Seperti tulisan pendek saya sebelumya, 13 tahun lalu bersama teman teman dari Homogenic (HMGNC) , Gorsgeous Smile dan Adjie Gergaji front man The Milo , mencari sebuah tempat untuk membuat sebuah gigs yang sangat alternative dan tidak mudah menurut saya buat dilaksanakan, sbuah gigs Shoegaze dalam sebuah wacana musik yang gelap (galau bahasanya waktu itu) , setelah mencoba mencari beberapa venue akhirnya kita memtuskan dan mendapatkan sebua gedung di bilangan tengah kota Bandung, yaitu bernama AACC (Asia Africa Cultural Center) , tak kurang dari lebih 5 band tampil waktu itu, ditambah 2 band Jakarta , LAIN Band The Sastro dan Silent Sun, sebuah langkah berani dan pertama menurut saya karena waktu itu belum pernah ada gedung itu itu untuk sebuah pertunjukan band , selain itu band yang tampil adalah Audio Number 9 ex band indies Poket Monster , band beraliran dark pop Ravenina juga tampil, tiket waktu itu dibandrol seharga 25 ribu rupiah dan dijual dibeberapa distro, dipenuhi dengan semangat untuk berpromo, budaya menempel poster dijalanan pun dilakukan, karena tidak ada option terakhir ,support media waktu itu Alhamdulillah sudah muncul, walaupun tidak massive, jujur waktu itu team hanya mendapat support dari distro2 yang ada di Bandung, dan nama acara galau tersebut adalah Hyperborea. (cek page di FB nya untuk keterangan lengkap) banyak cerita lucu, kecewa, sedih dan kepanikan memenuhi event ini , mulai dari paniknya Panitia ketika Risa (Vocalist Homogenic) terperosok ke dalam sebuah lubang di backstage, The Milo yang tidak berhasil membuat sebuah scene bayangan (scene seperti wayang kulit) dengan trik menutup panggung dengan kain berwarna putih, sampai trouble ketika Ravenina tampil, selain itu LAIN band yang tiba tiba tidak bisa datang karena susuatu hal, jujur ini sebuah langkah yang sangat berat, walaupun di akhir acara overall secara general acara ini berhasil banyak penonton dan panitia keluar dengan senyuman, salut untuk kemauan band band yang tampil pada saat itu, sebuah langkah berani dan maju, selain diharapkan menjadi mood booster bagi mereka (para penampil) untuk melanjutkan membuat karya berikutnya, mungkin ini sebuah awalan pertama yang kita ambil untuk ber promo dan memperkenalkan karya, jujur dan maklum dark pop , shoegaze , waktu itu belum terlalu banyak orang tau, dan muncul ditengah tengah bertaburannya band band Indiepop, Swedish pop atau Tweepop.
Bertahun tahun berselang setakah event tersebut , muncul event-event lain , seperti Launching Mocca album kedua, beserta pemotretannya, launching dari Pure Saturday, Polyester Embassy, Sound Deliciousnya Blossom Diary & Cherry bombshell sampai ke launching album pertama THE SIGIT , selain itu gedung ini merupakan tempat pertama kali tampilnya Efek Rumah Kaca di kota Bandung, juga beberapa event metal di gedung itu , sungguh banyak sekali pengalam bahagia di gedung tersebut.
Tahun 2008 , kejadian mengagetkan pun terjadi , gedung tempat kami bermain bertemu teman , ber ha hah hihi, tempat kami bermain dan memperkenalkan karya karya band dari teman teman semua ini harus ditutup, karena tewasnya 11 orang disebuah acara, yang menampikan Beside sebagai penampil, jujur saja saya tidak menyalahkan genre disini, pure 100% kejadian ini merupakan kesalahan dari panitia , mereka mencetak tiket yang berlebihan, dan handling yang sangat tidak baik, teringat waktu itu , waktu saya sedang menunggu anak saya tidur tengah malam , membaca berita tersebut via twitter, perasaan kaget dan sedih muncul ketika, beberapa teman dari Jakarta menanyakan keadaan saya termasuk Ibu saya sendiri, Bandung pun pun ditutup untuk acara Musik selama satu tahun , sebuah langkah mundur dari apa sebuah langkah berani dan maju setelah beberapa event dan gedung itu aktif , pasca acara Hyperborea.
13 tahun berselang , kebetulan setahun kebelakang , ada sebuah event yang bernama An Intimacy , di inisiasi dari gabungan dari beberapa komunitas, kebetulan saya juga terlibat di kepanitiaan kalo bahasa kerennya (LOL) karena jujur event ini bukan di organisatori oleh EO ini pure gabungan kolektif komunitas yang punya sebuah keresahan bersama , saya juga ga mengira ini merupakan sebuah langkah awal untuk menuju langkah selanjutnya, setelah 12 kegiatan berlalau selama satu tahun lebih , munculah sebuah kesempatan yang tidak sengaja, sebetulnya , sehingga akhirnya diputuskan untuk membuat special event (ahh ga special juga sebetulnya) di gedung tersebut yang kini namanya berubah menjadi New Majestic (mungkin diambil dari nama bioskop majestic di era 70 – 90 ) , “yuks, berangkat deh” adalah sebuah kata yang terlontar dari teman teman An intimacy untuk berani melangkah lagi kedepan , niatan besar untuk mengaktivasi gedung tersebut bersama band band yang notabene belum punya nama besar mungkin kerennya sekarang berfollowers sedikit (LOL) , modal utama kami, tapi toh bagaimana pun dan apa yang terjadi ini harus dilakukan , biar mereka juga merasakan apa yang dialami band band generasi sebelumnya , acara dengan format festival seperti di era awal 90 dan 2000 an, band hanya mendapat kesempatan memaksimalkan waktu, waktu check sound yang sangat sedikit dan waktu tampil yang sebentar juga memaksimalkan penampilan dengan tenggat waktu antar penampil yang ketat, semoga ini menjadi pengalaman dan experience baru bagi mereka yang tampil di acara An Intimacy : Departure (2 April 2016),
Tapi lucunya adalah seperti sebuah derapan yang yang berada disitu situ saja adalah sebagai penyelenggara tidak berani membandrol harga tiket diatas 20 ribu , kayaknya kok disitu situ aja, 13 tahun harga tiket tidak naik, padahal cost atau biaya jelas naik tajam mungkin lebih dari 100% , dulu kita hanya butuh 10 juta saja untuk mengadakan event di gedung tersebut , mungkin ini bukan hanya langkah yang berada disitu situ saja tapi juga kemunduran, yang sangat jauh, tidak ada determinasi maju sepertinya, ya mungkin saya akan terus berpikir ini adalah sebuah proses, proses panjang yang tidak bisa tersampaikan dengan waktu yang cepat juga, tapi apapun harus kita lewati, toh gedung ini menyimpan banyak experience dan cerita di skena (wew skena Lol) musik independent di Bandung , alangkah baiknya kita men share ini ke generasi berikutnya , selain pertimbangan akustik gedung dan peredam yang masih baik, dan venue yang mudah terjangkau , lagi toh hasil apapun yang akan terjadi merupakan sebuah perjalanan panjang dari tahun tahun sebelumnya (proses) , yang dilakukan team An Initmacy, yang penuh dengan pencarian, penuh explorasi, dan penuh dengan kepenasaranan , meskipun didalam hati saya selalu berkata andai saya masih muda dan penuh waktu dan tenaga , mungkin tidak hanya 9 band ini saja yang akan saya mainkan tapi band band yang pernah bermain di perjalan panjang An initmacy semua ingin saya mainkan di gedung yang seharusnya menjadi royal Alberthall nya Bandung ini (apeu), tapi maaf sekali saya ucapkan buat band band yang tidak tampil (sampe sekarang saya masih merasa ga enak) , atau band yang tampil di awal, toh panitia mengusahakan agar penonton datang awal, saya berharap kedepannya ada beberapa inisiator muda kembali mengaktivasi atau mengadakan berbagai kegiatan gedung tersebut. Saya sebagai seseorang terlibat dalam perjalanan panjang selama 13 tahun, yang penuh pencarian Alhamdulillah menghasikan berbagai pengalaman baik itu buruk atau tidak semoga dapat dimalumi oleh semua pihak yang terlibat di acara An Initimacy : departure ini , di akhir kata saya hanya mau bertanya, setelah membaca berbagai review di media , setelah ini apa yang dilakukan , mangga pintu sudah terbuka,…? tapi Siapa inisiator nya, kegiatannya seperti apa, siapa talentnya....? silahkan difikirkan apa kelanjutan nya…??? Terimakasih
(Achmad Marine Ramdhani – 6 April 2016)