Masih tidak ada. Penggantimu, penjaga sudut itu. Selama yang Di Atas masih membukakan pintu cahaya terdalam ini hanya kepadamu. Sudah hampir 5 tahun, ahh bahagia rasanya kau bukan lagi sosok yang jauh untukku. Tadi. Aku bisa melihatmu dari jarak beberapa senti saja, antara mataku dan matamu. Bahkan tadi aku biarkan tanganku meluncur ke telapak tanganmu, tanpa kuduga. Kenapa harus kau? Yang senantiasa mengisi kekosongan bilik terkecil di relung hati ini? Aku biarkan bibir ini diam, sedang hati meronta ingin mengucapkan rasa aneh itu. Oh Tuhan, jangan biarkan aku melawan arus dan memaksakan hati. Aku biarkan mataku membantu otak berpikir, kenapa harus kamu. Aku biarkan mataku mencari-cari jawaban dari matamu. Ah, tidak bisa. Intuisi ku tak lagi tajam bila sedang dikerubungi bunga asmara diantaranya. Asmara? untukku saja. Mungkin tidak padamu.
Dari caramu, entahlah.. Ada yang berbeda. Bahkan banyak yang berbeda. Kau tidak memanjakanku, kau tidak mencari-cari perhatianku, kau tentu lebih dewasa dariku bila ditelusuri dari pengalaman. Atau mungkin aku saja yang berlebihan? Tak kusangka hari ini kan jadi beberapa jam milik kita berdua. Sudah hampir satu tahun, kita tak bersua. Rindu yang amat mendalam rasanya mencekik kegetiran batin akan dirimu. Alhamdulillah, Tuhan masih ada rencana pertemuan untuk kita berdua.
Ada yang berubah? Ada yang lain?
Banyak yang tak sesuai rencana awalku.Bahkan kita. Lebih banyak aku memilih diam entah kenapa. Padahal beberapa bulan lalu, kita begitu akrab bahkan melebihi sahabat terdekat. Iya, hubungan dan komunikasi tak lagi selancar arah panah dewa amor. Komunikasi tersendat entah bagaimana bisa, saling bersahut sahut meluapkan isi hati di masing2 sosial media yang penuh keraguan dan pertanyaan. Untukmu, aku rela menunggu. itu saja.
Ohh Tuhan.. Apa yang merasuki diriku? hingga begitu menggilainya. Ohh Tuhan, Engkau adalah satu-satunya pengharapanku. Mohon cegah diriku dari pengharapan fana. Karena banyak yang bilang, lelaki selalu punya senjata sendiri. Aku takut.
Untukmu, yang masih saja jadi pengisi sudut terkecil di hati ini. Kudoakan kau rasa yang sama. Hanya Tuhan lah yang tau, seberapa besar aku mendambakanmu. Semoga Tuhan selalu menjagamu di setiap kesibukanmu, dan semoga kau selalu mengingat Tuhan di setiap waktumu.
Dari seseorang yang terlalu dekat jaraknya, untuk kau cari hingga berkelana, jauh.