MALAM YANG DIJAJAH RIBUT
Makin malam,
bunyi kepala semakin ribut.
Sudah dipaksa pejam kelopak mata.
Dibungkusi badan dengan selimut.
Dibelai tiupan angin kencang
dari kipas yang diatur turbo.
Tangan bersedekap.
Tangan bersilang.
Tangan di kepala.
Tangan dihimpit.
Entah sudah berapa kali
membolak-balik posisi.
Sampai kusut,
berlipat-lipat
seprai dan selimut.
Dan malamnya belum selesai.
Tidurnya enggan datang.
Hening dijajah ribut,
prosa tak kunjung tamat.









