Sadar bahwa persaingan antar pencari kerja semakin kuat, ku tak menyianyiakan waktu ku dan segera mencari kerja tepat setelah sidang skripsi ku. Puluhan lamaran ku kirimkan. Ntah itu via email, website & apps pencari kerja, pos dan bebrapa ku datangi sendiri lengkap dengan jobseeker starter kit; amplop berisi surat lamaran, cv, sesimpul senyuman dan mata berbinar.
Beberapa perusahaan tertarik dengan cv ku dan memanggilku untuk masuk ketahapan seleksi interview, namun hanya sampai disitu. Sampai suatu hari panggilan datang dari salah satu les bahasa Inggris di Sidoarjo yang ku apply via app pencari kerja. Aku dipanggil untuk mengikuti tes interview. Karena kantornya berada di Sidoarjo, aku memutuskan untuk naik kereta, berangkat pukul 07.05 wib dari stasiun Malang, tiba pukul 09.10wib di stasiun gedangan. Syukurnya salah satu teman ku pun bekerja ditempat itu, ia membantuku selama proses seleksi; menjemputku & mengantarkanku ke stasiun, meminjamkan kamar kosnya sebagai tempat istirahat & mendengar keluh kesah ku tentunya wkwk
Proses seleksi tak berlangsung lama, sekitar 1 bulan. Prosesnya berupa Interview - micro teaching & interview pimpinan - psikotes. Saat tau jika ada tes micro teaching (MT) mulai deh deg-deg-syeer, mengingat performaku di kelas TEFL biasa-biasa saja dan micro teaching ku saat dikelas itu sangat krik krik dan garing… H-1 ms. Puji memberikan 2 materi yang harus di bawakan saat MT. How to make cookies untuk kelas Beginner & clothes (put on/put off) untuk kelas Pre-beginner. Beberapa hal ku persiapkan untuk MT ku ini, untuk meminimalisi kegaringan.. Mengingat yang kuhadapi ialah anak usia 6-11 tahun yang bisa saja meneriaki ku ‘miss… Your explaination is boring…’ Dengan tatapan acuh tak acuh.. Hehehehe akhirnya malam sebelum MT aku memutar otak memikirkan teaching aids yang menarik mata anak2.
Lega rasanya setelah MT berlangsung, agak mikir juga ya udahlah kalo gak keterima yo gakpapa mungkin aku memang tak ditakdirkan menjadi guru. At least I’ve tried my best wkwk
Keseesokan harinya aku kembali ke Sidoarjo untuk interview dengan pimpinan, sangat ramah membuat ku lebih nyaman dalam menjawab pertanyaan-petanyaan nya. Pertanyaan beliau kebanyakan mengenai keluarga dan personality. Beberapa hari setelahnya aku diminta untuk mengikuti tes psikotes di fak. Psikologi UBAYA Surabaya. Rutinitas bolak balik naik kereta MLG - SDA & MLG - SBY mulai ku nikmati, railway station layf katanya.
Psikotes ini merupakan tahapan tes terakhir, soalnya seputar kepribadian dan deret angka, banyak sekali sampai pegal. Tiba saat mengerjakan soal hitungan dengan deretan angka… Otak ku mulai berasap.. Aku dan angka, jelas kami bukan teman baik..
Kira-kira 10 hari setelahnya. Aku kembali dikabari dan diminta untuk datang ke kantor. Alhamdulillah ternyata aku diterima bekerja sebagai part time English teacher. Ini tahap baru dari hidup ku, mungkin akan berat kedepannya mengingat ku tak datang dari background pendidikan dan tak punya pengalaman mengajar sama sekali. Sudah 4 bulan aku menikmati peran ku sebagai guru, punya rekan2 kerja yang baik dan suka berbagi ilmunya, pimpinan yang care pada karyawannya dan situasi kerja menuntutku untuk selalu kreatif. I get a lot from this experience, and I feel blessed, I’ll keep trying to give my best effort :)