Hi.
Ternyata aku sudah berjalan sejauh ini. Sampai di titik ketika hal-hal yang dulu kutakuti, kini bisa kulalui seorang diri.
Sekarang aku mampu pergi ke mana pun tanpa menunggu ada yang menggenggam tanganku. Lucu juga, ya. Dulu rasanya tak berani melangkah sendirian, sekarang justru belajar menikmati perjalanan.
Katanya dunia selalu berputar. Mungkin benar. Sebab aku pernah menjadi seseorang yang terus menunggu, lalu perlahan berubah menjadi seseorang yang mampu melepaskan.
Yang paling mengajarkan adalah ketika aku harus membersihkan luka yang bukan kubuat sendiri. Ternyata, hidup tidak selalu meminta kita menjadi penyebab, tetapi sering kali meminta kita menjadi penyembuh.
Terima kasih untuk segala yang datang, juga yang memilih pergi. Kamu meninggalkan luka, tetapi juga meninggalkan keberanian yang tidak pernah kukira akan kumiliki.
Semoga kamu bahagia.
Dan aku, akhirnya belajar merelakan. Bukan karena sudah tidak peduli, melainkan karena aku percaya setiap pertemuan memang memiliki waktunya sendiri untuk selesai.
Aku melepasmu dengan ikhlas, dan membiarkan takdir menuliskan cerita kita sebagai bagian yang pernah indah.













