Biarkan Saja dulu. Mari kita lihat bagaimana hukum alam bekerja. . . . . #perpisahan #perasaanhati #sadgirl #sadqoutes #twitterindonesia #time https://www.instagram.com/p/CHXlHGMHREm/?igshid=257ejnpux3qe
Show & Tell

roma★

JBB: An Artblog!
art blog(derogatory)

titsay
wallacepolsom

blake kathryn

Jules of Nature
h
Misplaced Lens Cap
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
Monterey Bay Aquarium

#extradirty
Cosmic Funnies
Cosimo Galluzzi

❣ Chile in a Photography ❣

Love Begins

JVL
seen from United Kingdom
seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Iraq
seen from Pakistan
@noer24
Biarkan Saja dulu. Mari kita lihat bagaimana hukum alam bekerja. . . . . #perpisahan #perasaanhati #sadgirl #sadqoutes #twitterindonesia #time https://www.instagram.com/p/CHXlHGMHREm/?igshid=257ejnpux3qe

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
i won't say goodbye to you cause i want stay to you 4ever🙂. . . #bucinberkelas #duapuluhempat❣️ #selamanyacinta💙 (di Ourcastle) https://www.instagram.com/p/B8WEvaGlToq/?igshid=xh00jw7c1r7b
Entah kebetulan atau tidak tapi tanpa kusadari bahwa semalam aku sangat puitis😄
““You must convince your heart that whatever God has decreed is most appropriate and most beneficial for you.””
— Imam Al-Ghazali
100 PERINTAH ALLAH PADA MANUSIA YANG TERCATAT DI DALAM QURAN
Jangan berkata kasar. (QS 3 – Ali Imran : 159)
Tahanlah marah. (QS 3 – Ali Imran : 134)
Berbaiklah kepada orang lain. (QS 4 – An Nisaa’ : 36)
Jangan sombong dan congkak. (QS 7 – Al A’raaf : 13)
Maafkanlah kesalahan orang lain. (QS 7 – Al A’raaf : 199)
Berbicaralah dengan nada halus dan bersopan. (QS 20 – Thaahaa : 44)
Rendahkanlah suaramu. (QS 31 - Luqman : 19)
Jangan mengejek orang lain. (QS 49 – Al Hujuraat : 11)
Berbaktilah pada orang tua (ibu bapak). (QS 17 – Al Israa’ : 23)
Jangan mengeluarkan kata yang tidak menghormati orang tua ( ibu bapak). (QS 17 – Al Israa’ : 23)
Jangan memasuki kamar pribadi ibu bapak tanpa izin. (QS 24 – An Nuur : 58)
Catatlah hutang-hutangmu. (QS 2 – Al Baqarah : 282)
Jangan mengikuti orang secara membabi buta. (QS 2 – Al Baqarah : 170)
Berikanlah lanjutan waktu bila orang yang berhutang kepadamu dalam kesempitan. (QS 2 – Al Baqarah : 280)
Jangan makan riba’/membungakan uang (QS 2 – Al Baqarah : 1)
Jangan melakukan korupsi) (QS 2 – Al Baqarah : 188)
Jangan ingkar atau melanggar janji (QS 2 – Al Baqarah : 177)
Jagalah kepercayaan orang lain kepadamu (QS 2 – Al Baqarah : 283)
Jangan campur adukan kebenaran dengan kebohongan (QS 2 – Al Baqarah : 42)
Berlakulah adil terhadap semua orang (QS 4 – An Nisaa’ : 58)
Tegakkanlah keadilan dengan tegas (QS 4 – An Nisaa’ : 135)
Harta yang meninggal harus dibagikan kepada anggota keluarga (QS 4 – An Nisaa’ : 7)
Wanita memiliki hak waris (QS 4 – An Nisaa’ : 7)
Jangan memakan harta anak yatim (QS 4 – An Nisaa’ : 10)
Lindungi anak yatim (QS 2 – Al Baqarah : 220)
Jangan memboroskan harta dengan sewenang-wenangnya (QS 4 – An Nisaa’ : 29)
Damaikanlah orang yang berselisih (QS 49 – Al Hujuraat : 9)
Hindari perasangka buruk (QS 49 – Al Hujuraat : 12)
Jangan memfitnah orang (QS 2 – Al Baqarah : 283)t
Jangan memfitnah orang (QS 49 – Al Hujuraat : 12)
Gunakan harta untuk kegiatan social (QS 57 – Al Hadid : 7)
Biasakan memberi makan orang miskin (QS 107 – Al Maa’uun : 3)
Bantulah orang fakir yang berada di jalan Allah (QS 2 – Al Baqarah : 273)
Jangan menghabiskan uang untuk bermegah-megah (QS 17 – Al Israa’ : 29)
Jangan menyebut-nyebut tentang sedekahmu (QS 2 – Al Baqarah : 264)
Hormatilah tamu anda (QS51AdzDzaariyaat26)
Perintahkan kebajikan setelah kita melakukannya sendiri (QS 2 – Al Baqarah : 44)
Jangan berbuat kerusakan di muka bumi (QS 2 – Al Baqarah : 60)
Jangan menghalangi orang datang ke masjid (QS 2 – Al Baqarah : 114)
Perangilah mereka yang memerangi mu (QS 2 – Al Baqarah : 190)
Jagalah etika perang (QS 2 – Al Baqarah : 191)
Jangan lari dari peperangan (QS 8 – Al Anfaal : 15)
Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (Islam) (QS 2 – Al Baqarah : 256)
Berimanlah kepada para Nabi (QS 2 – Al Baqarah : 285)
Jangan melakukan hubungan intim di saat haid (QS 2 – Al Baqarah : 222)
Susuilah anak-anakmu selama dua tahun penuh (QS 2 – Al Baqarah : 233)
Jauhilah hubungan intim di luar nikah (QS 17 – Al Israa’ : 32)
Pilihlah pemimpin yg pantas. Pilihlah pemimpin berdasarkan ilmu dan jasanya (QS 2 – AlBaqarah : 247)
Jangan membebani orang di luar kesanggupannya (QS 2 – Al Baqarah : 286)
Jangan mau dipecah belah (QS 3 – Ali Imran : 103)
Renungkanlah keajaiban dan penciptaan alam semesta ini (QS 3 – Ali Imran 3 :191)
Lelaki maupun wanita mendapat balasan yang sama sesuai perbuatannya (QS 3 – Ali Imran: 195)
Jangan menikahi mereka yang sedarah denganmu (QS 4 – An Nisaa’ : 23)
Keluarga harus di-imami oleh seorang lelaki (QS 4 – An Nisaa’ : 34)
Jangan pelit (QS 4 – An Nisaa’ : 37)
Jangan iri hati (QS 4 – An Nisaa’ : 54)
Jangan saling membunuh (QS 4 – An Nisaa’ : 92)
Jangan membela ketidakjujuran atau kebohongan (QS 4 – An Nisaa’ : 105)
Jangan bekerja-sama dalam dosa dan kekerasan (QS 5 – Al Maa-idah : 2)
Bekerja samalah dalam kebenaran (QS 5 – Al Maa-idah : 2)
Mayoritas bukanlah merupakan kriteria kebenaran (QS 6 – Al An’aam : 116)
Berlaku adil (QS 5 – Al Maa-idah:8)
Berikan hukuman untuk setiap kejahatan (QS 5 – Al Maa-idah : 38)
Berjuanglah melawan perbuatan dosa dan melanggar hukum (QS 5 – Al Maa-idah : 63)
Dilarang memakan binatang mati, darah dan daging babi (QS 5 – Al Maa-idah : 3)
Hindari minum racun dan alkohol (QS 5 – Al Maa-idah : 90)
Jangan berjudi (QS 5 – Al Maa-idah : 90)
Jangan menghina keyakinan atau agama orang lain (QS 6 – Al An’aam : 108)
Jangan mengurangi timbangan untuk menipu (QS 6 – Al An’aam : 152)
Makan dan minumlah secukupnya (QS 7 – Al A’raaf : 31)
Kenakanlah pakaian yang bagus di saat sholat (QS 7 – Al A’raaf : 31)
Lindungi dan bantulah mereka yang meminta perlindungan (QS 9 – At Taubah:6)
Jagalah kemurnian (QS 9 – At Taubah : 108)
Jangan pernah putus asa akan pertolongan Allah (QS 12 – Yusuf : 87)
Allah mengampuni orang yang berbuat dosa kerana kebodohannya (QS 16 – An Nahl : 119)
Berserulah/ajaklah kepada jalan Allah dengan cara yang baik dan bijaksana (QS 16 – AnNahl : 125)
Tidak ada seorangpun yang menanggung dosa orang lain (QS 17 – Al Israa’ : 15)
Jangan membunuh anak-anakmu kerana takut akan kemiskinan (QS 17 – Al Israa’ : 31)
Jangan mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya (QS 17 – AIsraa’ : 36)
Jauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanafaat (QS23–Al Mu’minuun:3)
Jangan memasuki rumah orang lain tanpa izin pemilik rumah (QS 24 – An Nuur : 27)
Allah menjamin balasan kebaikan hanya kepada mereka yang percaya kepada Allah (QS 24 – An Nuur : 55)
Berjalanlah di muka bumi dengan rendah hati (QS 25 – Al Furqaan : 63)
Jangan melupakan kenikmatan dunia yang telah Allah berikan (QS 28–Al Qashash : 77)
Jangan menyembah Tuhan selain Allah (QS 28 – Al Qashash:88)
Jangan terlibat dalam homosexual (QS29–Al ‘Ankabuut : 29)
Berbuat baik dan cegahlah perbuatan munkar (QS 31 - Luqman : 17)
Janganlah berjalan di muka bumi dengan sombong (QS 31 - Luqman : 18)
Wanita dilarang memamerkan diri (QS 33 – Al Ahzab : 33)
Allah mengampuni semua dosa-dosa kita (QS 39 – Az Zumar : 53)
Jangan berputus asa akan keampunan dari Allah (QS 39 – Az Zumar : 53)
Balaslah kejahatan dengan kebaikan (QS 41 – Fushshilat : 34)
Selesaikan persoalan dengan bermusyawarah (QS 42–Asy Syuura : 38)
Orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang bertaqwa (QS 49 – Al Hujuraat : 13)
Tidak ada dikenal biara dalam agama (Islam) (QS 57 – Al Hadid : 27)
Allah akan meninggikan darjat mereka yang berilmu (QS58–Al Mujaadilah11)
Perlakukan kaum bukan Islam dengan baik dan adil (QS60-Al Mumtahanah:
Hindari diri dari sifat kikir (QS64–AtTaghaabun:16)
Mohon keampunan kepada Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS73 Al Muzzammil;20)
Jangan menghardik orang yang meminta-minta (QS 93–Adh Dhuhaa: 10)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
To The One Who I Miss The Most
to the one who i miss the most, sampai kapan kita akan selalu seperti ini. menjarak diri dari hal-hal yang semestinya kita selesaikan dengan benar. kita berdua seolah menarik diri dan membelenggu jiwa satu sama lain, memelihara sesak yang semestinya harus kita kikis bersama.
jika dulu, kita adalah satu jiwa yang berbeda raga, lantas mengapa sekarang seolah tak pernah ada titik yang menyamai diri kita. kita tumbuh remaja bersama, lantas mengapa dewasa sekarang kau dan aku malah saling melupa.
aku ingin lepas dari sesak semua ini, akupun tahu kau juga ingin, hanya saja baik aku maupun dirimu tak pernah tahu bagaimana caranya untuk mendekap satu sama lain.
semasa itu, terimaksih karena telah hadir dengan baik dalam hidup ku, walaupun pada nyatanya kita saling pergi dengan mendekap sesak satu sama lain.
Lusi, terimakasih karena telah hadir dan tumbuh remaja bersama ku. terimakasih karena telah menjadi cembung saudaranya cekung, terimakasih karena telah mengajarkan bagaimana caranya untuk tersenyum, terimakasih karena masih sesekali merinduiku
untuk waktu yang telah berjalan selama tak ada laagi kita, semoga semesta akan mengusaikannya dengan pasti. tolong tetap rindui aku sesekali, karena dengan begitu, aku bisa tahu jika bukan hanya aku yang terluka
tatjtiyah
“Tidak semua teman adalah Sahabat”
—
Karena sahabat itu katanya yang akan selalu membersamai kita dikala senang maupun susah. Bahkan, Ali bin Abi Thalib r.a pun juga mengatakan kalau kita mau tau siapa teman sejati kita, maka lihatlah saat kita mendapatkan musibah
Namun, tidak semua sahabat akan terus menjadi sahabat. Cintailah sahabatmu sekadarnya saja, siapa tahu-pada suatu hari kelak-ia akan berbalik menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekadarnya saja, siapa tahu-pada suatu hari kelak-ia akan menjadi orang yang kau cintai
Paksakanlah dirimu untuk tetap menanam kebaikan kepada saudaramu disaat ia memutuskan hubungan denganmu. Berusahalah agar tetap bersikap ramah serta mendekatinya disaat ia berpaling darimu. Bersikaplah dermawan kepadanya disaat ia menunjukkan sikap pelit terhadapmu. Hampirilah ia ketika ia menjauhimu. Hadapilah ia dengan lemah lembut disaat ia menunjukkan kekerasan hatinya. Berikanlah maaf untuknya disaat ia melakukan kesalahan terhadapmu, seolah-olah dirimulah yang bersalah
Tetapi ingat! Jangan meletakkan semua hal itu bukan pada tempatnya atau melakukannya untuk orang yang tidak patut menerimanya
Tulisan dalam minggu terakhir “30 Days Writing Challenge” bersama: @febrianimanda @alfianzack @hiboki @isasetiawan @swcoollepool @dyahayucintya @inbakus @ageovani @afsabila @zgalangb @milhanfah @fahrizal182
Jika Anak Bertanya tentang Allah
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe). Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH . Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…
Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?” Tanya 2: “Bu, bentuk Allahitu seperti apa?” Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah? Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana? Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?
Jawablah :
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”
Jangan jawab begini :
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.
Jawablah begini :
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬اۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)
[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)
Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?
Jangan jawab begini :
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. [Al-Hadid (57) : 3]
Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.
Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.
Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.
[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17) {ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}
Jawablah begini :
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris )
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”
Atau bisa juga beri jawaban :
Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.
Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana ?“
Jangan jawab begini :
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.” Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip Allahu Akbar itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <— Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.
Juga jangan jawab begini :
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.
Jawablah begini :
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”
“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)
Allah sering lho bicara sama kita.. misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)
Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Jangan jawab begini :
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”
Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”
“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)
Jawablah begini :
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.
Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
Katakan juga pada anak:
“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?! (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
“Kenapa, Bu ?”
“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal
Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”
Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).
Wallahua’lam.
Sumber : Jika Anak Bertanya tentang Tuhan | Muxlimo’s
Being a mom is a big deal, preparation is a must. Karena nasib peradaban ini dipercayakan pada tangan para ibu.
Go follow @SuperbMother | superbmother.tumblr.com
Masya Allah Jazakillah khairan 😍
Just chilling for the view
Sun(day) . . . .👟 @lasenora_boutique (di Evb) https://www.instagram.com/nurfakhriyyah/p/Bwg6F8SH6yp/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=16mxmk6jw9xqw

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hi. I like rambutan. how bout u gaes? . . .📷 @hernitha22 #rambutan #rambutankekinian #fruit (di Kompleks Sukan Keningau) https://www.instagram.com/p/BtnhkGOH_T-/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=ga1uk4e8tikd
(Source)
Aku melihat yang tak orang-orang temukan pada dirimu. Aku merasakan yang tak orang punyai terhadapmu. Tetaplah menjadi mengagumkan dan menemani serentetan langkah ini. Hidup adalah hal baik dan perjalanan melewati masa-masa buruk. Akan kita lewati semuanya dengan sepenuh hati. Asal kamu denganku, kuat itu akan lebih terasa padu. Jangan mudah mundur, kita atur lagi rencana jika ada yang mulai terlihat kabur. Percayai segala yang kita sepakati. Terus jalani semua hal yang kita rencananya. Ini tidak akan selalu mudah. Namun denganmu semuanya akan selalu bergerak berubah. Semoga saja, selalu ke arah yang lebih baik.
–boycandra

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Orang-orang yang tidak tahu hidup kita. Tidak paham bagaimana perjuangan kita. Kadang memang ada yang iseng. Mungkin butuh hiburan. Ikut campur apa yang kamu perjuangkan. Lalu menyalah-nyalahkan. Memang begitu sebagian. Tapi tak mengapa. Itu mungkin bagian dari asin manisnya hidup. Agar tak datar saja. Agar ada gejolaknya.
–boycandra
Jadilah yang tidak cepat menyerah untuk tetap bersamaku. Yang terus keras kepala menemaniku berjuang untukmu. Yang tidak mudah pergi, yang selalu ingin kembali. Yang mengerti, bahwa tak semuanya mudah. Kita selalu butuh saling menguatkan, saling mendekatkan. Lagi, dan lagi lagi.
–boycandra