Aku Ngomongin INSEKYUR Biar BERSYUKUR
Bicara tentang "Insecure" itu selalu terdengar menarik belakangan ini.
Banyak dari platform, dan para orang yang mempunyai angka tinggi "pengikut" mengunggah hal tersebut.
1.Definisi "INSECURE" :
Bagi kebanyakan orang, sifat tersebut adalah sifat merasa tidak nyaman dan tidak aman terhadap diri sendiri. Karena ada nya hal yang tidak di miliki oleh diri sendiri, dan sedang terlihat ada di orang lain.
Bagi saya; sifat tersebut adalah sifat yang mencerminkan bahwa manusia tak pernah bisa mengungkapkan kelebihannya ketika ada orang yg ia lihat lebih dari dirinya.
Dari dua persepsi tersebut dapat saya simpulkan sendiri, bahwa "insecure" adalah sifat yang menjelaskan masing-masing kepribadian itu punya mutu serta kualitas yang berbeda.
Sangat sulit jika manusia masih terus berpikir, bahwa semua keunggulan yang ada di diri orang lain itu bisa di miliki juga olehnya. Akan tetapi, menjadi hal yang sangat lucu jika karena hal tersebut kita semakin hari semakin terpuruk di "perjalanan" karena mengejar "kesempurnaan".
Perlu diketahui, bahwa setiap manusia punya ideologi yang mengukuhkan setiap gerak sikap dan sifatnya.
Dari hal dasar yang tumbuh, semakin kuat dan semakin bercabang.
Dan hingga muncul pohon jati diri. Dari dia atau seluruh orang.
Insecure adalah pola pikir yang bagi saya sangat primitif. Akan tetapi, manusiawi untuk tetap di pikirkan.
Namun, jika pola hidup yang semakin hari semakin menurun kualitasnya disebabkan oleh perilaku "insecure" tersebut, maka bisa jadi hal tersebut bisa menjalar ke arah depresi.
Bisa jadi, dan bahkan bisa mengundang banyak hal buruk yang tak pernah kita pikirkan sebelumnya.
Kualitas hidup manusia yang sehat selalu terlihat dari; bagaimana ia menanggapi hal yang baginya tak layak dan layak. Karena, mereka yang mau untuk tetap bahagia dan bertahan bersama kebahagiaan nya, adalah mereka yang sudah merasa cukup akan kebutuhan pokok untuk kehidupan nya.
walaupun tak mumpuni, tapi, lagi-lagi definisi hidup bahagia yang berkecukupan itu pasti berbeda.
2.Dunia maya dan "insecure".
Kita semua tahu, bahwa tempat yang paling banyak di kunjungi di zaman sekarang itu "sosial media".
Tak terhitung berapa banyak jumlah nya per-detik. Tapi, banyak sekali sisi buruk jika kita tidak bisa mencermati dan memfilter baik-baik seluruh deskripsi,narasi, dan argumentasi dari para pengguna "sosial media".
Kaitannya dengan sifat "insecure" itu, adalah dunia Maya adalah tempat yang memberi kesempatan kepada seluruh elemen masyarakat untuk berargumen atau mungkin berdebat dan membicarakan hal-hal penting di dalam nya. Nah, disini kita yang "insecure" itu perlu membuka pikiran kita seluas-luasnya. Karena, sebab sempit dan dangkal nya pikiran yang terbuka, di sebabkan kualitas "baper" yang tinggi juga, semua hal yang kira-kira tidak sensitif, akan menjadi sensitif dan "sosial media" tak juga mendatangkan kebahagiaan bagi pengguna nya, jika begitu.
Contohnya:
"Si A upload kata-kata di snapnya, dan si B lihat, padahal si B biasa upload yg lebih aesthetic, itu kan ga kalah keren, tapi si B ngerasa ``jadi insecure, ngeliatnya, akutu bisa apa`` "
dan akhirnya, si B nyalahin diri sendiri, ga konsisten lagi, dan lupa kepada dirinya sendiri.
Tapi, bagi saya, kenapa semenjak ada kata "insecure" semuanya terlihat seperti di kompetisi?. Dan orang-orang kenapa mudah banget untuk nyerah?.
Klaim yang terus-menerus "aku kayanya gabisa, udah lah dia aja" kata-kata itu yg muncul kalo lagi insecure. akhirnya, mungkin ga habis pikir kali ya, kalo semua orang kaya gitu, dan ga mikir kalo hidup itu kan dinamis.
Saya pernah teringat di cerita pendek saya sendiri, ketika saya menuliskan "hidup semakin tinggi kualitas nya, tapi tidak dengan ketenangan nya".
Oleh karenanya, sudah semestinya kita sebagai manusia harus tetap seimbang dalam segala hal. terlebih dalam menentukan sikap ketika ber"sosial media". karena, jika sedikit saja lengah untuk tidak bijak dalam bersikap, kita yang akan di hempaskan oleh rasa "insecure", ketika ber"sosial media".
Ada baiknya, kita yang sudah merasa besar dan merasa menjadi manusia, ingatlah kembali; kita adalah manusia yang di ciptakan untuk tetap bahagia dan beribadah kepada nya. karena, puncak peradaban bagi saya, ketika ketenangan yang paling hening terselamatkan oleh sikap bijak kita yang sudah menjadi kebiasaan.
"Kita manusia, adalah alasan mengapa kita harus bersikap layaknya manusia dan tidak merendahkan martabat manusia"
-kata pengantar . #insekyur













