Seminggu yang lalu dimedia sosial, soal menikah di KUA aja menjadi perbincangan yang cukup menarik. Pro dan kontra ya itu sudah pasti !. Berawal dari kisah salah satu sepasang mempelai yang menikah di masa pandemi, dimana pada saat pandemi aturan - aturan untuk prokes begitu ketat. Hal tersebutlah yang mendasari mereka, dari pada ribet ini itulah, mereka nikah di KUA saja dan tanpa ada pesta pernikahan atau hajatan. Ternyata dengan hal tersebut menghemat biaya, dan biaya tersebut bisa dialokasikan ke hal yang penting kedepannya.
Saya sendiri juga belum menikah, melihat kisah dari mereka menikah di KUA ini cukup menarik. Jika nantinya anda ingin menikah seperti itu , ya silakan. Menikah di KUA saja yah sah-sah saja, menikah di hotel mewah atau gedung bagus ya boleh boleh saja. Bagaimana konsep pernikahan nanti, tergantung dari kedua pihak mempelai meraka maunya konsep seperti apa. Jangan sampai seperti si anak ingin di KUA aja, tapi orang tua minta ingin ada pesta perikahan dan ributlah soal itu, ga nikah nikah deh....
Soal pesta pernikahan memang sudah umum. Kalau di kampung saya, biasanya pak penghulu datang ke rumah salah satu mempelai dan proses akad nikah di waktu acara walimatul Urusy. Saat menyelenggarakan pesta pernikahan atau hajatan pernikahan orang orang yang diundang/hadir membawa amplop, tentunya di isi uang dong. Nantinya orang yang membawa amplop ini nyumbang berapa, itu dicatat dan nantinya jika yang nyumbang ini punya acara hajatan harus membawa uang dalam amplop sesuai yang ada dicatatan. contoh jika si A datang ke pernikahan si B bawa amplop berisi uang 100.000 maka nantinya jika si A punya hajatan si B yang datang ke hajatan si A bawa amplop berisi 100.000 juga. intinya seperti utang gitulah. Tapi menurut saya, itu seperti meringankan beban biaya pesta pernikahan tersebut. intinya saling membantu.
Menggelar pesta pernikahan memang butuh biaya, waktu dan tenaga. Bagaimana nantinya konsep pernikahan itu terserah pilihan kedua mempelai. Jangan sampai pernikahan yang seharusnya bahagia malah jadi beban. Menurut saya ya, sesuai kemampuan anda aja lah. Intinya menikah sesuai rukun dan syaratnya menurut agamanya masing masing. Perlu di ingat, tujuan menikah adalah untuk menjalankan ibadah dan mendekatkan diri ke sang pencipta.
Menikah di KAU aja atau di Gedung yang bagus
Sederhana atau mewah
Bagaimana menurut kalian ?