aman. Abis itu, kamu jangan pernah jauh-jauh dari orang yang paling kuat didepan kamu sampai kamu keluar dari tempat ini. Paham gak?â
Morgan menatap gelang di tangannya sambil sesenggukan, mengangguk pelan. âI-iya kak..â
âAyo keluar dari sini.â Caine menarik tangan Morgan, segera keluar dari tempat itu. Jantungnya berpacu, ia benar-benar harus mengeluarkan Morgan secepatnya dari area berbahaya ini.
Caine langsung menarik Morgan ke belakang tubuhnya, iris emasnya melebar dengan terror. Didepan mereka, di atas sebuah gedung yang sudah setengah hancur, sebuah monster tanaman menggeliat turun. Wajahnya sontak memucat, apalagi saat merasakan adiknya gemetar hebat.
âMorgan,â bisik Caine sambil melangkah mundur perlahan. Monster itu baru tampak menggeliat turun, akarnya yang seperti tentakel menggeliat ke bawah dengan perlahan. Kemungkinan belum menyadari keberadaan Caine dan Morgan disana. âdalam hitungan ketiga, lari ke kanan. Jangan bersuara, okey?â
Ia bisa merasakan Morgan mengangguk cepat, tangannya gemetar menggenggam tangan sang kakak.
Caine bersiap lari, matanya tak lepas memperhatikan monster itu yang masih menggeliat turun dari gedung hancur. Keringat dingin mengalir di keningnya.
Secepat mungkin, Caine dan Morgan langsung berlari menjauh dari sana. Sebentar lagi.. sebentar lagi mereka harusnya mencapai barikade. Disana pasti ada esper. Dan barrier pelindung disana pasti aman untuk berlindung. Tolonglah.. tolongâŠ
âAkhh!!â Morgan tiba-tiba tersandung dan jatuh. Suara teriakannya keras, membuat monster itu tiba-tiba menggila.
âMORGAN!â Caine buru-buru membantu adiknya itu berdiri, dan menariknya berlari lagi.
Kali ini monster itu mengejar. Akar-akarnya menabrak tanah sampai hancur dengan dahsyat. Bagian tubuh monster itu berbentuk seperti buah plum dengan wajah mengerikan. Getaran dari akar-akarnya yang menghantam tanah membuat langkah Caine dan Morgan tidak stabil. Rasa ngeri dan takut hebat menguasai. Apalagi saat Caine sadar Morgan berlari dengan pincang setelah kakinya terluka akibat jatuh tadi.
Caine mendorong Morgan berlari didepan, âMorgan, gelang!! Gelangnya!!â Teriak Caine keras.
âHah?! I-iya kak! Tapi kakak..?!â
Langkah Caine oleng dengan sekali hentakan akar monster itu ke tanah. âSEKARANG MORGAN!!â
âAc-activate!!â Morgan berteriak panik. Seketika, gelang di tangannya bersinar terang dan dalam sekejap, anak itu menghilang dari hadapan Caine.
Caine langsung bernafas lega, tapi tak lama, satu akar monster itu berhasil meraih kakinya. Membuatnya terjerembab keras ke depan. Ia berteriak kesakitan, berubah panik saat monster itu menarik kakinya.
Tubuhnya terlempar, menabrak tanah dengan keras. Seluruh tubuhnya terasa hancur. Tapi sekuat tenaga, ia berusaha merangkak menjauh.
âAaaagghh!!â Caine kembali berteriak kesakitan saat tubuhnya ditangkap, dililit kuat akar monster itu. Sekali lagi tubuhnya dibanting hebat dan seketika pandangannya langsung gelap.
Ia juga mati karna monster seperti kedua orang tuanya?
Memang nasib yang burukâŠ
Rion masih berdiskusi dengan tim nya saat tiba-tiba saja, dari udara diatasnya, cahaya kuat tiba-tiba muncul seperti petasan dan seorang remaja jatuh ke gendongannya. Rion refleks menangkap anak itu, terkejut. Bukan hanya dia yang terkejut, tapi juga esper lain yang ada disana. Manik violetnya langsung melebar begitu melihat siapa anak itu, dan bagaimana anak itu tiba-tiba muncul.
âTuan Rion!!â Anak berambut hitam itu langsung mencengkram baju Rion, menatapnya dengan panik. âKak Caine..! Tolongin kakak!!â
Rahang Rion langsung mengeras, pandangannya menajam. Ia tidak tau bagaimana anak itu bisa sampai disini, apalagi Caine yang tiba-tiba dalam bahaya, tapi yang terutama adalah keselamatan Caine, guide-nya. Rion langsung menurunkan anak yang dikenali sebagai salah satu adik Caine itu, mendorongnya ke arah Riji.
âJi, urus anak ini. Gua harus cari Caine.â
Rion langsung menghilang dari sana. Dadanya dipenuhi amarah, dan rasa takut. Ia benar-benar takut terjadi sesuatu pada Caine. Rion berlari seperti orang kesetanan, mencari sekitar area terlarang dengan cepat. Ekspresi nya yang gelap tampak mengerikan, membuat siapapun yang ia lewati tidak berani menghalangi. Maniknya mengedar, men-scan tiap jengkal reruntuhan gedung-gedung yang ada disekitar.
âAnjing, Caine..! Lu dimanaââ dengan langkah berdebam, Rion mendadak berhenti. Tak jauh darinya, di atas sebuah gedung hancur, sebuah monster berbentuk tanaman dengan akar-akar seperti tentakel bergeliyatan. Dan di salah satu akarnya, terlilit⊠Caine yang tidak sadarkan diri dengan tubuh berdarah-darah. âCAINE!!â
Mata ungu Rion berkilat marah. Ia melompat cepat ke arah monster itu.
Akar-akar monster itu kembali menggila. Rion tidak menunggu, dengan tinjuan berlapis kekuatan espernya, meninju tubuh monster itu dengan keras.
Rion menebas akar yang melilit tubuh Caine dengan kekuatannya, gesit menangkap tubuh Caine sebelum jatuh. Teriakan berdengik monster itu memekakkan telinga. Mengamuk lepas kendali karena terluka. Rion langsung melompat menjauh, ia menurunkan Caine ditempat aman. Memotong akar-akar monster yang melilit tubuhnya, Rion berdesis saat melihat kondisi pria itu yang mengenaskan. Giginya bergeretak dipenuhi emosi.
Tanah bergetar hebat, monster itu menghentak turun dari posisinya. Rion langsung berdiri, setelah memastikan Caine ada di lokasi yang aman, Rion maju menghajar monster itu. Ia tidak tau bagaimana monster itu bisa terlewat saat tim esper menyapu tempat ini dan mengevakuasi penduduk, tapi level monster itu cukup tinggi. Bukan berarti lawan yang sepadan untuk Rion.
Getaran tanah yang hebat membangunkan Caine. Kelopak matanya terbuka perlahan, tubuhnya kaku, tidak bisa digerakkan sama sekali dipenuhi rasa sakit. Pandangannya kabur. Tapi meski buram, Caine bisa melihat Rion menghajar monster dengan brutal. Jeritan monster itu sungguh memekakkan telinga, membuat telinganya semakin berdenging hebat.
âRi..onâŠâ suaranya rendah, sangat pelan nyaris tidak terdengar.
Seluruh tubuh Caine sakit, Caine benar-benar tidak bisa merasakan tubuhnya, tidak bisa menggerakkan sejengkal pun. ia ingat apa yang terjadi sebelum ini. Merasa lega melihat Rion disini. Karena itu artinya, Morgan berhasil sampai ke tempat Rion dengan selamat. Morgan sudah aman.
Hanya itu yang ia syukuri.
Caine sudah hampir jatuh pingsan lagi saat Rion tiba-tiba sudah ada didepannya lagi.
âCaine!â pria tua itu mengangkat kepala Caine ke pangkuan dengan hati-hati. Dan Caine sempat melirik kearah monster dibelakang Rion yang sudah hancur tak berbentuk sesaat, sebelum kembali melihat Rion. âARE YOU STUPID?! I GAVE YOU THAT BRACELET TO PROTECT YOU!!â
Bibir Caine tertarik, tidak mampu tertawa. Seluruh tubuhnya tidak terasa lagi, dan kesadarannya mulai terasa ringan. Ia tau kali ini, ia akan jatuh pingsan lagiâatau mungkin mati.
âPleaseâŠâ suara Rion memelan, tangannya gemetar mengusap pipi Caine yang dipenuhi darah. âKeep your eyes open.. aku bawa kamu ke healer. Please.. Caine..â suaranya memelas, tapi pria tua itu langsung mengangkat tubuh Caine dengan hati-hati ke gendongan.
Erangan pelan lolos dari bibir Caine, matanya terpejam sesaat. âGhug..â
âPlease.. jangan tinggalin aku, Caine. Aku gak akan biarin kamu pergi gitu aja setelah susah payah aku temuin kamu,â
Rion memakai kekuatan esper-nya, melesat secepat mungkin ke bagian rear, dimana dokter, guide dan healer berkumpul. Begitu tiba disana, orang-orang disana tersentak kaget melihatnya datang dengan Caine yang berdarah-darah, barely clinging to his consciousness.
âHEALER!!â teriak Rion, wajah panik dan desperate nya terlihat jelas. Dengan hati-hati membaringkan tubuh Caine di tanah.
Beberapa dokter dan healer yang ada bergerak cepat, berusaha menyelamatkan Caine. Sementara Rion diam menggenggam tangan sang partner, tubuhnya gemetar. Berulang kali ia memanggil nama sang partner berusaha membuat Caine mempertahankan kesadarannya.
âPlease, bertahan sebentar lagi, Caine.. please..â
Caine menatap Rion tanpa tenaga. Telinganya berdengung hebat dan pandangannya semakin kabur. Tubuhnya tidak berasa, tidak bisa digerakkan sama sekali. Tapi entah kenapa, ia bisa merasakan hangat di tangannya yang digenggam Rion.
Bibirnya tertarik perlahan, pandangannya mulai menggelap.
âJa⊠ga⊠ad..ik.. ku.. YonâŠâ gumaman yang lebih seperti cicitan itu berhasil keluar dengan susah payah. Tenggorokannya terasa terbakar.
âI will. But you must survive. You must.â Rion mengecup telapak tangan sang partner dengan gemetar. âPleaseâŠâ
â...I.. hff.. youââ
âCaine?! Caine, please, open your eyes!! CAINE!!â Rion menjerit panik melihat kelopak mata emas itu mulai tertutup.
Caine menyerah, kegelapan menyeretnya pergi. Satu yang ia sesalkan, tidak bisa menggenggam balik tangan hangat itu.
Pria berambut merah itu menoleh, terkejut bukan main saat melihat dua sosok paling ia rindukan berjalan mendekat. Tubuhnya langsung gemetar dengan haru, rasa rindu menggelegak.
âMami! Papi!â Ia berlari ke arah mereka, melompat memeluk keduanya seperti anak kecil. Mendekap mereka dengan rasa rindu.
10 tahun ia kehilangan dua orang terpenting dalam hidupnya itu. Tragedi yang merenggut kedua orang tuanya. 10 tahun Caine yang saat itu baru dewasa terpaksa bekerja membanting tulang agar bisa menghidupi adik-adik nya. Caine sangat merindukan orang tuanya. Sangat.
Kedua orang tuanya pun memeluknya penuh rasa rindu. âKamu udah dewasa, Caine.â
âhiks.. I miss you guys, so much..â
Sang ibu melepas pelukan mereka, mengusap kedua pipi anak sulungnya itu dari air mata sambil tersenyum lembut.
âWe too, miss youuu so much, honey.â
Ayahnya pun tersenyum sambil mengusap si sulung, âkami senang kamu tumbuh dengan baik, gimana sama Harris dan Morgan? Maafin Papi ya, karna bikin kamu jadi harus ngurusin mereka sendirian..â
Caine masih terisak, tapi ia menggeleng pelan. Tangannya tak lepas memegang pakaian kedua orang tuanya, seakan kalau ia lepaskan walau sebentar, kedua orang paling berharga baginya itu akan menghilang lagi.
âNoo.. aku gak masalah, mereka adik-adik aku. I love them, just like I love you guys. Weâre family.â
Kedua orang tuanya kembali tersenyum, âkamu emang kakak yang baik, sayang.â
âTapi kenapa kamu bisa ada disini?â
Caine diam sejenak, mencoba mengingat apa yang terjadi. Tapi anehnya, ingatannya seperti berkabut. Ia kesulitan mengingat apa yang terjadi sebelum ini, ia bahkan tidak ingat bagaimana ia bisa sampai disini. Tempat apa ini� Kenapa ada orang tuanya disini..?
âAku gak tau.. tapi ini dimana?â
Kedua orang tuanya saling pandang, tampak mengerti sesuatu. Dengan kode anggukan, sang ibu lalu menggenggam tangan Caine. Tersenyum manis sambil menarik tangan anak itu berjalan.
âIni mimpi, sayang. Mami seneng banget bisa ketemu kamu walau cuma di mimpi, gimana kalau kamu ceritain apa aja yang udah terjadi selama ini? Mami juga kangen pengen denger kabar Harris dan Morgan.â
âPapi juga, kamu bisa disini selama mimpi ini belum berakhir. Jadi kita bisa cerita-cerita.â
Caine excited, âbeneran?â
âIya dong, yuk duduk dipinggir danau.â
Caine mengikuti kedua orang tuanya, duduk di pinggir danau. Mereka mengobrol, Caine menceritakan seluruh hidupnya dengan riang sambil berbaring di pangkuan sang ibu. Sesekali ayahnya tertawa sambil mencubit pipinya karena gemas. Caine menceritakan semuanya, Bagaimana hidupnya berjalan setelah kedua orang tuanya meninggal, berkat uang kompensasi dari center setelah pengorbanan orang tuanya, Caine bisa lulus kuliah sambil menghidupi kedua adiknya. Meski begitu, Caine tetap bekerja keras, bekerja part time di 2-3 tempat sekaligus sambil kuliah karena uang kompensasi saja tidak cukup menopang kehidupan mereka. Ia cerita bagaimana Harris dan Morgan yang saat itu baru masuk SD kesulitan beradaptasi karena harus hidup tanpa orang tua dan bagaimana dirinya lari kesana-kemari mengurus kebutuhan dua adiknya itu. Bagaimana dirinya membuka flower shop dengan sisa uang kompensasi dan tabungannya yang berhasil ia kumpulkan, agar adik-adiknya bisa tetap sekolah.
Rasanya menyenangkan. Bisa bercerita seperti ini dengan kedua orang tuanya. Caine sampai berharap ia tidak akan pernah bangun lagi dari mimpi ini. Meski hanya mimpi, Caine sangat bahagia bisa bertemu kedua orang tuanya.
âTerus aku tiba-tiba bangkit jadi guide, mih.â
âIya! Aku guide kelas A!â
âWahhh!! Anak papi ternyata guide tingkat tinggi!â Dengan bangganya, sang ayah mengusap kepala Caine.
Meski begitu, wajah sang putra tampak murung. Rautnya membuat kedua orang tuanya saling berpandangan.
âKamu gak seneng bangkit sebagai guide?â Tanya sang ibu lembut.
Caine menggeleng pelan, âsetelah kematian kalian, gak ada hal yang paling aku benci selain center, esper dan guide. Aku kaget, takut banget begitu tau aku bangkit jadi guide. Apalagi pas tau pasangan esper aku ternyata Rion Kenzo.â
âPasangan esper kamu Rion Kenzo?â Sang ayah terkejut.
âAre you happy about it?â Caine menatap keduanya dengan ragu.
Caine tau, meski kedua orang tuanya meninggal didalam gate, ayah dan ibunya bangga dengan itu. Karena kedua orang tuanya itu merasa, gugur dalam tugas adalah sebuah kehormatan. Mereka berdua adalah esper dan guide berdedikasi tinggi dan loyal pada center. Dirinya saja, yang membenci center, esper dan guide sejak kematian mereka. Karna kehilangan dua orang berharga sekaligus.
Kedua orang tuanya kembali saling berpandangan, dan sang ibu menghela nafas. Dengan lembut menggenggam kedua tangan sang putra.
âWeâre sorry, karna udah pergi tiba-tiba kayak gitu dan ninggalin kalian. Kami tau kamu udah banyak menderita, jadi kami gak salahin kamu karna membenci esper, guide dan center.â
âYes, Son. It's all our fault. We left you with 2 children to take care of alone, can you forgive us?â
âNo, no, aku udah bilang, aku gak masalah soal itu. Weâre family, remember?â
âYes. And weâre so happy you turned out to be a guide, especially an exclusive guide for Rion Kenzo.â
Caine menatap kedua orang tuanya dengan bingung, mereka senang karena dirinya menjadi guide eksklusif Rion Kenzo? Tapi kenapa?
Sang ayah tersenyum, âsetelah kecelakaan di gate itu, jasad mami sama papi bisa dibawa keluar dari gate kan?â
Caine mengangguk, namun perutnya terasa mual mengingat kejadian itu. Mengingat betapa mengerikannya jasad kedua orang tuanya yang berhasil dibawa keluar dari gate. Caine merasa dunianya hancur berkeping-keping.
âNormally, kalau kita gugur didalam gate, bahkan jasad pun gak akan tersisa, Caine.â Sang ibu tersenyum kecut, mengatakan hal paling sadis di dunia dengan muram.
Ya, Caine juga tau itu. Makanya perwakilan center pernah bilang, kalau jasad kedua orang tuanya berhasil keluar dari gate untuk dimakamkan itu sebuah bentuk keajaibanâhal yang sampai sekarang membuat Caine benci setengah mati pada orang-orang di center, karna mereka mengatakannya seakan Caine harus bersyukur atas kematian orang tuanya. Tapi ia tau, mereka mengatakan itu karena memang benar kasus jasad bisa keluar dari gate dan dimakamkan dengan layak sangat amat jarang; hampir mustahil malah. Kasus kedua orang tuanya, adalah kasus langka yang terjadi.
Sang ayah menatap putranya dengan lembut, âtapi waktu itu, kami satu tim dengan esper Rion. Tim mami dan papi bergabung dengan tim esper Rion Kenzo untuk raiding gate itu. Dan esper Rion, adalah yang nyelametin mami dan papi berkali-kali sebelum kami gugur.â
âApa?â Caine terkejut.
Sang ibu mengangguk. âMami ingat, gimana esper Rion ngumpulin jasad-jasad tim kita yang tersisa, termasuk jasad papi kamu. Mami pun udah sekarat, tapi ngeliat itu, mami yakin, meski gak utuh, kami bisa pulang.â Senyum ibunya getir.
Caine tidak tau cerita itu, ia tahu kasus jasad bisa keluar dari gate itu langka, tapi tidak tau sama sekali kalau ternyata, Rion lah yang menyelamatkan orang tuanya, bahkan membawa keluar apa yang tersisa dari orang tuanya. Meski melihat pemandangan mengerikan jasad-jasad orang tuanya membuat trauma mendalam juga, tapi berkat itu, Caine bisa mengadakan pemakaman yang layak untuk kedua orang tuanya. Dan itu semua berkat Rion Kenzo. Esper yang mengubah seluruh hidupnya.
âRion Kenzo masih muda waktu itu, tapi dia kuat dan baik. We believe.. he can treat you well now that you're his guide.â Ayahnya tersenyum, mengusap kepala anaknya sekali lagi.
âHeâs kind to you right?â Tanya sang ibu.
Caine diam. Ia mengingat-ingat bagaimana ia bertemu Rion pertama kali sampai sekarang.
Ya memang, awal mula pertemuan nya dengan Rion agak berantakan. Tiba-tiba saja dirinya diculik dan disekap di center, tapi alasannya cukup jelas. Energinya yang baru bangkit memang kacau dan tak terkendali. Dan Rion Kenzo, tidak pernah bertindak kasar, jahat atau kejam padanyaâKalau annoying, clingy, dan weird itu lain soal. Tapi sejauh ingatannya, Rion selalu memperlakukannya dengan baik. Rion bahkan beberapa kali membawakan hadiah untuk Harris dan Morgan kalau datang ke tokoâuntuk mengganggunya.
Caine tidak yakin, perasaan aneh muncul di dadanya mengingat waktu-waktu yang ia habiskan bersama Rion sejak menjadi guide nya. Rasanya seperti menggelitik, seperti ada kupu-kupu berterbangan.
âHeâs.. kind. Kadang bertingkah aneh dan clingy, jail juga, tapi.. dia baik..â suaranya memelan di akhir, seakan ragu.
Sang ayah tertawa, melihat wajah sang putra yang tertekuk. âCaine, clingy itu wajar. Esper punya obsesi ke guide mereka, kayak papi ke mami kamu nih.â
âIsh kamu!â Ibunya menyikut pelan perut sang suami, melotot kesal.
âYa tapi gak usah di omong di depan anak kita bisa gak sih?â
Caine tersenyum melihat kedua orang tuanya yang sekarang malah berdebat kecil, ia senang, bisa melihat mereka seperti ini lagi. Pemandangan ayahnya yang menjahili sang ibu, dan ibunya yang ngambek lalu dibujuk sang ayah. Pemandangan yang sangat ia rindukan.
Caine ingin melihat pemandangan itu lebih lama lagi, tapi entah kenapa, pandangan Caine mulai dipenuhi cahaya putih. Membuat pria muda berambut merah itu mengucek mata dengan bingung.
Seperti tau apa yang terjadi, kedua orang tuanya berhenti berdebat. Sang ibu memeluk Caine lembut, lalu bergantian dengan sang ayah.
âIt's time for you to wake up from this dream, honey.â Ucap sang ibu, mengusap kepala sang putra sulung lalu mengecup keningnya lembut. âMaaf ya gak bisa lama-lama sama kamu, mami titip sayang ke Harris dan Morgan. Mami sayang kalian.â
âHah? Tungguââ Caine tidak ingin mimpi ini berakhir, memegang lengan kedua orang tuanya erat.
âPapi juga minta maaf, karena gak bisa jaga kalian lebih lama. Tapi papi janji, akan jaga mami kamu disini sampai kita bisa berkumpul lagi. Papi juga sayang kalian, jaga Harris dan Morgan ya, Caine. Kamu anak papi yang paling papi sayang.â
âPa-papi.. mih..â mata emas Caine berkaca-kaca, tangannya gemetar dengan tangis. Sosok kedua orang tuanya mulai kabur dengan kabut putih. âKapan.. kapan aku bisa ketemu kalian lagi?â
Kedua orang tuanya tidak menjawab, hanya diam menatap ke arahnya dengan senyum lembut. Pandangan Caine semakin memburam, sampai pada akhirnya, seluruhnya memutih.
Kelopak mata emas itu terbuka perlahan, kesadaran mulai kembali mengisi hidup. Langit-langit putih adalah hal pertama yang ia lihat. Suara beep dari mesin pendeteksi detak jantung mengisi ruangan. Erangan pelan lolos dari mulutnya yang kering, perlahan, menggerakkan tangannya begitu sadar ada selang infus terpasang disana.
Caine melirik ke samping, pada sosok kedua adiknya yang tampak bahagia memanggil dokter. Harris dan Morgan gelimpungan, menghampirinya dengan rona senang setelah melihatnya membuka mata.
Morgan langsung menggenggam tangannya, tampak ingin menangis. âAkhirnya kakak sadar..! Aku takut banget kak!â
âGimana perasaan kakak? Masih ada yang kerasa sakit gak?â Harris tampak khawatir.
Caine hanya menggeleng pelan, tersenyum kecil sambil berusaha bangun dan duduk. Anehnya, tubuhnya benar-benar terasa ringan. Seperti tidak sakit sama sekali. Ingatan sebelum ia pingsan membanjiri kepalanya, membuatnya sedikit mual.
âMana yang sakit kak?!â
âKh.. gak papa. Aku gapapa, Ris.â Ia menahan tangan sang adik yang sudah akan berlari keluar untuk memanggil dokter.
Tadi Harris sudah memanggil dokter juga, dan benar saja, tak lama, dokter benar datang dan memeriksa keadaannya.
Kondisinya dinyatakan stabil. Katanya, Caine berhasil pulih dengan sempurna berkat esper healer yang dikerahkan Rion untuk mengobatinya. Tulang-tulang yang remuk berhasil disatukan kembali, luka-luka terbuka tertutup lagi, dan darah yang keluar pun berhasil diisi kembali. Lebih seperti resurrection atau regenerasi sempurna, karna Caine sungguh tidak merasakan rasa sakit apapun sekarang. Meski begitu, rupanya Caine baru sadar setelah hampir seminggu.
Dokter menduga, dirinya yang tidak kunjung sadar itu karena pengaruh mental. Kemungkinan, karena trauma mendalam setelah diserang monster dan hampir mati, tubuhnya melakukan shutting down sementara agar bisa memberi waktu pikirannya untuk tenang. dan kini, setelah tubuh dan pikirannya membaik, akhirnya Caine bisa sadar lagi.
Harris dan Morgan tampak lega mendengar penjelasan dokter. Apalagi saat mendengar kakak mereka bisa langsung pulang setelah observasi 1-2 jam.
âMorgan, kamu gapapa kan?â Tanya pria berambut merah itu lagi, memastikan adiknya yang nakal itu baik-baik saja. Ia ingat bagaimana dirinya menemukan anak berambut hitam itu di reruntuhan gedung dan bagaimana takutnya dirinya saat itu. Meski melihat Morgan berdiri di depannya sehat walafiat, Caine merasa kurang kalau tidak bertanya.
Morgan langsung mengangguk. âAku gapapa kak, pas kejadian itu, aku langsung dibawa keluar dari zona isolasi dan dibawa ke RS. Aku malah kepikiran kakak, kakak kenapa bodoh banget sih?! Aku denger gelang itu harusnya buat kakak pake kalau emergency! Kenapa malah dikasih ke aku?!â Anak itu sudah hampir menangis lagi. Tangannya gemetar menggenggam tangan Caine.
Harris menepuk punggung saudaranya, âudah, kakak juga mikirin lu kali.â
Caine hanya tersenyum, mengusap rambut hitam sang adik dengan lembut. âUdah tugas seorang kakak, buat mastiin adiknya baik-baik aja. Yang penting kamu selamat.â
âHuft, Bego! Kakak bodohh!!â Teriak Morgan, tapi anak itu memeluk pinggang sang kakak dengan erat. Merasa sangat lega karena kini kakaknya itu baik-baik saja. Tingkahnya membuat Caine terkekeh.
âKakak mau makan sesuatu? Atau minum?â Harris, yang tampak bersikap lebih dewasa mencoba menawarkan sesuatu. yang dibalas Caine dengan anggukan.
Caine menerima air yang diberikan oleh Harris, menenggaknya perlahan. ia kembali mencoba mengingat apa yang terjadi sebelum dirinya pingsan. seingatnya, setelah mengirim Morgan pergi ke tempat aman, dirinya diserang monster itu. Caine ingat rasanya dibanting beberapa kali sebelum dunianya gelap seluruhnya. teror hari itu membuat Caine menggigil. tubuhnya secara otomatis merinding.
âKak?â Morgan menatapnya khawatir.
âoh,â Caine tersadar. âehem, terus, bisa kalian ceritain apa yang terjadi setelah itu? gate nya gimana? udah ketutup?â
Tiba-tiba saja Harris dan Morgan terdiam. keheningan mendadak menyelimuti. Morgan diam menatap selang infus sang kakak, sedangkan Harris diam memegang apel, tangannya berhenti di udara sebelum bisa mengupas apel untuk sang kakak. merasa ada yang tidak beres, Caine menaikkan sebelah alisnya.
âAyyis? Morgan? kenapa? gate nya.. gate nya udah ketutup kan?â Caine menelan ludah, mendadak gugup.
Harris menghela nafas pelan, menaruh apel di tangannya diatas piring lalu membawanya ke samping Caine. ia duduk disebelah Morgan, meletakkan piring apel utuh yang ia bawa di pangkuan sang kakak.
âGate nya udah ketutup kak, tapi sepertiga daerah disana hancur lebur.â
âGate nya berhasil ditutup, boss nya level SS. tapi gabungan esper S yang ada di Noir termasuk esper Rion berhasil bunuh boss gate nya.â jelas Morgan perlahan.
âterus kenapa bisa daerah sana hancur sepertiga nya?â
âesper Rion⊠mengamuk tepat setelah keluar dari gateâŠâ Harris menatap Caine dengan serius.
Caine tercengang, kaget. Rion Kenzo mengamuk?! tingkat corruption-nyaâ
Caine baru ingat ia tidak memakai smartwatch nya, jadi tidak bisa mengecek tingkat corruption sang partner esper. dan Harris langsung menahannya sebelum ia bisa meminta smart watch dengan kagok.
âKak!â Harris menahan tangannya. âdengerin dulu.â
Caine tidak tau, tapi sekarang di pikirannya hanya ada Rion. kalau Rion mengamuk, wajar saja sepertigaâbukan, sudah luar biasa kalau hanya sepertiga daerah itu yang hancur. Rion itu esper kelas SS. amukan corruption nya bisa menghancurkan negara ini, dia sama berbahayanya dengan boss monster yang ada di dalam gate anomali itu. Caine berusaha menenangkan diri, kalau hanya sepertiga wilayah itu yang hancur, berarti Rion berhasil ditahan kan? center pasti mengirim emergency guiding ke Rion, makanya Rion bisa sadar sebelum menghancurkan negara ini.
Morgan melirik Harris, lalu pada sang kakak. âPas esper Rion nyelametin kakak dari monster taneman itu, gak ada yang sadar kalau ternyata tingkat corruption nya dia udah tinggi banget. esper Rion keliatan tenangâya, keliatan marah sih sebetulnya. tapi katanya ekspresinya waktu itu masih ekspresinya yang biasa. setelah kakak disembuhin dan dievakuasi, esper Rion langsung mimpin kelompok esper lain buat ngedobrak gate.â
âKatanya butuh waktu 12 jam buat para esper hancurin barrier yang nutup gate itu. dan setelahnya Esper Rion langsung masuk diikutin esper lain. raiding gate nya juga gak sebentar, 2 harian. aku gak tau detail nya, tapi katanya, begitu keluar dari gate, tiba-tiba aja esper Rion meledak. energi nya langsung nyapu bersih semua yang ada diradius 2 km dari dia. para esper bisa selamat, karna mereka refleks pakai barrier dan artefak. tapi banyak guide dan dokter yang ada di lokasi gugur. dan katanya center sampe harus nembak esper Rion berkali-kali pake tranquilizer dosis tertinggi untuk ngelumpuhinnya.â
âdan sekarang esper Rion di isolasi. gak tau dimana. katanya energinya masih ngamuk, jadi harus tetep di isolasi.â
Jantung Caine rasanya dipukul-pukul. mendengarkan penjelasan kedua adiknya tentang apa yang terjadi sejak dirinya pingsan. tranquilizer untuk esper berisi kekuatan guiding yang berhasil di materialized menjadi semacam cairan obat dengan campuran bahan kimia dan bahan alchemy yang didapat dari dungeon-source-byproduct. biasanya digunakan untuk esper yang butuh emergency guiding tanpa guide, metode yang tidak disarankan dipakai kalau ada guide di sekitar. karna tranquilizer artificial seperti itu punya efek samping yang kuat. Caine pernah dengar efek samping dosis terendah tranquilizer itu bisa membuat esper kelas C buta sesaat atau mendadak kehilangan salah satu indera lainnya untuk sementara. lalu bagaimana dengan Rion? Rion ditembak dosis tertinggi obat berbahaya itu berkali-kali.
Dada Caine sesak. ia adalah guide nya Rion Kenzoâbelum resmi seutuhnya memang, karena dirinya belum lulus pelatihan guide baru. tapi tetap saja, ia adalah guide eksklusif Rion Kenzo. dan bukan bermaksud bangga, tapi dirinya adalah satu-satunya guide yang diterima oleh Rion yang terkenal membenci guide selama puluhan tahun. Rion yang seperti itu, cuma mau menerima guiding darinya dengan sukarela. tapi sekarang, Caine merasa benar-benar tidak berguna. ia adalah guide dari seorang Rion Kenzo, tapi bahkan tidak bisa membantu Rion disaat Rion paling membutuhkannya.
âHarris, Morgan, setelah ini kalian bisa pulang aja. istirahat di rumah, jangan kemana-mana selama situasinya belum aman.â
Harris langsung menatap kakaknya dengan curiga, âkakak mau ngapain?â
Morgan juga langsung tampak tidak setuju pada apapun yang kakaknya rencanakan. âkakak baru aja sadar! jangan mikir yang aneh-aneh!â
âini kewajiban kakak, karena kakak adalah guide nya Rion.â
âkakak bakal baik-baik aja. Rion gak akan nyakitin kakak, dia gak pernah nyakitin kakak.â potong Caine dengan yakin. ia harus melakukan sesuatu, sebagai guide eksklusif Rion, Caine tidak bisa membiarkan Rion tersiksa lebih lama lagi.
âHarris, Morgan.â Caine memegang pipi kedua adiknya, pandangannya penuh keyakinan. âkalian percaya kan sama kakak?â
Harris dan Morgan saling berpandangan, tampak sangsi tapi melihat keseriusan sang kakak, keduanya tidak bisa menahannya.
âtapi kakak harus janji, kalau ada sedikit aja tanda esper Rion bakal nyakitin kakak atau ngamuk lagi, kakak harus utamain keselamatan kakak.â ucap Harris.
Caine langsung mengangguk setuju. âkakak janji. sekarang bisa kalian panggilin Esper Riji, Guide Selia dan Prof. Arthea?â
Dengan terpaksa, Harris dan Morgan mengikuti keinginan sang kakak.
Butuh effort luar biasa untuk Caine diizinkan pergi ke ruang isolasi Rion. Riji dan Selia menolak keras ide pria berambut merah itu begitu mendengar Caine meminta diantar bertemu Rion. apalagi karna mereka tau kalau Caine baru sadar setelah koma selama seminggu. Selia memarahi Caine habis-habisan, Riji memperingatkan bahayanya, dan Arthea juga mengatakan kalau apapun yang ia lakukan mungkin tidak akan berefek pada Rion saat ini karna tingkat corruption nya sudah sangat tinggi. Arthea mengatakan dengan gamblang, kalau tingkat corruption Rion sudah menyentuh 98%. Center hampir tidak mampu menahan ledakan corruption Rion dengan suntikan tranquilizer terus-menerus di ruang isolasi. Saat ini Rion dijaga ketat dalam keadaan tidak sadarkan diri, dengan mesin yang terus menyuntikkan tranquilizer ke tubuhnya secara otomatis. kalau sampai Caine gagal meng-guide Rion dan membangunkannya, tidak ada yang tau malapetaka macam apa yang akan terjadi.
Arthea mengatakan dengan jelas, kalau dengan level Caine saat ini, ketimpangan level antara dirinya dengan Rion sangat jauh meski tingkat kecocokan mereka tinggi. kemungkinan guiding nya berhasil hanya 10%. tapi Caine berpegang teguh pada tingkat keberhasilan 10% itu, ia merasa harus mencobanya meski nantinya gagal.
âKalau kamu maksa, dan nanti terjadi sesuatu ke kamu, apa kamu gak mikirin adik-adik kamu, Caine? mereka cuma punya kamu!â teriak Selia.
âRion juga cuma punya aku sebagai guide-nya. adik-adik aku udah dewasa, aku punya beberapa aset yang udah aku siapin buat mereka, paling nggak mereka gak perlu lagi khawatir soal biaya kuliah sampai lulus. dan kalau sampai Rion ngamuk, kota ini bisa hancur. adik-adik aku bisa dalam bahaya lebih besar, aku gak bisa diam aja padahal aku tau aku bisa bantu walau sedikit. Izinin aku ketemu Rion.â Caine bersikukuh.
Caine keras kepala, ia benar-benar harus meng-guide Rion. Rion sekarang sedang tersiksa, dan entah kenapa, Caine merasa ia tidak bisa diam saja. selain rasa tanggung jawab, ada perasaan lain yang ia rasakan, samar dan tidak ingin dia akui, tapi adanya nyata.
Melihat kekeraskepalaan pria muda itu, Riji, Selia, dan Arthea tidak punya pilihan. Arthea langsung menghubungi atasan, menyiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk proses guiding Rion Kenzo. saat ini, Rion diisolasi di ruang terbawah di center, tiga lantai dibawah tanah dengan penjagaan super ketat. meski begitu, mengingat betapa besarnya kekuatan pria tua itu, center akan melakukan evakuasi sementara. juga mengevakuasi penduduk sekitar center dalam radius 5 km sebagai antisipasi kalau-kalau Caine gagal melakukan guiding dan Rion mengamuk.
Caine sudah membulatkan tekad, tapi begitu dirinya dibawa ke ruang bawah tanah oleh Arthea, mendadak seluruh nyalinya menciut. hawa yang ia rasakan begitu pintu lift terbuka sangat menyesakkan, Arthea bahkan tampak hampir muntah dan lemas di tempat. dengan tubuh gemetar, Arthea menopang diri di dinding lift, âaku gak bisa lebih jauh dari ini, kamu bisa masuk sendiri. ruangannya cuma 1 di seluruh lantai ini. I wish you luck, Caine. you can do it!â
Caine, yang juga merasa lututnya lemas dan bergetar berkat seluruh energi menyesakkan yang menyebar di seluruh lantai itu, menelan ludah kasar. ia berusaha menarik nafas, dan mulai melangkah maju, keluar dari lift. dan tanpa menunggu, Arthea langsung menutup pintu lift. Caine melihat lift itu tertutup dan angka di atasnya mulai naik yang menunjukkan Arthea sudah pergi.
Sekarang hanya ada dirinya disana, dan Rion yang ada di ruang isolasi. Caine mengepalkan tangan erat-erat. menelan ludah sekali lagi, lalu mulai berjalan maju. langkahnya pelan, dan atmosfer di sekitar, semakin dekat dengan ruang isolasi, semakin terasa berat dan menyesakkan. Caine bisa merasakan dengan jelas energi Rion yang tersebar dengan tebal. energi nya agresif. membuat Caine merasa tenggorokannya dicekik.
begitu tiba didepan pintu ruang isolasi, Caine membuka pintu, âHuek!â
Caine merasa mual, energi yang terasa lebih pekat. lebih menyesakkan dari apapun. tubuhnya oleng, tapi Caine menahan diri sekuat tenaga. ia melangkah masuk, terhenyak begitu melihat pemandangan di depannya.
Rion terbaring di ranjang pesakitan setengah telanjang; tubuh bagian atasnya yang tidak memakai pakaian tertutup bekas luka, dengan selang-selang terhubung ke tubuhnya dari mesin-mesin yang menyala. kondisinya sangat buruk, kulitnya sudah membiru dengan urat-urat yang menonjol. rambut ungunya bahkan berubah putih. Caine merasa dadanya diremas kuat, ngilu sendiri melihat keadaan Rion. ia merasa miris, Rion adalah esper terkuat di negara ini, tapi lihat keadaannya sekarang. tersiksa seperti ini. Caine yakin sekali Rion pasti sangat kesakitan.
Perlahan, Caine memegang tangan Rion. tersentak kaget saat merasakan sengatan listrik kuatâpersis seperti saat pertama kali dirinya bertemu dengan Rion, tapi kali ini, rasanya lebih kuat sampai Caine refleks langsung menarik tangannya lagi. tubuhnya langsung goyah, tapi sekali lagi Caine menahan diri agar tidak tumbang. ia meringis pelan, kesakitan.
âIsh..â Caine menatap Rion lagi, baru menyentuh sedikit saja rasanya sudah semenyakitkan ini. Caine tidak terbayang bagaimana sakit yang dirasakan Rion sekarang.
Kali ini, Caine melapisi seluruh tubuhnya dengan energi guiding sebelum mulai menyentuh Rion. rasanya masih menyakitkan, tapi tidak separah tadi. sambil berdesis, Caine naik ke atas tempat tidur, duduk diatas perut Rion yang telanjang, tangannya bertumpu di dada pria tua itu dan mulai menyalurkan energi guiding nya ke tubuh Rion. hujaman rasa sakit langsung terasa menusuk tubuhnya, Caine mengeratkan rahangnya, menahan sakit.
âUkhhâŠhuffttâŠâ buliran keringat dingin mulai terbentuk di kening Caine, perutnya mulai terasa diaduk-aduk.
Merasa metode seperti ini kurang efektif, Caine menunduk, mencium bibir Rion yang membiru. ia juga mulai menurunkan celana Rion, mengeluarkan kejantanan pria tua itu. Caine merinding begitu menyentuh milik Rion dengan tangannya, masih lemas tapi Caine sudah bisa merasakan ukurannya yang diluar nalar. lagi-lagi ia menelan ludah, membayangkan kalau milik Rion sudah mengerasâŠ
Caine sudah merasa tidak sanggup apalagi membayangkan kalau benda itu akan masuk ke dalam dirinyaâCaine tidak pernah tidur dengan pria sebelumnya, tapi ia tau bagaimana sesama pria melakukan sex. dan karena dirinya seorang guide.. Caine merutuk dalam hati. berusaha menghapus pemikiran tidak berguna dan kembali memfokuskan diri dengan kewajibannya sekarang. perlahan, Caine mulai mengocok penis Rion. ciumannya turun ke leher pria itu, mengecup lembut urat-urat menonjol disana, kulit Rion masih membiru. Caine masih bisa merasakan energi Rion yang bergejolak, tapi kini, daripada rasa sakit, Caine mulai merasakan hal lain.
Penis Rion di tangannya mulai mengeras. Rion juga mulai tampak tidak tenang, alisnya berkerut. urat-urat di tubuhnya lebih menegang. Caine merasakan energinya yang tersedot ke tubuh Rion menguat. akhirnya, setelah beberapa lama mengalirkan energinya, Rion mulai bereaksi, yang berarti guiding-nya bekerja.
Ciuman Caine semakin turun, sampai wajahnya kini berada tepat di depan penis Rion yang sudah mengeras sepenuhnya. Caine melirik wajah Rion yang mulai tampak resah meski matanya masih terpejam, dan tanpa ba-bi-bu, memasukkan penis Rion ke dalam mulutnya. ia menghisap penis itu perlahan. sesuai dugaan, penis Rion yang sudah tegang sempurna ukurannya diluar nalar. mana ada pria normal ukurannya segini, Rion memang tidak normal.
Lidahnya menggoda lubang penis Rion, mengusap kepalanya dengan sensual. erangan pelan mulai terdengar dari bibir Rion, Caine yakin Rion merasakan sensasinya meski belum sadar. ia terus menghisap, menjilati penis Rion, merasakan penis di mulutnya berkedut. cairan pre-cum terasa asin dilidahnya, tapi Caine tetap menjilati penis itu seperti lolipop. suara isapan menggema, membuat jantung Caine memburu. ia bisa merasakan dirinya pun mulai excited.
Memang benar kata orang, guiding mukosa seperti ini tidak sakitâkarena pikiran kita akan lebih tertuju pada sensasi nikmat yang dirasakan dibandingkan rasa sakitnya.
Tubuh Rion bergetar, erangannya semakin sering. meski samar, Caine juga bisa melihat rona kulit Rion mulai kembali. meski masih membiru. guiding nya bekerja, Caine yakin satu hal itu.
Caine melepaskan penis Rion, mengatur nafas yang memburu. ia melihat wajah Rion sekali lagi, berdehem pelan saat melihat kening pria tua itu mengkerut tidak nyaman. ia juga melihat buliran keringat terbentuk di kening Rion. nafas Rion juga sedikit tersengal, urat-urat wajahnya menegang. guidingnya bekerja, tapi tidak cukup. Caine tidak punya pilihan.
dia melepas celananya sendiri, duduk diatas tubuh Rion lagi. ia meludah ke tangan, lalu menggunakan saliva nya itu sebagai pelumas ke lubangnya sendiri. dengan ragu memasukkan satu jarinya sendiri ke dalam lubang pantatnya. Caine menahan nafas, merasa asing. namun perlahan, mulai menggerakan jarinya didalam tubuhnya, melonggarkan diri sebelum menerima milik Rion didalamnya.
Ini memang keadaan emergency, tapi Caine tidak akan memasukkan milik Rion yang abnormal ukurannya ke dalam lubangnya tanpa persiapan. karena pasti sakit dan Caine masih waras.
Caine melenguh, mengerang seiring dengan gerakannya di dalam tubuhnya sendiri. tangan lainnya menopang diri didada Rion, berusaha tetap fokus mengalirkan energi guiding nya ke tubuh Rion melalui seluruh kontak fisik mereka. satu jari masuk, tak lama dua jari. Caine mulai terbiasa. perutnya terasa melilit, tapi dengan rasa aneh yang tidak buruk. penisnya sendiri pun sudah mengeras sepenuhnya, bergesekkan dengan perut kotak-kotak Rion dibawahnya.
âNgh.. ah.. mhn..â rasa nikmat terbentuk, Caine mengerang pelan, mengeluarkan jarinya dari dalam lubangnya. nafasnya memburu. sekali lagi, manik emasnya melirik wajah Rion yang kini tampak semakin resah. âhuff..â lalu Caine melirik penis Rion, yang tegang sepenuhnya.
Ia meraih penis itu, menelan ludah sekali lagi, lalu menempatkan kepalanya tepat dilubang anusnya. dengan gerakan perlahan, ia menurunkan tubuhnya. menelan penis besar nan keras itu sedikit demi sedikit.
âAgh..!â kepala Caine terdongak, rasanya seperti direnggangkan selebar mungkin. milik Rion terlalu besar sampai seperti bisa merobek lubangnya. jari-jarinya mencengkram dada Rion yang kasar dipenuhi bekas luka, membuat tanda kemerahan bekas cakaran. tubuhnya gemetar, tapi Caine terus bergerak menurunkan tubuhnya. menelan penis Rion semakin dalam diiringi sedikit rasa sakit.
Udah masuk semua belum sih..?! Caine melirik ke bawah gemetaran, terbelalak melihat belum ada setengahnya masuk tapi rasanya lubangnya sudah mau robek. ia tidak yakin milik Rion yang abnormal itu akan muat. haruskah ia berhenti disini..?!
Caine sudah berpikir untuk berhenti, saat tiba-tiba saja, pinggangnya di cengkram, dan dalam satu hentakan, tubuhnya turun ke bawah. penis Rion menghentak masuk kasar. ia menjerit, antara kaget dan sakit. kepalanya refleks terdongak, kuku-kukunya refleks menancap di kulit Rion, membuat luka kecil kemerahan disana.
Seketika Caine kehilangan tenaga, tubuhnya bergetar hebat. ia bisa merasakan milik Rion masuk sangat dalam. rasanya aneh, sangat aneh. dan penuh. sangat penuh sampai terasa sesak. Caine merasa isi perutnya ditekan sesuatu yang besar dan keras, sakit, tapi ada rasa lain disana.
âAhh..â ia mengerang, tapi berusaha menunduk. terkejut saat melihat manik Rion terbuka, menampilkan irisnya yang masih berwarna kehitaman. kedua tangan pria tua itu mencengkram pinggangnya, menahan tubuhnya di tempat. âRion?!â
Rion membuka matanya, tapi tatapannya tampak tidak fokus. rahangnya mengeras, ekspresinya seperti orang menahan sesuatu, tapi Caine tau ekspresi itu, ekspresi orang yang terangsang. urat-urat di wajahnya semakin menonjol, dan nafas Rion pun memburu. Caine tidak sempat menanyakan keadaan pria itu kala tanpa peringatan, Rion mulai menggerakkan tubuhnya, menghentak kasar ke dalam lubangnya. pertanyaan yang sudah di ujung lidah tergantikan desahan dan erangan. Caine terlonjak-lonjak, mendesah keras seiring dengan gerakan Rion yang kasar.
âAh! ahh! ngh! pe-pelannâ! guh!â Caine kehilangan tenaga, tubuhnya jatuh diatas tubuh Rion. tapi gerakan Rion malah semakin menggila. menghantam lubangnya dengan agresif. suara seks yang khas mengisi seluruh ruangan. di sebelah telinganya, Caine bisa mendengar nafas Rion yang memburu disela erangan pelan. membuat pikiran Caine semakin kacau.
Gerakan Rion semakin kasar, tapi yang ada di pikiran Caine sekarang hanya betapa rasa nikmat bergulung-gulung di perutnya. bagian dalamnya terasa panas, nafasnya tersengal. Caine tidak berdaya, hanya bisa mencengkram kedua pundak Rion sambil mendesah keras sementara tubuhnya terhentak-hentak.
âGrr.. huff..â Rion bergeram, bibirnya menempel di telinga Caine, tangannya mencengkram pipi-pipi bokong Caine. mendorong penisnya lebih dalam.
Rasa nikmat yang menggulung di perut Caine mulai memuncak, tubuh Caine menegang. di dalamnya, ia juga bisa merasakan penis keras Rion berkedut. gerakan Rion semakin liar. keluar dan masuk menghantam bagian terdalam dirinya.
âagh.. cu-cumâ aahhh!!â
Dengan satu hentakan kuat, penis Rion menyodok dalam. tubuh Caine bergetar hebat, puncak kenikmatan itu datang. semburan panas terasa di dalam perutnya, Rion memuncratkan spermanya dalam-dalam. pikiran Caine kosong, hanya terpikirkan rasa nikmat yang baru saja menghantam. ia lemas,mengatur nafas diatas pria tua itu. nafasnya berantakan sementara kepalanya terasa seperti berkunang-kunang.
âhahh.. haa..â Caine berkedip pelan, baru ini dia merasakan sensasi nikmat seperti ini.
â...Ri-Rion..?â ia berusaha bangun, melihat wajah pria tua yang merupakan esper pasangannya itu. tapi begitu melihat wajahnya, Caine terhenyak. Rion juga menatapnya, dengan ekspresi penuh hasrat. iris matanya masih hitam, yang berarti corruption nya masih tinggi. meski kulitnya mulai berona dan tidak sebiru tadi. tubuhnya juga langsung menegang begitu merasakan penis Rion, yang masih terkubur dalam dirinya, masih keras sempurna.
Caine menatap mata hitam Rion, yang masih tampak tidak fokus, âKa-kamuâAckkk!â ia tersentak, Rion kembali menghujam penisnya dalam-dalam dan bergerak lagi dengan liar. tangannya meraih belakang kepala si rambut merah, melahap bibirnya dengan agresif. lagi-lagi kalimat Caine tertelan bulat-bulat, tergantikan rasa nikmat yang kembali mengisi. desahan kembali terdengar seantero ruangan.
Caine kehilangan hitungan berapa kali Rion menjamah tubuhnya sejak ronde ketiga. yang ada dipikirannya saat itu, hanya rasa nikmat dan panas yang bergulung-gulung dalam tubuhnya. Rion mengambil kendali, bergerak kasar memasukinya. spermanya penuh, meluber keluar dari lubang Caine tapi Rion tidak berhenti sama sekali. Rion bertingkah seperti hewan sedang heat. tidak peduli meski berapa kali Caine meminta berhenti tidak sanggup lagi melayani nafsunya. seluruh tubuhnya habis, tidak ada sejengkal pun yang lolos dari sasaran ciuman, hisapan dan gigitan Rion yang brutal. hal terakhir yang Caine ingat, adalah ketika merasakan kenikmatan hebat dan semburan panas di dalamnya sekali lagiâentah sudah keberapa kali, dan seluruh energinya habis. pandangannya berubah gelap.
âSialanâŠâ pikir Caine sebelum pingsan, merutuki pria tua itu.
Caine membuka matanya lagi, tidak tau berapa lama sejak pingsan. tapi seluruh tubuhnya terasa sakit. rasanya lebih parah dibandingkan saat ia bangun setelah dibanting monster sebelumnyaâmungkin karena waktu itu ia disembuhkan oleh esper healer. tapi Caine menemukan dirinya masih terbaring di ranjang pesakitan Rion, di ruangan bawah tanah tempat Rion di isolasi, dengan tubuh masih dipeluk erat Rion dari belakang, dan ehem.. milik Rion masih didalamnya.
âFucking hell.. dia tidur gak keluarin penisnya dulu?!â Caine mengumpat dalam hati. ia menoleh ke bawah, pada tangan besar Rion yang masih melingkari perutnya erat.
âehââ tercekat, Caine berdehem. tenggorokannya terasa kering dan serak. ia memegang tangan Rion, mengangkatnya sedikit untuk melihat lebih jelas. âkulitnya udah normalâŠâ gumamnya pelan.
Benar, kulit Rion, yang sebelumnya biru kini sudah kembali ke rona aslinya. meski tangannya masih kekar dan berurat, tapi tampak tidak setegang sebelumnya. Caine menggeliat pelan, melenguh saat merasakan penis Rion bergerak didalamnya. namun perlahan, Caine berhasil melepaskan diri dan duduk diatas ranjang. pria berambut merah itu langsung mengecek keadaan Rion yang masih tertidur.
Kondisi Rion sudah sepenuhnya tampak normal. kulitnya sudah tidak lagi biru, urat-urat di tubuhnya juga tidak tegang, Caine membuka kelopak mata pria tua itu, mengecek iris matanya, dan sesuai dugaan, iris mata Rion juga sudah kembali ungu. rambutnya juga sudah tidak putih lagi dan kembali jadi ungu tua. meski pria tua itu masih terbaring tidak sadarkan diri, tapi tidak seperti sebelumnya yang kayak orang kesakitan, Rion tampak tidur dengan tenang dan damai. nafasnya juga berhembus pelan dengan normal.Â
Caine buru-buru turun dari ranjang, tubuhnya terasa seperti jeli dan ia langsung jatuh terduduk di lantai, tapi Caine tidak peduli, sibuk mencari smartwatch nya di antara tumpukan pakaian yang berhamburanâia baru sadar pakaiannya, dan beberapa benda di ruangan ini berantakan, dengan sedikit bercak-bercak sisa cairan cinta berceceran di beberapa titik. membuat Caine malu sendiri mengingat keberingasan Rion menghantam dirinya beberapa waktu laluâŠ
Caine menemukan smartwatch nya di dekat kaki ranjang, ia buru-buru mengecek tingkat corruption espernya. nafas lega langsung terhembus, melihat angka 21% disana. yang artinya, Caine berhasil meng-guide Rion. dari 98% turun sampai 21%. Caine tidak tau tubuhnya dan Rion se-compatible ini. tidak heran tingkat kecocokannya dengan Rion setinggi itu.
âugh..â Caine meringis, sekarang, setelah merasa lega, Caine baru merasakan tubuhnya menjerit sakit. âdia itu manusia atau singa sih.. sakit banget badanku..â ia mengusap pinggangnya yang terasa mau patah sambil meringis. terbelalak kaget begitu melihat waktu di smartwatch nya sudah menunjukkan tanggal 31 Mei. âHah?!â
Ia masuk ke ruang isolasi ini tanggal 28 Mei, for god sake! dan selama itu sampai sekarang, lubang Caine dihajar habis-habisan! 4 hari?! Rion bukan singa, iblis! dia itu iblis!
Tubuh Caine tiba-tiba terangkat, membuat pria muda itu menjerit kaget. dengan mudahnya, tubuhnya diangkat dan digendong seperti anak kecil. Rionâdengan tubuh telanjang bulat; seperti dirinya, tiba-tiba sudah sadar dan berdiri. senyum tipis terulas di wajah pria tua itu.
ângapain duduk dilantai?â tanyanya.
Caine memalingkan wajah, melihat ke arah lain, karena jika melihat ke arah pria tua itu, sudut matanya akan menangkap sesuatu yang menggantung di bawah sana. pipinya terasa panas. apalagi saat mengingat apa yang terjadi diantara mereka sebelum ini.
âcuma ngecek status corruption kamu. ehem, udah turun ke 21%.â
Rion tergelak, sadar kenapa partner nya itu tidak mau melihatnya. âmakasih ya, tapi next time, jangan lakuin ini lagi.â
Caine langsung menoleh, alisnya menukik. pandangannya menajam. âapa maksud kamu?â
âGuiding.â Rion menurunkan Caine diatas ranjang. mendudukkan sang partner dengan nyaman. Ia juga meraih selimut, membungkus tubuh sang partner dengan selimut sebelum memakai celananya yang tadinya tercecer. âjangan guiding aku lagi kalau aku meledak. are you stupid? do you know how dangerous it is?â
Caine mendongak, menatap wajah Rion dengan kening berkerut tidak setuju. tapi sebelum ia bisa mengatakan sesuatu, Rion sudah kembali bersuara. âdan mulai sekarang, kamu juga dilarang mendekat ke zona berbahaya. if it's not absolutely necessary, youâre forbidden to leave the center for any reason during raiding.â
âwhat?! are you crazy?!â Caine langsung protes. âkalau kamu sampai meledak lagi gimana?! masa aku diam aja?!â
âAnd look at you now!â Suara Rion sedikit naik, tapi Caine tidak merasa pria itu marah. Malah tatapannya memelas, pria itu jatuh didepan Caine, berlutut di depan kaki pria muda partner nya. âYou canât even stand, let alone walk! And remembering your condition after that monster attacked you.. I can't, Caine. Aku gak bawa kamu kesini buat terluka.â Rion menunduk, memegang kedua tangan Caine. Dan samar, Caine bisa merasakan tangan Rion gemetar.
Caine diam, terkejut. Ia tidak menyangka sama sekali Rion akan berlutut seperti ini. Karna yah.. we talk about Rion Kenzo here, the only SS-class esper in this country. Dia mungkin tak pernah menunduk ke orang lain sebelumnya, let alone berlutut.
Dan masa iya, esper veteran sekelas Rion Kenzo seterguncang ini hanya karena melihatnya terluka setelah diserang monster? Rion pasti sudah melihat yang terburuk dari yang paling buruk. Lagipula dirinya masih hidup, sehat walafiat setelah disembuhkan oleh esper healer. Dan soal dirinya yang tidak bisa berdiriâŠ. Itukan salah dia sendiri?!
Mana mungkin Caine bisa berdiri setelah disetubuhi 4 hari berturut-turut!?
Caine menggeplak kepala pria tua itu yang ada di depan pangkuannya dengan keras, membuat Rion seketika tersentak. Reaksinya yang langsung memegang kepala dengan wajah kaget dan menatap Caine membuat pria yang lebih muda darinya itu hampir tertawa. Tapi Caine berdehem, melotot kesal.
âKamu ini esper! Dan aku ini guide! Terluka itu wajar, selama aku masih hidup dan bisa disembuhin, bukannya itu normal?! Kamu udah jadi esper berapa tahun sih gitu aja gak ngerti?!â
Alis Rion menukik, âjustru karena aku udah puluhan tahun jadi esper, aku tau bahaya nya! You can die just like your parents! Do you want that?!â
âI will not! My esper is the most powerful esper in this world!â
Rion terdiam, menatap sang partner setengah tidak percaya. Ia benar-benar tidak percaya kata-kata itu akan keluar dari mulut Caine.
Caine berdehem, balik menggenggam tangan Rion. Wajahnya tampak serius, tapi Rion bisa melihat telinga pria muda itu memerah.
âYouâll protect me, right? Youâre my esper. You can protect me just like before.â Ucapnya pelan.
Rion tidak langsung menjawab. Ya karena itu hal yang sudah pasti akan ia lakukan. Rion akan melakukan apapun untuk melindungi partner-nya, Caine adalah guide yang ia cari selama ini, his fated guide. Tapi bagaimana jika ia melakukan kesalahan? Bagaimana kalau⊠seperti sebelumnya, ia lalai dan Caine jatuh dalam bahaya tanpa ia tau? Bagaimana kalau Caine mengorbankan dirinya lagi untuk melindungi orang lain? Bagaimana kalau ia hilang kendali lagi dan menyerang Caine? Bagaimana kalauâ
Kedua manik ungu Rion melebar, terkejut kala kedua pipi nya di tabok kencang dan wajahnya dipaksa mendongak ke arah Caine. Pria itu menatapnya, manik emasnya tampak berkilat, dengan sesuatu yang tidak Rion kenali.
âJangan berspekulasi. Aku baik-baik aja. Dan kamu bisa jaga aku.â Caine menatapnya serius. âRemember the bracelet you gave me? Berkat itu adik aku selamat, karena kalau sampai terjadi sesuatu ke adik-adik aku, you know I canât live on anymore. Aku bersyukur kamu kasih gelang itu.â
âBut.. itu buat kamu. Buat lindungi kamu..â
âYup, and it did such a good job. Berkat itu juga kamu bisa temuin aku kan. Aku selamat berkat kamu.â
âPokoknya, aku terluka bukan salah kamu. Kamu bisa lindungin aku, bukan, kamu harus lindungin aku dan adik-adik aku. Youâre my personal bodyguard now.â
âTapi aku lebih berbahayaââ
Satu geplakan kembali jatuh ke kepala Rion. Dalam waktu singkat, seorang Rion Kenzo yang tidak pernah dipukul orang lain, sudah di pukul 4 kali berturut-turut oleh guide-nya sendiri.
â....I admit youâre roughâŠbut I..like itâŠâ
âGak tau lah, pokoknya aku gapapa. Don't you dare said I can't guide you anymore after you made me your guide!â Caine melengos. Mendengus kesal.
Rion diam sesaat, menatap pria di depannya setengah tidak percaya. Tapi Caine yang melengos dengan bibir cemberut, dengan tubuh hanya dibalut selimut yang menutupi tubuh telanjangnya tampak sangat imut. Rion menyayangkan ingatannya yang berantakan, ia ingat tidur dengan Caine beberapa hari ini, tapi ingatannya berantakan dan kabur, meski begitu, Rion tau Caine pasti sangat seksi saat mendesah dibawahnya.
Rion diam-diam tersenyum miring. menatap Caine lekat-lekat.
Oh, my poor guide⊠now youâre trapped with me for the rest of your life..
Diam-diam Rion tersenyum puas.
âYou agreed to be my exclusive guide, so does that mean you no longer hate center, esper and guide?â
â...I don't know. Aku cuma ngerasa.. ada yang bangga karena aku jadi guide kelas A. I felt like I heard that somewhere.. tapi aku gak inget.â
âMake sense, not everyone can be a class A guide.â
âWait, I think they said something about being your exclusive guide too. Tapi siapa ya? Kok aku gak ingetâŠâ
âMaybe it was your parents?â
âHaha, funny. My parents passed away a long time ago.â
Niatnya gak mau ada wleowleo, karna dah panjang banget nih cerita. tapi gk jadi lah, maap kalau anti-climax begini. sing penting selesai đ