live-in yosuka 2016, once in a lifetime, unforgetable experience.
One Nice Bug Per Day
art blog(derogatory)

tannertan36

Andulka
trying on a metaphor

#extradirty
ojovivo
Fai_Ryy
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

if i look back, i am lost

roma★
𓃗

izzy's playlists!

Origami Around

PR's Tumblrdome

Love Begins
macklin celebrini has autism
d e v o n

Discoholic 🪩

seen from Mexico

seen from Australia

seen from Germany
seen from Brazil
seen from Italy

seen from United States
seen from Brazil
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Australia
seen from Argentina
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States

seen from Belgium
seen from Türkiye
seen from Canada

seen from United States

seen from United Kingdom
@rejaldi
live-in yosuka 2016, once in a lifetime, unforgetable experience.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
step by step how to create a wonder goal.
glitch
triple black

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
pressure can turn rocks into diamonds.
some guy in this world
a few in a thousand.
Live-in punya cerita
Saat kegiatan live-in yang diselenggarakan sekolah tanggal 23-30 Oktober 2016, saya bersama dengan Jonatahan tinggal di rumah Bapak Purwo Pranoto, atau biasa dipanggil Pak Rohis, yang terletak di Dusun Pajangan, Kabupaten Sleman. Pak Rohis adalah seorang petani, beliau memiliki sejumlah kambing ternak, dan sawah beliau tebilang cukup luas.
Waktu Pertama kali datang di rumah Pak Rohis, kami berkenalan dengan keluarga Pak Rohis yang saat itu hanya ada Pak Rohis dan istrinya. Kami berbincang dengan Pak Rohis tentang kesehariannya di sawah dan kehidupannya sehari-hari di rumah maupun di luar rumah. Saya dan Jonathan diberi segelas teh manis hangat. Setelah berbincang, kami berdua diajak berkeliling rumah Pak Rohis, bagian belakang rumah Pak Rohis ternyata bersebelahan dengan jurang dan pernah dilanda longsor hingga 4 kali, dan yang terakhir terjadi belum lama. bertanya apakah ada kegiatan yang dapat kami lakukan di hari itu. Pak Rohis mengajak kami melihat-lihat sawahnya yang terletak kurang lebih 50 meter dari rumahnya. Di sawah, Pak Rohis memberitahu tanaman apa saja yang ia tanam dan kapan waktu panenya. Ternyata waktu panen masih 3-4 minggu lagi. Di sawah Pak Rohis, beliau menanam padi dan beberapa tanaman palawija.
Setelah pulang dari sawah Pak Rohis, saya dan Jonathan disuguhkan makan siang. Saya awalnya mengira akan diberi manis seperti gudeg, ternyata kami berdua disuguhkan makanan asin yang lidah kami sehari-hari rasakan di Karawang dan tentunya kami suka. Setelah makan, saya dan Jonathan pergi ke Joglo karena ingin berkonsultasi  dengan keadaan rumah pamong kami. Sebelum kami pulang dari Joglo, hujan turun deras sehingga kami terpaksa menunggu di Joglo sambil bermain dengan Abel, anak dari Pak Krisna, pemilik Joglo. Saat hujan mulai reda, kami kembali ke rumah Pak Rohis. Ternyata, keadaan rumah Pak Rohis tidak seburuk yang dibayangkan, kami berdua hanya belum melihat rumahnya secara detail.
Keesokan harinya, saya dan Jonathan diajak Pak Rohis ke bengkel milik putra kedua Pak Rohis. Jarak bengkel putra Pak Rohis dengan rumahnya berjarak sekitar 2 kilometer. Perjalanan kami ditemani anak bungsu Pak Rohis dan Pak Rohis sendiri dengan menggunakan sepeda motor. Di bengkel anak Pak Rohis, saya dan Jonathan berbincang tentang otomotif dan keseharian anak Pak Rohis di bengkelnya. Selain berbincang, kami juga mempelajari  bagaimana cara mengganti rem pada mobil, memberi dempul di bagian mobil yang penyok, dan membongkar mesin mobil. Hari itu hampir kami habiskan di bengkel milik anak Pak Rohis.
Hari Rabu, kami diajak Pak Rohis mengarit sawah, pagi hari kami berangkat dan sesampainya disana, Pak Rohis memberitahu kami cara memegang arit yang benar dan cara mengarit yang benar. Mengarit terlihat mudah, tetapi saat saya dan Jonathan melaksanakanya, kami merasakan sedikit kesulitan. Setelah kami selesai, kami kembali ke rumah Pak Rohis. Di hari yang sama juga kami menambang pasir di sungai kecil di dekat rumah, disana saya mendapat pelajaran bahwa menambang pasir perlu otot pinggang yang kuat.
Hari-hari berikutnya kami menghabiskan waktu berbincang dengan Pak Rohis, membantu Pak Rohis dengan kegiatanya, dan membantu Pamong teman kami ketika kami tidak memiliki kegiatan di rumah. Saya belajar beberapa hal yang cukup penting bagi saya. Pertama, kita harus melihat apapun secara detail, tidak boleh setengah-setengah karena akan menimbulkan pemikiran yang belum matang. Kedua, kita tidak dapat mengekspektasikan masa depan kita, tetapi kita harus melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi diri kita sendiri sehingga di masa yang akan datang, akan kita rasakan hasil dari usaha yang kita kerjakan.