My advice is, never do tomorrow what you can do today. Procrastination is the thief of time.
Charles Dickens, David Copperfield (via bookmania)
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
Fai_Ryy
untitled

#extradirty

blake kathryn
cherry valley forever

tannertan36
Noah Kahan
I'd rather be in outer space 🛸
official daine visual archive

Kiana Khansmith

pixel skylines

PR's Tumblrdome

if i look back, i am lost
𓃗
KIROKAZE
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Keni
todays bird
seen from Indonesia

seen from Indonesia

seen from Colombia

seen from United States

seen from United States

seen from Brazil
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from Canada
seen from United States
seen from Netherlands
seen from Argentina
seen from United States

seen from United Kingdom
@nurulfatimahk
My advice is, never do tomorrow what you can do today. Procrastination is the thief of time.
Charles Dickens, David Copperfield (via bookmania)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Menulis itu melatih kepekaan. Mengasah daya tangkap asa dan panca indera melalui kata-kata. Adalah bagaimana berusaha jujur pada secarik kertas. Kertas tak bisa dibohingi, kata tak bisa dimanipulasi. Jika kamu berusaha menjadi sesuatu yang bukan dirimu, kata-kata seakan berkonspirasi membentuk koalisi oposisi. Terlihat kaku dan konservatif. Tidak enak dibaca.
Ak(am)u
Hai kamu, sayank..
Jangan bermuram hati
Sungguh aku manusia biasa
Tak lapang dadaku tahan sesalmu
Sakitmu sakitku
Rasamu rasaku
Kamu adalah koma dalam kalimatku
Titikku seperti fatamorgana
Aduhai tatapanmu dalam ucapan akhir sayangmu
Aku tahu kamu
Sayank, aku tak lupa
Kamu adalah aku
Aku adalah kamu
Lalu apa jika ruang tanya tak lagi terbuka?
Tak ada kunci tersisa
Sayang, langit tak terbatas ruang
Bawa aku dalam dirimu
Kan ku bawa kamu dalam diriku
Kita terbang dengan suka cita
Tak ada sesal baik di bumi maupun di langit
Sesal hanya untuk si lemah
Berbahagialah! Bersuka cita!
Walau semu
Aku adalah kamu
Kamu adalah aku
Sampai jumpa di langit!
Kamu benar. Aku tak piawai menawar harga dengan emosi. Dulu, sekarang, hingga saat ini.
Surat Kehidupan III (?)
Dear Nufat di masa depan,
Aku harap ketika kamu membaca surat ini kamu sedang berbahagia dan bersyukur. Hari ini adalah hari pertama tahun 2016. Sudah 2 tahun lebih berjalan sejak aku (kita?) memutuskan untuk memiliki kehidupan baru. Memulai segala sesuatu dari kekosongan. Aku masih ingat keputusan itu diambil tanpa pikir panjang, tanpa banyak pertimbangan. Begitu saja. Tak jarang keputusanku dipertanyakan, mengapa? Aku tak tahu harus menjawab apa.
Seperti yang bisa kamu ingat, memang sejak lama ibu kita bersikeras mendorongku untuk langsung mengambil S2 setelah lulus S1. Alasannya aku tahu pasti, membantu bisnis keluarga dan menyiapkan kedatangan adikku di tahun selanjutnya. Bukannya tak mau membantu, tapi aku tahu pasti keluarga kita bukan keluarga level atas. Biaya kuliah tak murah, belum ditambah adikku yang kemudian menyusul. Bekerja dan mencari beasiswa terlebih dahulu merupakan rencana paling logis untukku saat itu. Setelah selalu menolak permintaan ibu kita, akhirnya doa ibu terjawab juga. Sekitar 1 bulan sebelum kelulusanku, aku, kita, berada di titik jenuh. Kita sama-sama tahu kehidupan apa yang akan kita jalani jika kita menetap. Kita pun tahu dia tak akan pernah berakhir. Kita merasa begitu tertinggal. Kita hanya melihat diri kita yang monoton, menjalani rutinitas. Aku tahu, aku dan kamu benci rutinitas. Kita memang harus pergi. Lalu menurutmu haruskah aku menjawab jujur atas pertanyaan mengapa, bahwa aku ingin menantang diriku sendiri. Aku ingin terbang mencari tahu rahasia takdir. Kejutan apa yang akan menantiku. Aku ingin terus berlari seperti Forest dan menanti dengan penuh gairah jenis coklat apa yang terambil dari kotak coklat. What’s next?
Takdir memang tak pernah kehilangan sisi humor dan romantisnya. Ia selalu berhasil memberi kejutan, membuatku tersenyum dan tertawa. Pada suratku sebelumnya aku begitu kebingungan dengan konsep takdir. Aku kira aku mulai mengerti. Takdir tidak hanya ketetapan Tuhan namun juga harus terpenuhi dengan usaha dan doa manusia. Kamu pasti tahu segala sesuatu di dunia ini adalah hasil hukum sebab akibat. Itulah takdir yang dirancang Tuhan. Tak ada yang Tuhan tak tahu. Jika ingin suatu akibat maka kita sebagai manusia harus memenuhi unsur sebab. Doa juga memainkan perannya karena hukum sebab akibat saling berkaitan satu sama lain. Kita tak bisa mengontrol seluruh hukum sebab akibat yang ada. Manusia tak hidup sendiri. Lagi-lagi kehidupan manusia membuatku terkesima.
Memang hampir sepenuhnya alasanku hanyalah pelarian. Tapi 2 tahun ini merupakan tahun-tahun yang memberiku arti lebih dari sekedar pelarian. Aku belajar untuk mengenal diriku sendiri. Aku rasa tak ada yang lebih sulit dari mempelajari diri sendiri. Sudahlah, aku hanya ingin berkata, jika kamu membaca surat ini, bersyukurlah kamu telah berlari!
Run nufat run!
Tertanda,
Nufat yang sedang berlari dan melihat ke belakang.
31.12.2015-1.1.2016

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Perubahan persepsi adalah perubahan eksistensi. Kita dapat menempuh perjalanan menuju Tuhan tanpa harus mengesampingkan pemikiran rasional, seperti yang sudah dilakukan Mulla Shadra."
JR dalam pengantar buku Tasawuf Mulla Shadra karya Khalid al-Walid.
Untuk senja..
Begitulah, Matahari, terbit dan terbenam Ombak, bergulung mendekat dan menjauh Sistem semesta Bukan masalah pergi dan datang Begitu juga aku senja Aku tak pernah pergi bukan pergi dan datang urusanku Aku hanya partikel sistem kosmos Mengisi tugas Maha Kuasa Si Pergi itu milik ada dalam tiada Sama dengan si datang tiada dalam ada Bukan tugasku berkata selamat tinggal Aku ada dalam dimensi yang berbeda Bukan untuk menyakiti..
Duaenam
26. Hampir setengah jalan menuju 60, umur kematian rata2 org indonesia. Baru setengah jalan tapi aku sudah merasa tua. 22-29 dibilang sebagai umur pembuktian diri setelah melewati pencarian diri pada tahap sebelumnya. Entah bagaimana rasa orang berumur 60, jika aku yang 26 saja merasa tua. Tua dan lelah. Aku memang si tukang ngeluh dan menggerutu. Tapi bagaimana aku tak mengeluh jika di tahap pembuktian diri aku malah terdiam di tahap mencari diri. Bertanya pada diriku sendiri, apa “aku” selama ini aku atau apa yang diminta lingkunganku. Apa aku berbuat baik karena mauku atau karena takut pada lingkunganku atau karena orang tuaku. Apa aku berbuat buruk karena mauku atau hanya ikut sekitarku perkara tidak enak. Aku bingung. Sering aku pun tak tahu lagi mana keinginanku dan mana bukan. Susah mendefinisikan aku jika orang lain termasuk keluargamu mendefinisikanmu. Aku ingin sekali dapat berdiri tegak di tangah lautan manusia tapi aku tak tahu dimana aku harus menetapkan kedua kakiku. Biarlah 26 ini yang nanti tentukan pemberhentianku atau bisa jadi 27 atau juga 60 jika aku masih dapat berpijak bukan loncat-loncat.
Siap?
Terlepas dari 'jodoh yg memang belum ada', pertanyaan 'siap?' selalu menjadi momok bagiku. Siapkah aku mengikrarkan komitmen seumur hidup dengan seseorang a.k.a kawin? Siapkah aku mengorbankan ke-AKU-an menjadi ke-KITA-an? Siapkah aku membagi ruang pribadiku dengan 'si jodoh'? Damn! Hanya membayangkannya saja sudah membuatku mual! Me in a Marriage? Ok, berikut analisis terkait untuk menjawab pertanyaan tersebut : 1. 25 Tahun. Aku tak pernah tahu rasanya perayaan 1 tahun or so called 'anniversary'. Mendekati saja tidak. Tidak berarti aku tak ingin, hanya saja selalu kandas dengan berbagai alasannya. I know well how to socialize (well, I think so) but never know how to keep my relationship. Maybe I was with a wrong guy or maybe I just love myself better than any other human being (except my family). 2. Kebebasan. Hal yang 90% tak bisa aku berikan pada orang lain. Jujur, lebih sering aku merasa lega dan bahagia jika hubunganku berakhir. Itu yang aku rasakan. Aku tak mengerti mengapa selalu merasa ruang kebebasanku terebut jika berada dalam suatu hubungan. Apa suatu hubungan memang seharusnya seperti itu? 3. Mengapa menikah harus begitu penting?. Aku tak pernah mengerti mengapa orang seakan terobsesi untuk menikah. Mengapa menikah seakan menjadi tujuan akhir hidup? Masyarakat akan iba jika sesorang yang sudah 'umur' tidak menikah. Not married means underclass. They (org2 yang aku tanya) said, menikah itu untuk mendapatkan keturunan (so basically untuk menyalurkan hasrat), untuk mendapatkan teman hidup (it means people afraid to be alone), dan ibadah. Mengaitkan dengan analisis sebelumnya mengenai aku yang terlalu egois, kecintaanku pada kebebasanku, dan ketidaksetujuanku pada persepsi masyarakat, tidak lantas membuatku tidak siap. Well, pada intinya aku tak menentang konsep pernikahan. Aku sendiri tak lagi tertarik pada hubungan tanpa tujuan jelas. Aku tak bergairah dengan drama-drama hubungan. Hanya saja aku tak melihatnya sebagai suatu tujuan besar. Aku tak mengelompokannya bersama bidang pendidikan, karir, dan agama yang menurutku penting. Menjadi penting jika memang bertemu dengan partner yang sejajar secara pemikiran, pemahaman, dan tujuan. Jika bertemu tentu pernikahan menjadi suatu ibadah. Aku suka imajinasi kehidupan pasangan yang happily ever after. Tapi aku pun tak keberatan dengan imajinasi kesendirian yang happily ever after. Aku suka film Brave seperti aku suka film disney yg lain :Cinderella, snow white, atau beauty and the beast. Yang tidak aku suka adalah demi pernikahan orang akan merelakan rencana atau mimpi2 kehidupannya. Misal, beberapa orang pernah berkata padaku, "awas hati2 klo udah S2 makin susah cari jodoh" atau "jgn terlalu independen fat, susah nanti cari cowok" atau "aduh nikah dulu, jangan pergi jauh2". Pernyataan-pernyataan seperti itu yang akhirnya membuatku sedikit alergi pada konsep pernikahan. So, siap? aku siap jika memang bertemu dengan 'si jodoh' tapi aku juga siap jika memang tak bertemu. Aku tak mau menyerahkan kebebasan, mimpi2, dan keakuanku pada orang lain dalam konsep pernikahan hanya karena umur, pandangan masyarakat, takut kesepian atau bahkan sekedar hasrat cinta. We shouldn't, oder? And I live happily ever after... The End.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bukan 'memulai' yang sulit namun 'mengakhiri' lah yang tak pernah mudah. Selalu ada 'proses' di antara.
TETAP TENANG (LIVE)
(The Panasdalam Bank)
Tetap tenang, tetap tenang, wahai jiwa yang tenang. Manusia adalah miniatur alam semesta. Lebih luas dari cacian. Lebih besar dari pujian. Semoga bahagia. Sentausa sejahtera. Semoga bahagia. Sentosa sejahtera.
Manusia. Makhluk paling menarik untuk diamati. Terkadang kamu melihat refleksi dirimu sendiri. Pengalamanku berkata, cara terbaik untuk mengamati adalah dengan membiarkan persepsi bebasnya tentangmu. Tak perlu klarifikasi siapa dirimu sebenarnya. Aku kira kita masing-masing sudah punya 'backstage' nya sendiri.
Surat kehidupan II (?)
Dear Nufat di masa depan,
bagaimana kabarmu hari ini? tentu saja hari di waktu bagianmu yang aku maksud. Aku harap semua berjalan … baik? benar? entahlah kata apa yang harus kukatakan. Aku yakin pasti ada haru dan lara yang melewati hidupmu, mungkin lebih baik kukatakan semoga kau menjalani semuanya dengan kerendahan hati dan pikiran yang bijak. Hari ini akan aku lanjutkan tulisanku sebelumnya. Sekali lagi untuk memenuhi janjiku.
Apakah kamu mengerti cara kerja takdir? Aku sendiri sampai saat ini tetap tak memahami misterinya. Ketidakpahamanku masih berlangsung bukan karena aku malas mencari tahu. Sudah kubaca teori2 para ahli, landasan pemikirannya, tapi entah tetap aku tak mengerti teka tekinya. Bagaimana kamu akan mengerti, jika satu kelompok berkata takdir tak bisa di ubah, semua sudah digariskan oleh Yang Maha Penetap. Tak ada yang tak tanpa sepengetahuanNya. Telah tertulis dalam kitab yang agung bahwa tidak ada sesuatu yang basah atau yang kering melainkan tertulis dalam kitab yang nyata. Tapi kelompok lain berpendapat manusia memiliki kekuasaan sepenuhnya atas hidupnya, bukan wujud yang terbelenggu. Bukankah Tuhan tidak ada merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada dirinya.
Sungguh aku dibuat bingung. Bagaimana mungkin bagian, yang menjadi landasan para kelompok, dapat saling bertentangan, padahal tertera dalam Kitab yang oleh Tuhan dijanjikan kebenarannya.
Jika saja benar segala sesuatu telah ditakdirkan, lalu dimana letak kehendakku? Enak sekali aku bisa tidur seharian tidak perlu pusing-pusing belajar, toh akan lulus atau tidak lulus juga. Tapi aneh juga kalau semua berdasarkan kehendak dan perbuatanku, berarti semua akibat yang terjadi bukan menjadi pengetahuan Tuhan karena tidak ada takdir yang mendahului. Mungkinkah Tuhan tidak tahu?
Pusing bukan? Aku bertanya dan mencari tahu soal takdir bukan perkara ingin menyaingi para filsuf. Tak bisa aku punya jenggot dan juga belum putih rambutku. Hanya saja aku ingin tahu bagaimana harus bertindak. Sering kali aku begitu gerah mendengar orang berkata ‘Sudah jalanNya’. Kadang aku merasa Tuhan dijadikan kambing hitam. Atau jika memang benar 'sudah jalanNya’, aku tak tahu kapan aku bisa bilang 'aku’ atau kapan 'sudah jalanNya’. Aku pun bingung jika aku berhasil melalukan sesuatu, bolehkah aku berbangga diri atau memang 'sudah jalanNya’? Mengapa orang lebih sering berkata 'sudah jalanNya’ jika gagal bukan saat berhasil? Jadi kalau gagal Tuhan yang salah dan berhasil kamu yg perbuat. Benar-benar dibuat aku berfikir.
Menurutmu, aku harus bagaimana?
Tertanda, Nufat di masa sekarang yang juga masih pusing
A: Lo robot... B: Iya, tp gue mau jadi manusia dengan rasa. Gue cmn blm nemu fungsi program hati..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Surat kehidupan I(?)
Dear nufat di masa depan, Iya, aku tahu. Tak perlu kau tegaskan aku tahu aku telah melanggar janjiku. Aku secara sadar ingat betul telah berjanji untuk menulis sebelum memulai petualanganku kali ini. Hanya saja memenuhinya tak semudah ketika menjajikannya. Tak pernah mudah. Jadi biarkanlah aku tetap memenuhi janjiku menuliskan awal mula petualanganku ini. Sebelum bercerita, biarkanlah aku bertanya padamu terlebih dulu, perlukah aku selalu menulis untukmu? Aku tahu benar, tanpa perlu kutuliskan, kau orang yg paling tak pernah pertanyakan keputusan atau tindakanku, lalu untuk apa? Ya, aku tahu kau penikmat karya komposisi warna dan bentuk. Seharusnya kau juga biarkan aku memainkan peran penikmat hasil. Kau juga harus tahu bagaimana rasanya menjadi penikmat proses. Menikmati ketika kau mulai menyentuh masing-masing warna dengan kuasmu. Saat itu waktu akan mulai terasa begitu melambat karena ia tak mau tertinggal menjadi saksi hidup keagungan karyamu, ia ingin ikut serta menikmati setiap emosi yang melekat pada ayunan-ayunan tanganmu. Kau mabuk tapi nyata sadar melihat refleksi tarian tanganmu. Ya bisakah kau bayangkan tanganmu menarikan nyanyian duniawi yang merindukan surga. Nadanya yang begitu berjiwa tak tertandingi oleh petikan pemain sitar manapun. Setiap warna yang kau torehkan tak hanya menyayat permukaan kanvasmu tapi juga menyayat perih dan dalam relung2 hatimu. Perlahan dan berat, membuatmu terkadang tak mampu menampung rasa yang meluap dari tarianmu. Terkadang kau tak tahu apa arti warnamu, atau kau tak tahu apa yang harus kau lukis, bahkan warna atau komposisi apa yang sesuai. Keraguan dan pertanyaan yang tak pernah berhenti menghantui, memberikan alasan untuk berhenti merasa. Tapi waktu tak pernah mau kompromi, ia tak mau kehadirannya sia-sia, membuatmu tak punya ruang untuk berhenti, mengulang atau menyesal. Kau harus terus bergerak, bergerak, dan bergerak sampai pada batas kelelahan yang justru membuatmu terbangun, sadar ragu yang tak lagi kau perlukan. Lucu bukan jika keyakinan tumbuh dari keraguan. Untuk melukis sebuah lukisan kehidupan bergeraklah dengan kepercayaan pada irama cinta Tuhan. Kau akan tersadar Cinta Tuhanmu telah tersaji bebas tak terbatas. Ternyata Tuhanmu tidak sesempit teriakan kefanatikan yang melantang pada minuman memabukkan tapi mendiam pada busung lapar. Tidak sesempit antara benang pengkafiran yang menghalalkan darah terkafir dan pengfakiran yang mengharamkan peluh terfakir. Sehingga kau juga akan bertanya, mengapa manusia begitu pongkah mendimensikan cinta Tuhannya? Mengapa si atheis yang terkafir duduk lebih lama menerima sajian hidangan tak terhingga Tuhan dan pengkafir pulang bahkan sebelum menu pembuka datang? Padahal kau hanya perlu mengikuti irama cinta Tuhan yang tersaji, jangan kau egois menyimpan cinta Tuhanmu untuk kepuasan dirimu sendiri. Cinta Tuhan bukan untuk disimpan tapi hanya untuk dipinjam. Cinta Tuhan hanya milikNya. Kesadaranmu akan cinta Tuhan akan membuatmu bergerak bebas mengalun menarikan tarian cinta yang kau pinjam menjadi goresan warna untuk karya agungmu, tak perlu ragu mengikut tanda baca cintaNya yang tersaji bahkan di hatimu. Lepaskan ego ke akuanmu, bukankah kamu juga bentuk cintaNya yang terpinjam? karena pelepasannya akan membawamu pada pencapaian karyamu, lukisan kehidupan Cinta Murni. Tidakkah peran proses ini begitu indah kawan penikmat hasil? Tapi cukuplah sudah aku banyak bicara tentang nikmat dari proses, kau memang bukan berperan untuk itu. Aku tahu aku harus menulis biar kau tak lupa kau hanya pinjaman, dan tidak terlalu larut dalam hasil kemudian lupa mengembalikan cinta Tuhan. Namun sebelum kulanjutkan kembali suratku, biarkan aku istirahat sejenak menikmati cinta Tuhan... Tepian sungai elbe, nufat di masa sekarang.
Wanita Alam Semesta
Kekuatannya mampu menaklukan tirani tak perasa Kasih sayangnya membuat ombak mengalir tak menderu Ketika berdoa, ia mampu mengundang malaikat turun ke bumi Ya, itu wanita yang diceritakan Tuhan kami Makhluk yang dibuat hanya olehNya dari tulang rusuk sang adam Bersyukur kami Engkau ciptakan menjadi wanita Kau jadikan kami transformasi Kau jadikan kami air bagi benih Cahaya bagi tanaman Kepompong bagi ulat Kami kasih sayang itu Kami kekuatan itu Kekuatan dan kasih sayang dalam keserasian Kami wanita bagi alam semesta Ya, kami wanitaMu Tuhan Rangkaian kata-kata lama tanda ruhku masih terikat waktu dan ruang. Bisa jadi sedikit pemanasan sebelum tangan mulai berolahraga kembali. Sampai nanti!